• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3186 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3161 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3140 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3160 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3149 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Mereka yang Merindukan Perjumpaan dengan Allah SWT, Mengikuti Jejak Rasulullah SAW

Redaksi Radarpku

Jumat, 31 Juli 2026 10:45:51 WIB
Cetak
Mereka yang Merindukan Perjumpaan dengan Allah SWT, Mengikuti Jejak Rasulullah SAW

RADARPEKANBARU.COM - Di antara nikmat terbesar yang Allah SWT siapkan bagi seorang mukmin adalah kesempatan untuk berjumpa dengan-Nya.

Bagi orang yang benar-benar mengenal Allah, kehidupan dunia bukanlah tujuan akhir, melainkan perjalanan menuju sebuah pertemuan agung yang telah lama dinantikan.

Karena itulah, kerinduan untuk bertemu Allah menjadi salah satu ciri orang-orang yang memiliki keimanan yang mendalam.

Kerinduan ini bukanlah angan-angan kosong, bukan pula keinginan untuk lari dari kehidupan. Ia lahir dari cinta, ma'rifat, dan keyakinan yang kuat kepada Allah.

Semakin seseorang mengenal Rabb-nya, semakin besar pula keinginannya untuk berjumpa dengan-Nya.

Tidak mengherankan jika para nabi dan rasul, manusia pilihan yang paling mengenal Allah, menjadi orang-orang yang paling besar kerinduannya kepada perjumpaan dengan-Nya.

Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak ada seorang nabi pun kecuali telah diberi pilihan antara dunia dan apa yang ada di sisi Allah, lalu ia memilih apa yang ada di sisi Allah." (HR Al-Bukhari)

Hadis ini menunjukkan bahwa menjelang wafatnya, para nabi diberikan pilihan oleh Allah antara melanjutkan kehidupan dunia atau berpindah menuju kehidupan di sisi-Nya. Dan seluruh nabi tanpa ragu memilih bertemu dengan Allah.

Salah satu gambaran indah tentang kerinduan itu dapat kita lihat pada kisah Nabi Musa ‘alaihis salam.

Setelah Allah menyelamatkannya dari kejaran Fir'aun dan menenggelamkan musuh-musuhnya, Allah memerintahkan Musa memilih tujuh puluh orang dari Bani Israil untuk bermunajat di Bukit Thur.

Namun sebelum rombongan itu tiba, Musa telah mendahului mereka. Ketika Allah bertanya:

"Dan mengapa engkau datang lebih cepat daripada kaummu, wahai Musa?" (QS Thaha: 83)

Musa menjawab:

"Dia (Musa) berkata, "Itu mereka sedang menyusul aku dan aku bersegera kepada-Mu, Ya Tuhanku, agar Engkau rida (kepadaku)." (QS Thaha: 84)

Para mufasir seperti Imam Al-Qurthubi dan Ibnu Katsir menjelaskan bahwa percepatan langkah Musa tersebut lahir dari kerinduan yang mendalam untuk bermunajat dan bertemu dengan Allah.

Jika Musa merindukan perjumpaan dengan Allah, maka Nabi Muhammad SAW adalah manusia yang paling besar kerinduannya kepada Rabb semesta alam.

Dalam sebuah riwayat yang sahih, Rasulullah SAW pernah diberi pilihan antara memperoleh seluruh perbendaharaan dunia, hidup kekal di dalamnya, kemudian masuk surga, atau bertemu dengan Allah dan memperoleh surga.

Abu Muwaihbah yang mendengar hal itu berharap Rasulullah memilih kehidupan dunia yang panjang. Namun beliau menjawab:

"Tidak, demi Allah. Aku telah memilih bertemu dengan Rabb-ku Yang Mahamulia dan surga." (HR Ahmad dalam Musnad-nya dan Al-Baihaqi dalam Dalail al-Nubuwwah)

Pilihan itu kembali tampak pada saat-saat terakhir kehidupan beliau. Ketika sakaratul maut menghampiri, Aisyah RA melihat Rasulullah SAW berulang kali mengusap wajahnya dengan air sambil mengucapkan:

"La ilaha illallah."

Kemudian beliau mengangkat pandangannya dan berkata:

Bahkan, kepada Ar-Rafiq Al-A'la (Teman Yang Mahatinggi)." (HR Al-Bukhari)

Saat itu Aisyah memahami bahwa Rasulullah SAW telah memilih perjumpaan dengan Allah daripada tetap tinggal bersama keluarga dan para sahabat yang sangat mencintainya.

Kerinduan kepada Allah bukan hanya menghiasi hati para nabi. Rasulullah SAW juga menanamkan kerinduan itu ke dalam hati para sahabatnya. Beliau mendidik mereka agar memandang kehidupan dunia sebagai jalan menuju ridha Allah dan surga-Nya.

Dalam Shahih Muslim disebutkan bahwa pada Perang Badar Rasulullah SAW berseru kepada para sahabat:

“Bangkitlah menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Demi Zat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang memerangi musuh pada hari ini lalu terbunuh dalam keadaan sabar, mengharap pahala, maju menghadapi musuh dan tidak lari dari medan perang, kecuali Allah akan memasukkannya ke dalam surga.”

Kalimat itu mengguncang hati seorang sahabat bernama Umair bin Al-Humam. Saat itu ia sedang memegang beberapa butir kurma. Mendengar janji Rasulullah SAW, dia berkata, "Demi Allah, sungguh hidup ini terlalu panjang jika aku harus menghabiskan kurma-kurma ini terlebih dahulu."

Dia lalu melemparkan kurma yang ada di tangannya, maju ke medan perang, dan gugur sebagai syahid.

Kerinduan kepada Allah telah mengalahkan kecintaan kepada kehidupan dunia yang biasanya begitu kuat melekat pada manusia.

Sepanjang sejarah Islam, semangat yang sama juga hidup dalam diri orang-orang saleh. Ketika Bilal bin Rabah radhiyallahu 'anhu menghadapi saat-saat terakhir hidupnya, istrinya berkata dengan sedih, "Betapa berat musibah ini."

Namun Bilal menjawab dengan penuh kebahagiaan. "Bukan, justru betapa membahagiakannya. Besok aku akan bertemu dengan orang-orang yang kucintai: Muhammad dan para sahabatnya."

Abu Darda' radhiyallahu 'anhu pernah berkata, "Aku mencintai kematian karena kerinduanku kepada Rabb-ku."

Hasan Al-Bashri rahimahullah mengatakan, "Larilah menuju Rabb kalian dan berlindunglah kepada-Nya. Karena seorang mukmin tidak akan memperoleh ketenangan yang sempurna sebelum bertemu dengan-Nya."

Abdullah bin Zakariya bahkan berkata bahwa jika ia diberi pilihan antara hidup seratus tahun dalam ketaatan atau diwafatkan saat itu juga, maka ia akan memilih segera bertemu Allah karena kerinduannya kepada Allah, Rasul-Nya, dan para hamba-Nya yang saleh.

Kerinduan kepada Allah juga memenuhi hati para ulama dan ahli ibadah. Abdul Wahid bin Zaid pernah berkata, "Wahai saudara-saudaraku, tidakkah kalian menangis karena rindu kepada Allah? Barang siapa menangis karena rindu kepada Tuhannya, ia tidak akan dihalangi untuk memandang-Nya."

Sementara Abu Ubaidah Al-Khawwash berjalan di pasar-pasar seraya mengucapkan, "Betapa rindunya aku kepada Dzat yang melihatku, sementara aku belum dapat melihat-Nya."

Yahya bin Mu'adz menggambarkan keadaan para pecinta Allah dengan ungkapan yang sangat indah, "Seorang pecinta meninggalkan dunia ini tanpa pernah menuntaskan dua kerinduannya: tangisannya atas dosa-dosanya dan kerinduannya kepada Rabb serta Kekasihnya."

Inilah hakikat kerinduan kepada Allah. Ia bukan sekadar ucapan di lisan, melainkan kekuatan yang menghidupkan hati, mendorong ketaatan, memperbanyak amal saleh, dan membuat dunia terasa kecil dibandingkan kenikmatan yang dijanjikan Allah.

Orang yang merindukan perjumpaan dengan Allah tidak akan menyia-nyiakan hidupnya dalam maksiat. Ia memahami bahwa setiap hari yang berlalu adalah satu langkah menuju pertemuan dengan Rabb-nya. Karena itu ia memperbanyak taubat, memperbaiki amal, menjaga keikhlasan, dan berusaha menjadi hamba yang dicintai Allah.

Sebab pada akhirnya, kerinduan yang sejati bukanlah kerinduan yang hanya diucapkan, tetapi kerinduan yang dibuktikan dengan kesungguhan berjalan menuju-Nya.

Semoga Allah menanamkan dalam hati kita cinta kepada-Nya, kerinduan untuk bertemu dengan-Nya, dan mengumpulkan kita kelak bersama para nabi, orang-orang yang jujur, para syuhada, dan orang-orang saleh di surga-Nya yang penuh kenikmatan. Amin.(rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Enam Ajakan yang Berada di Sekeliling Manusia Menurut Abu Bakar Ash-Shiddiq

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:44:05 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Setiap manusia hidup di tengah .

Dakwatuna

Benarkah Semakin Dekat kepada Allah, Semakin Berat Ujiannya?

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:38:22 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Banyak orang bertanya mengapa m.

Dakwatuna

Jangan Sia-siakan Waktu, Ini Pesan Alquran dan Hadits tentang Pentingnya Mengisi Waktu

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:31:48 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Islam mengajarkan pentingnya.

Dakwatuna

Dosa kepada Sesama Manusia Cenderung Lebih Rumit, Begini Kata Imam Al Ghazali

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:07:45 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Dosa menjadi perbuatan yang ker.

Dakwatuna

Begini Islam Mengajarkan Umat Mencintai Lingkungan dan Seluruh Makhluk

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:09:10 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Islam tidak hanya mengajarkan m.

Dakwatuna

Islam Memandang Pelestarian Alam sebagai Upaya Menyelamatkan Nyawa Manusia

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:43:29 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Menjaga.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Voting Sengit di Musda SPS Aceh, Muktarrudin Menang Selisih Satu Suara
31 Juli 2026
SPS Riau Matangkan Persiapan Bimtek dan Rakerda di Kepri
31 Juli 2026
Riau Jadi Prioritas Modifikasi Cuaca, Antisipasi Karhutla-Kekeringan
31 Juli 2026
Digelar di Pekanbaru, Health in Motion 2026 Hadirkan Layanan Kesehatan dari Dalam dan Luar Negeri
31 Juli 2026
Mereka yang Merindukan Perjumpaan dengan Allah SWT, Mengikuti Jejak Rasulullah SAW
31 Juli 2026
Dani Terima Vonis 2 Tahun Penjara, Advokat: Kesaksian Saksi Mahkota Terbukti Benar
31 Juli 2026
Survei Kepuasan Rakyat Terhadap Prabowo Turun, Ini Respon Istana
31 Juli 2026
Prabowo Wanti-wanti Konflik Timteng Bisa Meluas dan Semakin Memburuk
31 Juli 2026
Mahasiswa FBN UNRI Bersama RSIA Annisa Gelar Pemeriksaan Gratis
30 Juli 2026
Mulai 1 Agustus, Tarif Parkir Mobil Bandara SSK II Naik 50 Persen
30 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Voting Sengit di Musda SPS Aceh, Muktarrudin Menang Selisih Satu Suara
  • 2 SPS Riau Matangkan Persiapan Bimtek dan Rakerda di Kepri
  • 3 Riau Jadi Prioritas Modifikasi Cuaca, Antisipasi Karhutla-Kekeringan
  • 4 Digelar di Pekanbaru, Health in Motion 2026 Hadirkan Layanan Kesehatan dari Dalam dan Luar Negeri
  • 5 Mereka yang Merindukan Perjumpaan dengan Allah SWT, Mengikuti Jejak Rasulullah SAW
  • 6 Dani Terima Vonis 2 Tahun Penjara, Advokat: Kesaksian Saksi Mahkota Terbukti Benar
  • 7 Survei Kepuasan Rakyat Terhadap Prabowo Turun, Ini Respon Istana

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com