Sangat Ironis
Pasien RSUD Arifin Ahmad Akhirnya Meninggal Dunia Akibat Tidak Dioperasi Faktor Alat Medis Kosong
PEKANBARU - Sungguh ironis, setelah lebih kurang 2 (dua) bulan terbaring lemah di rumah sakit RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru akhirnya pasien bernama Armen tersebut meninggal dunia, diduga disebabkan alat medis untuk melakukan operasi tidak ada.

Hal itu terbongkar dari keluarga pasien yang meninggal dunia menceritakan kejadian saat mendampingi pasien yang saat itu terbaring lemah di Rumah Sakit RSUD Arifin Ahmad. Rabu (16/11/2022).
"Sudah meninggal dia, waktu itu sakitnya makin parah, kami berobat sudah 2 bulan, jawaban pihak RSUD alat untuk operasinya nggak kunjung ada", ungkap keluarga Pasien yang tidak ingin disebutkan namanya.
Dijelaskannya, mereka sudah beberapa kali bolak-balik menanyakan kepada pihak rumah sakit. Bahkan katanya, mereka sudah membuat pengaduan kepada pihak RSUD perihal ketersediaan alat medis untuk melakukan operasi namun jawabanya alat yang diperlukan tetap tidak ada.
"Jawabannya tetap tidak ada, padahal kan rumah sakit umum RSUD Arifin Ahmad itu lengkap alatnya", tuturnya sedih.
Vendor Penyedia Diduga Lamban Dalam Menyediakan Alat Medis
Ketika dikonfirmasi, hal itu dijelaskan oleh pihak RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru.
Pihak RSUD beralasan bahwa penyebab pasien bernama Armen meninggal dunia, dan tidak adanya alat medis untuk operasi pasien bukanlah disebabkan kesalahan pihak RSUD semata.
Namun katanya, hal itu disebabkan keterlambatan atau kelalaian pihak Vendor sebagai pihak penyedia atau pengadaan alat medis di Rumah Sakit milik pemerintah itu.
"Farmasi kita sudah 3 kali menyurati, tanggal 19 dan 23 September untuk kebutuhan pasien yang ICU, kemudian disurati lagi pada 4 November, jadi kesalahan bukan dari kitanya", tutur Irham Humas RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru. Rabu (16/11/2022).
Dijelaskan irham, alat medis barang pakai habis tersebut kosong dari distributornya, yakni vendor yang bekerjasama dengan RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru.
Saat ditanyakan apakah alat medis selalu kosong dan terlambat datang, Irham menerangkan bahwa ketersediaan alat medis merupakan tanggung jawab pihak vendor atau penyedia.
"Ketersediaan alat medis ini tergantung Vendor, tergantung penyedia", jelas Irham.
Dirut RSUD dikatakan Irham telah mengetahui Kasus pasien meninggal gagal di operasi akibat keterlambatan alat medis itu. ***
Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru
PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.
287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar
Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.
Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata
RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.
Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau
RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.
Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum
KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.
Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus
KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .








