• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 2874 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 2833 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 2831 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 2823 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 2820 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Su’ul Khatimah Akibat Penyakit Hati

Redaksi Radarpku

Selasa, 25 Januari 2022 09:48:07 WIB
Cetak
Su’ul Khatimah Akibat Penyakit Hati
ilustrasi internet

RADARPEKANBARU.COM - Hati yang bersih akan memudahkan seseorang untuk menghayati ilmu-ilmu agama. Seorang pembelajar boleh jadi memiliki daya tangkap kognitif yang di atas rata-rata. Namun, tanpa kemurnian kalbu, pengetahuan yang sampai pada nalarnya akan sia-sia belaka.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Dalam setiap tubuh ada segumpal daging. Jika daging itu baik maka baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak maka rusaklah seluruh tubuh itu. Ketahuilah, itu adalah kalbu.” (HR Bukhari Muslim).

Bahkan, para ahli psikologi Islam meyakini, hati merupakan penggerak segala yang ada dalam diri manusia, baik itu anggota badan, daya indera, maupun pikirannya.

Kisah berikut ini mengilustrasikan situasi ketika tingginya kemampuan kognitif tidak diiringi dengan ketulusan hati sebagai seorang berilmu. Tersebutlah pada masa lalu, seorang ulama besar menyambangi muridnya. Imam Fudhail bin Iyadh—demikian nama sang alim—sebelumnya mendapatkan kabar tentang kondisi seorang muridnya.

Imam Fudhail menaruh perasaan iba dan khawatir akan sakit yang diderita sang murid. Terlebih lagi, santri itu termasuk yang paling cerdas. Absennya pemuda itu dalam beberapa pekan terakhir di majelis tentu menjadi perhatian tersendiri bagi sang ulama Khurasan.

Setelah menempuh perjalanan, tibalah sang imam di kediaman santrinya itu. Betapa terkejutnya. Ternyata, sang murid sudah terkapar tak berdaya di atas ranjang. Melihat keadaannya itu, ulama dari Bani Tamimi tersebut meyakini satu hal, usia pemuda itu tidak lama lagi menemui ajal.

Di pengujung napas terakhirnya, murid tersebut masih mengenali wajah gurunya. Ia berupaya bangkit, tetapi tubuhnya begitu lemas. Sendi-sendi terasa berat untuk digerakkan.

Imam Fudhail pun mengisyaratkan agar muridnya tetap berbaring. Sejurus kemudian, ulama ini mengangkat kedua tangannya dan berdoa untuk kebaikan santrinya tersebut.

Setelah itu, ia duduk di sisi kepala pemuda itu dan membuka mushaf Alquran. Saat hendak membaca surah Yasin, tiba-tiba tangan Imam Fudhail dipegang muridnya. “Wahai Tuan Guru, janganlah engkau membacakan surah itu di dekatku,” katanya sambil menatap cemas.

Imam Fudhail menuruti begitu saja permintaan anak muda ini. Ia pun menaruh kembali mushaf Alquran ke dalam tasnya. Lantas, ulama tersebut bersiap membacakan zikir.

Pertama-tama, sang imam menggumamkan tahlil, “Laa ilaaha illa Allah.” Kalimat tauhid itu diucapkannya secara perlahan, dengan harapan bahwa muridnya itu dapat ikut mengucapkan. Ternyata, pemuda yang sedang terbujur sakit itu kembali memegang tangan gurunya.

Imam Fudhail merasa, cengkeraman tangan muridnya itu cukup keras. Yang lebih mengejutkannya ialah, bibir remaja itu seakan-akan terkunci ketika akan melafalkan tahlil. Padahal, sebagai murid yang alim bacaan “Laa ilaaha illa Allah” tentu tidak asing di telinganya.

“Wahai Tuan Guru, hentikanlah zikirmu itu. Sungguh, aku tidak akan bisa membaca itu karena aku terbebas darinya,” ucap si santri dengan sisa-sisa tenaganya.

Sesaat kemudian, pemuda itu mengalami sakaratul maut hingga wafat. Imam Fudhail begitu sedih. Sebab, pada momen terakhir hidupnya sang murid justru menghindar dari mengucapkan “Laa ilaaha illa Allah.” Keadaan akhir hayatnya tak ubahnya su'ul khatimah.

Beberapa hari kemudian, Imam Fudhail bermimpi dalam tidurnya. Di mimpi itu, ia melihat muridnya yang meninggal itu diseret ke dalam api neraka. Maka ulama itu bertanya kepadanya, “Wahai muridku, mengapa nasibmu sampai seperti ini? Apa sebabnya Allah mencabut keberkahan ilmu darimu, padahal engkau termasuk santriku yang paling alim?”

Sang murid menjawab, “Ada beberapa dosa yang kulakukan, dan semua itu tidak pernah kuberitahukan sebelumnya kepada Tuan Guru.”

Dosa pertamanya ialah tipu muslihat. Sering kali pemuda itu semasa hidupnya memberi tahu kepada kawan-kawannya ilmu atau informasi yang berbeda dari apa-apa yang telah disampaikan Imam Fudhail dalam majelis.

Dosa kedua adalah dengki. Hatinya mudah disulut rasa iri saat melihat teman-temannya. Karena itu, dengan kepintarannya ia selalu berupaya menjatuhkan mereka sekalipun dengan cara-cara yang licik.

Dosa ketiga ialah minum khamar. Minuman keras yang mula-mula ditenggaknya berlabel obat. Itu bermula dari keadaan dirinya yang dilanda sakit keras. “Aku menanyakan perihal penyakitku kepada seorang tabib. Lalu, tabib itu menyuruhku untuk meminum arak agar penyakit itu diangkat dari tubuhku,” katanya kepada sang guru.

Semua dosa itu dilakukan karena luputnya hati dari mengingat Allah. Maka tidaklah berguna kecerdasan apabila tidak ditopang dengan bersihnya kalbu. Seorang penipu akan menggunakan kemampuan akalnya untuk menjerumuskan orang lain.

Seorang pendengki akan selalu memikirkan cara agar nikmat orang lain hilang dan berganti kesengsaraan. Akibat tidak sabar dalam menghadapi penyakit, seorang alim dapat gelap mata sehingga ringan saja mengonsumsi barang yang haram.(rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Jauh Sebelum Islam Datang, Nusantara Sudah Terhubung dengan Timur Tengah

Rabu, 08 Juli 2026 - 10:28:19 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Hubungan antara Nusantara dan T.

Dakwatuna

Yang Kita Anggap Baik Belum Tentu Terbaik di Sisi Allah

Selasa, 07 Juli 2026 - 09:07:41 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Banyak orang yang menganggap di.

Dakwatuna

Mengapa Shalat Sunah Sebelum Subuh Lebih Baik Dibanding Dunia dan Seisinya?

Senin, 06 Juli 2026 - 08:39:14 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Salah satu amalan sunah yang ru.

Dakwatuna

Tanda Kecil Menjelang Kiamat, Mana Saja yang Sudah Terjadi?

Sabtu, 04 Juli 2026 - 09:52:03 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Dalam ajaran Islam, sebelum dat.

Dakwatuna

Cerdas Menghadapi Kematian

Jumat, 03 Juli 2026 - 09:21:04 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Dalam Alquran surah Ali Imran a.

Dakwatuna

5 Hiasan Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 - 10:07:27 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Dunia ini hanyalah sementara. N.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Waspada Penipuan, Basarnas Tidak Pernah Meminta Uang Dalam Operasi SAR
08 Juli 2026
Plt Gubri Larang Sekolah Lakukan Perpeloncoan Saat MPLS
08 Juli 2026
KPK: Bupati Kuansing Diduga Minta Uang dari 914 Petani HPT
08 Juli 2026
Jauh Sebelum Islam Datang, Nusantara Sudah Terhubung dengan Timur Tengah
08 Juli 2026
Trump Hadiri KTT NATO: Kalau Bukan karena Erdogan Saya Tidak akan Datang
08 Juli 2026
Menhut Raja Juli Seharusnya Lapor Gratifikasi saat Terima Amplop, Bukan Dikembalikan ke Pemberi
08 Juli 2026
Kapal Pompong Tenggelam di Tanjung Buton Siak, Satu Tewas, Tiga Hilang
07 Juli 2026
Kepala Satpol PP Bengkalis Dituntut 5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Rp1,4 Miliar
07 Juli 2026
4.863 Rumah Warga Riau Bakal Direnovasi Jadi Layak Huni
07 Juli 2026
Sejumlah Titik Di Kuansing Digeledah KPK, Lokasi Masih Dirahasiakan
07 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Waspada Penipuan, Basarnas Tidak Pernah Meminta Uang Dalam Operasi SAR
  • 2 Plt Gubri Larang Sekolah Lakukan Perpeloncoan Saat MPLS
  • 3 KPK: Bupati Kuansing Diduga Minta Uang dari 914 Petani HPT
  • 4 Jauh Sebelum Islam Datang, Nusantara Sudah Terhubung dengan Timur Tengah
  • 5 Trump Hadiri KTT NATO: Kalau Bukan karena Erdogan Saya Tidak akan Datang
  • 6 Menhut Raja Juli Seharusnya Lapor Gratifikasi saat Terima Amplop, Bukan Dikembalikan ke Pemberi
  • 7 Kapal Pompong Tenggelam di Tanjung Buton Siak, Satu Tewas, Tiga Hilang

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com