Ketua Komnas PA Sebut Polda Riau Tidak Lagi Jadi Pengayom Masyarakat
Pekanbaru--Ketua Komnas PA Riau menyayangkan sikaf penyidik Polda Riau yang terkesan gegabah dalam penegakkan hukum kasus human trafficking yang terjadi di wilayah Pekanbaru.
"Ada upaya menjadikan korban sebagai pihak yang dikriminalisasi, itu dibuktikan dengan surat dimulainya penyidikan yang dikirimkan ke kejaksaan, terungkap bahwa Kiki dijadikan pihak terlapor atas penelantaran anak" kata Ketua Komnas PA Dewi Arisanty Jum'at.
Menurut Dewi, justru orang tua bayi yakni saudari Kiki merupakan korban yang bayinya diduga telah diperdagangkan oleh oknum bidan kepada salah seorang pengusaha di Pekanbaru.
Terkait isu penelantaran itu tidak benar, karena justru bayinya tidak bisa dibawa pulang dan diminta oleh pihak oknum kepolisian untuk di titip panti sosial anak.
"Justru ketika dipertemukan oleh Komnas PA antara bayi dan pihak Kiki selalu orang tua biologis, pihak pihak terkait menyepakati agar bayi untuk sementara di titip dulu di dinas sosial" kata Dewi.
Sekarang Komnas PA justru terkejut ketika ada surat dimulainya penyidikan atas nama terlapor Kiki Rizky Wulandari.
"Kok Kiki sebagai pihak terlapor, siapa yang lapor?, justru terlapor itu adalah bidan dan pihak cota" tegas Dewi.
Dewi juga menyatakan bahwa adanya info perdamaian antara korban dan para pihak, yang di lakukan oleh pihak pengurus pusat Komnas PA.
"Ada upaya menggiring opini seolah sudah ada mediasi dengan pihak ketum pusat pak Haris Merdeka Sirait, padahal itu hanya silaturahmi biasa yang dilakukan pihak cota dengan pusat, ketum sudah telp saya bahwa segala sesuatu itu keputusan nya berada ditangan Komnas PA Riau selaku pihak yang melakukan pendampingan dari awal di kepolisian" tambahnya.
Dewi Arisanty mengingatkan agar hukum harus tajam kepada pelaku kejahatan terhadap anak di Riau.
"Jangan justru memutar balikkan fakta, hingga jangan kami nanti menilai pihak kepolisian selama kapolda yang sekarang tidak lagi menjadi pengayom masyarakat" kata Dewi.
Masih menurut Dewi, selama ini pihak Komnas PA sudah berupaya untuk menemui kapolda Riau dengan memasukkan surat permohonan audiensi namun tidak pernah di gubris.
"Kita surati tidak ada respon, ini artinya beliau seolah tidak mendukung upaya perlindungan anak di Riau" tutupnya. (*)
Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru
PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.
287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar
Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.
Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata
RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.
Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau
RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.
Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum
KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.
Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus
KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .








