Pentagon Sangat Khawatir dengan Serangan di Irak dan Suriah
RADARPEKANBARU.COM - Pentagon mengaku sangat khawatir dengan serangkaian serangan terhadap personel Amerika Serikat (AS) di Irak dan Suriah akhir-akhir ini. Para diplomat dan pasukan AS jadi target tembakan roket.
Pada Rabu (7/7) lalu tiga roket dan sebuah drone mengincar personel AS di dua negara itu. Sebanyak 14 roket juga menghantam pangkalan udara Irak yang menampung pasukan AS, melukai dua orang prajurit AS.
Hingga saat ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun pakar yakin serangan ini bagian dari operasi milisi bersenjata yang didukung Iran. "Mereka menggunakan senjata mematikan, saya tidak tahu anda dapat menyebutnya selain ancaman serius," kata juru bicara Pentagon John Kirby, Kamis (8/7).
Milisi-milisi Irak yang bersekutu dengan Iran berjanji membalas serangan udara AS ke perbatasan Irak-Suriah yang menewaskan empat orang anggotanya bulan lalu.
Iran membantah membantu serangan ke pasukan AS di Iran dan Suriah. Namun mengecam serangan udara AS ke kelompok-kelompok yang mereka dukung.
Perundingan tak langsung antara AS dan Iran mengenai kesepakatan nuklir 2015 atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) masih mengalami kebuntuan. Belum ada jadwal pertemuan terbaru sementara pertemuan terakhir digelar pada 20 Juni lalu.(rep)
Presiden Prabowo dan PM Wong Sepakat Tingkatkan Kerja Sama di Tiga Bidang Strategis
RADARPEKANBARU.COM - Presiden RI Prabowo Subi.
Belum Setahun Jadi PM Moldova, Alexandru Munteanu Putuskan Mundur
RADARPEKANBARU.COM - Perdana Menteri Moldova Alexand.








