Doa Pilihan untuk Atasi Kegelisahan dan Kesusahan yang Diajarkan Rasulullah SAW
RADARPEKANBARU.COM - Allah Ta’ala menjadikan dunia sebagai tempat ujian dan cobaan. Di dalamnya terdapat berbagai musibah dan bencana, kegelisahan, kesedihan, dan kesusahan.
Di dalamnya juga terdapat kezaliman, tindakan melampaui batas, dan permusuhan. Setiap manusia hidup di dunia dalam keadaan di antara rasa takut dan harapan.
Ia takut tertimpa musibah dan kesedihan, tetapi pada saat yang sama berharap mendapatkan ketenangan dan kedamaian.
Di antara bentuk kasih sayang Allah Ta’ala kepada seluruh hamba-Nya adalah bahwa Dia mengabulkan doa orang yang sedang diliputi kegelisahan dan kesusahan, meskipun ia seorang pendurhaka atau bahkan kafir.
Sebab, Allah menjadikan hal tersebut sebagai salah satu tanda rububiyah-Nya. Allah adalah Rabb bagi seluruh makhluk, baik yang beriman maupun yang kafir, baik yang taat maupun yang durhaka.
Dia mengabulkan doa mereka ketika berada dalam kesulitan, sebagaimana Dia memberikan rezeki kepada mereka.
Allah Ta’ala berfirman:
"Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesusahan dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Sedikit sekali (nikmat Allah) yang kamu ingat." (QS An-Naml: 62)
Karena itu, Allah mengabulkan doa orang-orang musyrik ketika mereka berada dalam kesusahan, terdesak, lalu berdoa kepada-Nya:
“Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan penuh rasa pengabdian (ikhlas) kepada-Nya, tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, malah mereka (kembali) mempersekutukan (Allah).” (QS Al-‘Ankabut: 65)
Ada sejumlah doa ketika menghadapi kesusahan yang diajarkan oleh Nabi SAW. Ketika orang yang sedang dilanda kesusahan memanjatkan doa-doa tersebut, sangat diharapkan Allah Ta’ala akan melapangkan kesusahannya.
1. Doa: La ilaha illallah al-'Azhim al-Halim
Di antara doa ketika menghadapi kesusahan adalah doa yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA dalam Shahih Bukhari dan Muslim, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Mahaagung lagi Maha Penyantun. Tidak ada Tuhan selain Allah, Rabb ‘Arsy yang agung. Tidak ada Tuhan selain Allah, Rabb langit, Rabb bumi, dan Rabb ‘Arsy yang mulia.”
Ini merupakan hadis paling sahih yang diriwayatkan mengenai doa ketika menghadapi kesusahan.
Secara zahir, hadis tersebut menunjukkan bahwa Nabi SAW senantiasa membaca zikir ini setiap kali menghadapi kesusahan.
Ini merupakan zikir yang agung karena di dalamnya terdapat pengingat tentang keagungan Allah SWT dan sifat santun-Nya kepada para hamba.
Di dalamnya juga dijelaskan manifestasi keagungan-Nya melalui penciptaan ‘Arsy, langit, dan bumi.
Zikir ini juga mengandung pengakuan terhadap rububiyah, uluhiyah, nama-nama, dan sifat-sifat Allah Ta’ala. Inilah kesempurnaan tauhid.
An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim mengatakan, ini adalah hadis yang agung. Sepatutnya seseorang memberikan perhatian kepadanya dan memperbanyak membacanya ketika menghadapi kesusahan dan berbagai perkara besar.
Sementara itu, Imam t-Thabari mengatakan para ulama salaf biasa berdoa dengannya dan menyebutnya sebagai doa kesusahan.
Sebagian ulama berpendapat bahwa seseorang hendaknya mengawali doanya dengan zikir tersebut, kemudian memohon kepada Allah agar kesusahannya dihilangkan. Hal itu menjadi salah satu sebab dikabulkannya doa.
2. Doa yang diajarkan kepada Ali bin Abi Thalib RA
Di antara doa ketika menghadapi kesusahan adalah doa yang diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib RA dalam riwayat Imam Ahmad.
Ali berkata, “Rasulullah SAW mengajarkan kepadaku bahwa apabila aku ditimpa kesusahan, aku mengucapkan:
"Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Mahapenyantun lagi Mahapemurah. Mahasuci Allah. Mahaberkah Allah, Rabb ‘Arsy yang agung. Segala puji bagi Allah, Rabb seluruh alam.”
Hadis yang disahihkan Ibnu Hajar ini merupakan doa yang agung. Di dalamnya terdapat pengakuan terhadap rububiyah dan uluhiyah Allah SWT, serta nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Di dalamnya juga terdapat tasbih, tabrik, dan tahmid kepada Allah.
3. Doa Nabi Yunus AS
Di antara doa ketika menghadapi kesusahan adalah doa yang diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqqash RA oleh Imam Ahmad dan at-Tirmidzi. Rasulullah SAW bersabda, “Doa Dzun Nun ketika ia berdoa dalam perut ikan adalah:
Tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.’
Tidaklah seorang Muslim berdoa dengan doa tersebut untuk suatu perkara, melainkan Allah akan mengabulkan doanya.”
Dzun Nun adalah Nabi Yunus AS. Beliau mengalami kesusahan ketika ditelan ikan hingga akhirnya berada di dalam perutnya. Pada saat itu, terkumpul tiga kegelapan yang menyelimutinya: kegelapan malam, kegelapan laut, dan kegelapan perut ikan.
Allah Ta’ala berfirman:
“Dan (ingatlah kisah) ?un N?n (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, "Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.
Maka kami kabulkan (doa)nya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.” (Al-Anbiya’: 87–88)
Doa ini berlaku umum bagi setiap orang yang sedang dilanda kesusahan, bukan khusus bagi Nabi Yunus AS. Buktinya, ayat tersebut ditutup dengan firman Allah: “Demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.”(rep)
Yang Kita Kira Baik Belum Tentu Baik di Sisi Allah
RADARPEKANBARU.COM - Banyak orang yang menganggap di.
Dialog Rasulullah SAW dan Para Sahabat Pemisah Kuat Antara yang Hak dan Batil Setelah Perang Uhud
RADARPEKANBARU.COM - Dialog Abu Sufyan dengan.
Musibah Juga Menguji Mereka yang tak Terkena Bencana
RADARPEKANBARU.COM - Ulama muda asal Surakarta, KH A.
Benarkah Ali Bin Abi Thalib Terlambat atau Menolak Membaiat Abu Bakar?
RADARPEKANBARU.COM - Salah satu isu krusial yang mun.
Mengapa Akhlak Mulia Begitu Dicintai Allah dan Jadi Syarat Masuk Surga?
RADARPEKANBARU.COM - Akhlak mulia bukan sekadar peri.








