PILIHAN +INDEKS
Ibu Napi yang Dirantai di RSUD Arifin Achmad Minta Lapas Sediakan Ruangan Inap yang Layak
SHN Dirawat RSUD Arifin Ahmad
Pekanbaru, (radarpekanbaru.com) - Ibu kandung SHN, napi LP Kelas II A Pekanbaru yang kini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad, meminta anaknya dirawat di ruangan yang layak. Sebab sejauh ini pihak LP Kelas II A Pekanbaru hanya memberikan perawatan dengan ruangan kamar sederhana di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru.
''Saya minta tolong dengan pihak lapas. Kondisi anak saya sangat memprihatinkan. Tolong pindahkan dia ke ruangan yang lebih layak. Saya takut semuanya jadi terlambat. Ini anak kesayangan saya,'' pinta Ibu SHN, Selasa (7/1/2014).
Sambil terus memelas, Ibu kandung SHN mengatakan dirinya sudah pernah meminta anaknya agar dibawa ke rumah sakit lain. Namun pihak LP belum memberikan izin terhadap SHN keluar dari RSUD Arifin Ahmad. ''Sudah saya bilang sama petugasnya. Biarlah pakai biaya sendiri, asal anak saya selamat. Soalnya ini menyangkut nyawa manusia. Tapi belum mendapat keputusan dari pihak LP,'' ujarnya.
''Seandainya hanya boleh dirawat di sini, tolong berikan anak saya ruangan rawat yang lebih bagus. Karena yang saya tahu ruangan ini bukan untuk orang TBC. Kondisi seperti ini tidak hanya memperburuk kondisi anak saya saja, tapi pasien di sini juga bisa tertular,'' katanya.
Diketahui, SHN napi kasus narkotika sakit selama dua bulan di LP Kelas II Pekanbaru tanpa pengobatan medis. Setelah SHN mencoba menghubungi orang tuanya di Jawa, barulah SHN dibawa ke RSUD didampingi orang tuanya. *
''Saya minta tolong dengan pihak lapas. Kondisi anak saya sangat memprihatinkan. Tolong pindahkan dia ke ruangan yang lebih layak. Saya takut semuanya jadi terlambat. Ini anak kesayangan saya,'' pinta Ibu SHN, Selasa (7/1/2014).
Sambil terus memelas, Ibu kandung SHN mengatakan dirinya sudah pernah meminta anaknya agar dibawa ke rumah sakit lain. Namun pihak LP belum memberikan izin terhadap SHN keluar dari RSUD Arifin Ahmad. ''Sudah saya bilang sama petugasnya. Biarlah pakai biaya sendiri, asal anak saya selamat. Soalnya ini menyangkut nyawa manusia. Tapi belum mendapat keputusan dari pihak LP,'' ujarnya.
''Seandainya hanya boleh dirawat di sini, tolong berikan anak saya ruangan rawat yang lebih bagus. Karena yang saya tahu ruangan ini bukan untuk orang TBC. Kondisi seperti ini tidak hanya memperburuk kondisi anak saya saja, tapi pasien di sini juga bisa tertular,'' katanya.
Diketahui, SHN napi kasus narkotika sakit selama dua bulan di LP Kelas II Pekanbaru tanpa pengobatan medis. Setelah SHN mencoba menghubungi orang tuanya di Jawa, barulah SHN dibawa ke RSUD didampingi orang tuanya. *
BERITA LAINNYA +INDEKS
Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru
PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.
287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar
Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.
Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata
RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.
Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau
RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.
Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum
KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.
Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus
KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .
TULIS KOMENTAR +INDEKS








