Lagi Tiga Camat Diperiksa Kejari Pekanbaru Dalam Kasus Bansos
RADARPEKANBARU.COM-Tiga orang mantan camat di Kota diperiksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru terkait dugaan korupsi penyimpangan dana hibah di Pemerintah Kota Pekanbaru.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Pekanbaru Hendra Wijaya dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Kata Hendra, tiga mantan Camat tersebut masih dalam proses pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) kasus dugaan korupsi pada 2013.
"Iya. Tiga mantan Camat diklarifikasi terkait dana hibah. Pemeriksaannya Senin (23/11) kemarin," ungkap Hendra.
Tiga mantan Camat tersebut, yakni inisial Za selaku mantan Camat Senapelan, sekarang menjabat selaku Camat Payungsekaki, inisial L yang merupakan mantan Camat Limapuluh yang sekarang menjabat selaku Camat Senapelan, terakhir mantan Camat Rumbai Pesisir inisial J.
"Saat itu (tahun 2013,red), sejumlah penerima hibah Pemko Pekanbaru itu berada di wilayah administrasi mereka. Itu yang mau kita gali," lanjut Hendra Wijaya.
Lebih lanjut, Hendra menyebut kalau pemeriksaan terhadap mantan Camat lainnya akan terus dilakukan, agar kasus ini menjadi terang.
"Usai memeriksa para camat ini, kita jadwalkan untuk memintaketerangan para penerima dana hibah tersebut," pungkas Hendra.
Pekan lalu, Kejari Pekanbaru juga telah memanggil mantan Camat Sukajadi. Namun proses pemeriksaan batal dilakukan karena sang Camat tidak membawa dokumen terkait materi pemeriksaan. Sehingga akan dijadwalkan kembali.
Selama tahun 2013 silam, disinyalir sejumlah lembaga kemasyarakatan menerima sejumlah bantuan yang bersumber dari pos anggaran Hibah APBD Kota Pekanbaru kala itu.
Lembaga penerima ini disinyalir tidak memiliki legalitas atau tidak resmi terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pekanbaru. Camat dimintai keterangan terkait daftar nama organisasi yang terdata atau resmi tersebut.
Sebelumnya dalam proses pulbaket perkara ini, sejumlah pihak di lingkungan Pemko Pekanbaru telah dimintai keterangan, seperti dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kota (Setko) Pekanbaru, termasuk Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru, Syukri Harto. Khusus nama terakhir Kejari telah memintai keterangannya sebanyak dua kali.
Belum diketahui secara pasti berapa jumlah anggaran yang diduga proses pencairannya tidak tepat atau diselewengkan. Kejari Pekanbaru juga menegaskan akan memintai keterangan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) maupun organisasi kemasyarakatan untuk mengonfirmasi penerimaan anggaran tersebut. Proses ini dilakukan setelah seluruh pihak dari eksekutif dimintai keterangannya. (lipo)
Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru
PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.
287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar
Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.
Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata
RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.
Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau
RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.
Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum
KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.
Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus
KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .








