Rugikan Negara Rp10 Milyar
Mantan Pejabat Tapem Pemrov Riau Tersangka
RADARPEKANBARU.COm - Kejaksaan Tinggi Riau menetapkan Mantan Kepala Biro Tata Pemerintahan Setdaprov Riau, Muhammad Guntur sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan lahan pembangunan embarkasi/asrama haji.
Hal ini dibenarkan Kepala Kejati Riau, Setia Untung Arimuladi, melalui Kasi Penkum dan Humas, Mukhzan kepada wartawan.
Penetapan tersangka yang kini menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur ini, berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Nomor Print : - 04.a/N.4/ Fd.1/ 05/2015 tanggal 21 Mei 2015 telah menetapkan kasus pengadaan tanah untuk embarkasi haji ditingkatkan ke penyidikan.
Sebelumnya, Kejati Riau juga sudah memanggil tiga saksi ahli Badan Pertanahan Nasional (BPN) Riau dan memanggil sejumlah saksi, untuk membuktikan kerugian negara dalam ganti rugi pengadaan lahan ini
Dipaparkannya, kasus tersebut bermula pada Tahun 2012 pemerintah provinsi Riau melalui Biro Tata Pemerintahan telah mengalokasi anggaran kegiatan pengadaan tanah untuk embarkasi haji lebih kurang sebesar Rp. 17.958.525.000.
"Lahan itu status kepemilikan tanahnya sebanyak (13 persil) antara lain Sertifikat, SKT, SKGR . berdasarkan penetapan harga oleh tim Appraisal, harga tanah tersebut bervariasi antara Rp. 320.000,- (tiga ratus dua puluh ribu rupiah) sampai dengan Rp. 425.000," tandasnya.
Dalam pembebasan lahan tersebut sambungnya, diduga terdapat penyimpangan antara lain, harga tanah yang dibayarkan ternyata tidak berdasarkan kepada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tahun berjalan dan juga tidak berdasarkan kepada harga nyata tanah di sekitar lokasi tanah yang diganti rugi sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 65 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden No. 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah bagi Kepentingan Umum.
"Berdasarkan alat bukti sebagaimana diatur dalam pasal 184 KUHAP, penyidik telah menyimpulkan adanya suatu peristiwa pidana terkait adanya dugaan kerugian keuangan negara lebih kurang Rp10 Milyar dan menetapkan kuasa penggunaan anggaran MG dkk sebagai tersangka atau sebagai pejabat yang dapat dimintakan pertanggung jawaban pidana," jelasnya
Perbuatan tersebut telah melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah ditambah dan diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan korupsi.(radarpku/hrc)
Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru
PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.
287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar
Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.
Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata
RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.
Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau
RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.
Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum
KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.
Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus
KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .








