Mengapa Akhlak Mulia Begitu Dicintai Allah dan Jadi Syarat Masuk Surga?
RADARPEKANBARU.COM - Akhlak mulia bukan sekadar perilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari, tetapi memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam ajaran Islam. Imam Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin mengungkapkan bahwa akhlak mulia menjadi salah satu jalan yang mengantarkan seorang Muslim menuju surga, sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa orang yang berakhlak mulia akan mendapatkan balasan surga.
Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, tidak akan masuk surga kecuali orang yang berakhlak mulia.
Demikian dahsyatnya keutamaan berakhlak mulia, bisa mengantar seseorang masuk surga. Hal ini diriwayatkan Sayyidina Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu.
Dalam Ihya Ulumuddin diterangkan bahwa Sayyidina Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu pernah mengatakan, "Aku heran kepada seorang Muslim yang tidak menolong saudaranya sesama Muslim yang mempunyai suatu keperluan (padahal seorang Muslim wajib menolong saudaranya). Seandainya ia mengetahui besarnya pahala dan dapat terhindar dari siksa neraka, maka seharusnya ia segera berbuat kebajikan sebagai jalan meraih keselamatan. Begitulah akhlak yang mulia itu."
Kemudian, seorang laki-laki bertanya kepada Ali bin Abi Thalib, "Apakah kamu mendengar keterangan ini dari Rasulullah?"
Ali bin Abi Thalib menjawab, "Ya, bahkan aku mendengar nasihat beliau (Rasulullah SAW) lainnya. Ketika beberapa tawanan dari suku Thain dihadapkan kepada beliau."
Ali bin Abi Thalib melanjutkan ceritanya. Ada seorang wanita di antara tawanan dari suku Thain itu berkata kepada Rasulullah SAW, "Ya Muhammad, apabila kamu mau berbuat baik, bebaskan aku, tetapi jangan kamu hinakan kaumku atas kaum-kaum Arab lainnya. Sesungguhnya aku adalah seorang putri dari pemimpin kaumku. Ayahku suka membebaskan tawanan, memberi makan orang yang kelaparan, menyebarkan salam, dan ia tidak pernah menolak terhadap orang yang meminta-minta. la ayahku, Hatim al-Tha'i."
Nabi Muhammad SAW menjawab, "Hai wanita, sesungguhnya perbuatan ayahmu yang kamu sebutkan itu adalah sifat-sifat seorang Muslim."
Selanjutnya, Rasulullah SAW bersabda kepada para sahabatnya yang hadir, "Bebaskan wanita ini. Sesungguhnya ayah wanita ini menyukai akhlak yang mulia."
Mendengar perkataan Nabi Muhammad SAW itu, Abu Burdah bin Niar Rahimahullah berdiri kemudian berkata, "Wahai Rasulullah, mengapa Allah SWT mencintai akhlak yang mulia?"
Rasulullah SAW bersabda, "Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak akan masuk surga kecuali orang yang berakhlak mulia."
Rasulullah SAW bersabda, "Allah SWT telah menyempurnakan Islam dengan akhlak yang mulia dan amal yang baik."
Amal yang baik itu di antaranya adalah bergaul dengan orang yang shalih, bersopan-santun, lemah-lembut dalam berbicara, berbuat baik kepada orang lain, bersedekah dengan makanan, mengucapkan dan menjawab salam kedamaian, mengunjungi orang sakit baik yang shalih maupun yang fasik, mengantarkan jenazah seorang Muslim, bersikap baik kepada tetangga yang Islam maupun yang kafir.
Saling memuliakan antar sesama Muslim, memenuhi undangan, saling memaafkan, mendamaikan di antara orang yang berselisih, bermurah hati, memuliakan tamu, memaafkan kesalahan orang lain, menjauhkan diri dari yang diharamkan, tidak mengumpat, tidak memfitnah, tidak berdusta, tidak bakhil, tidak berbohong, tidak menipu, bersikap tidak jujur, tidak memutuskan silaturahim, tidak berakhlak buruk, tidak takabur, tidak angkuh, tidak bersifat keji, tidak berbuat keji, tidak berprasangka buruk, tidak iri, tidak dengki, tidak mencemarkan nama baik orang lain, tidak durhaka, tidak berbuat aniaya, tidak mudah memusuhi orang lain, dan sebagainya. Demikian seharusnya akhlak seorang Mukmin sejati itu.(rep)
Perhatikan Riwayat-Riwayat yang Tidak Sahih tentang Penyakit Nabi Ayyub AS yang Menjijikkan
RADARPEKANBARU.COM - Para mufasir menjelaskan bahwa .
Maksiat Menghalangi Ilmu dan Rezeki
RADARPEKANBARU.COM - Ilmu bukan sekadar pengetahuan yang memenuhi pikiran, tetap.








