Puluhan Mahasiswa Demo PN Pekanbaru, Tuntut Penjarakan Wabup Bengkalis

Dibaca: 11036 kali  Selasa,26 Maret 2019
Puluhan Mahasiswa Demo PN Pekanbaru, Tuntut Penjarakan Wabup Bengkalis
Ket Foto :

RADARPEKANBARU.COM-Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi gelar aksi demonstrasi di Kantor Pengadilan Negeri Pekanbaru, Selasa (26/3). Mereka menuntut untuk menahan Muhammad Wakil bupati Bengkalis terkait kasus korupsi pemasangan pipa sebesar 3,8 Milyar.

Dalam persidangan yang berlangsung, Muhammad dipanggil sebagai saksi dalam kasus korupsi.

Sebelumnya dua kali pemanggilan Kejaksaan  sebagai status saksi, Muhammad mangkir dari panggilan. Dan pada panggilan ketiga ini baru dapat hadir dalam persidangan.

Koordinator Umum sekaligus penanggung jawab aksi  Dedek Purnama menyampaikan keinginan mahasiswa untuk segera menangkap dan menahan Muhammad.
"Kita ingin Muhammad Segera ditahan dan ditingkatkan statusnya sebagai tersangka, sebagaimana kita ketahui bahwa dia sudah dua kali dapat panggilan dan mangkir" tegasnya.

Dalam orasi mereka juga mengatakan bahwa dengan beberapa kali mangkir dan pada panggilan ketiga baru hadir ini sudah jelas bahwa Muhammad terindikasi terlibat. "Penegak Hukum jangan takut, kita mendukung seluruh penegakan hukum," ujar Dedek.

Adapun tuntutan dari pengunjuk rasa tersebut ;

1. Segera Adili tunggu apa lagi dalam dakwaan sudah jelas Wakil bupati Bengkalis Muhammad sebagai penanggung jawab penyebab kerugian negara.

2. Bukti Apalagi yang engkau dustakan, segera tangkap dan tahan saudara Muhammad selaku KPA.

3. Hukum sebagai panglima, segeralah proses demi keadilan Muhammad  sebagai aktor kerugian Negara.

4. Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi Mendukung, pengadilan Negeri Pekanbaru  untuk menegakkan keadilan.

Masa aksi ditemui oleh Kasi Humas Pengadilan Negeri Pekanbaru Martin Ginting.  Dalam dialognya, ia menyampaikan ucapan terimakasih atas aksi yang berjalan dengan tertib dan lancar tanpa menggangu aktifitas masyarakat.

"Proses hukum akan tetap berjalan, tentunya akan melewati proses bukan langsung instan serta silahkan kepada massa aksi mengikuti perkembangan kasus tersebut" sebutnya. (Erik)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »