PILIHAN +INDEKS
Ungkap Korupsi Proyek Pemko Pekanbaru Rp50 M,Ketua DPD AKSI Riau Diancam Dibunuh Segerombolan Preman
Logo Asosiasi Kontraktor Kontruksi Indonesia (AKSI)
RADARPEKANBARU.COM-Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Kontraktor Kontruksi Indonesia (AKSI) Riau Chandra, Senin (9/2/15), membuat laporan ke Kepolisian Daerah (Polda) setempat, menyusul ancaman pembunuhan yang dilakukan segerembolan preman yang dia duga suruhan salah seorang Kabid di Dinas Cipta Karya dan Pemukiman PU Kota Pekanbaru.
Kepada wartawan, usai membuat laporan ke polisi, Chandra menyebut kejadian itu berawal saat dia dihubungi oleh Nofrizal, Kontraktor Konsultan untuk bertemu di restoran Paparon Pizza, Jalan Diponegoro Pekanbaru, Jumat lalu (6/2/15), sekitar pukul 14.00 WIB.
Pertemuan itu merupakan tindak lanjuti pertemuan dua hari sebelumnya di Rumah Makan Denden Batokok di Jalan Harapan Raya Pekanbaru. Dalam pertemuan yang dihadiri Nofrizal dan Kepala Bidang P2P Cipta Karya PU Kota Pekanbaru Ahmad Ridha, keduanya meminta bantuan Chandra untuk memediasi pertemuan antara pihak Dinas PU Cipta Karya dengan Ketua LSM Indonesia Monitoring Development (IMD) R Adnan.
Pasalnya, pada 3 Februari 2015, R Adnan mengirim surat kepada Walikota Firdaus ST MT mempertanyakan pekerjaan proyek pengadaan langsung (PL) tahun anggaran 2014 yang diduga telah merugikan negara Rp50 miliar lebih.
"Sesuai kesepakatan saya bertemu dengan Nofrizal di Paparon. Tidak begitu lama datang lah 6 orang preman, yang saya yakin merupakan orang-orang suruhan Kepala Bidang P2P Cipta Karya Pekanbaru. Salah seorang dari mereka mengancam akan membunuh saaya dan menggorok leher saya jika saya ikut-ikutan membongkar kasus korupsi yang diduga terjadi di Dinas Cipta Karya PU Kota Pekanbaru,'' kata Chandra.
Atas ancaman tersebut, Ketua DPD AKSI Riau ini meminta Kapolda melalui staftnya di Reskrimum untuk perlindungan hukum. Selain itu, Chandra juga meminta Polda Riau untuk memanggil Nofrizal dan Ahmad Ridha dan 6 orang suruhannya.(rtc)
Kepada wartawan, usai membuat laporan ke polisi, Chandra menyebut kejadian itu berawal saat dia dihubungi oleh Nofrizal, Kontraktor Konsultan untuk bertemu di restoran Paparon Pizza, Jalan Diponegoro Pekanbaru, Jumat lalu (6/2/15), sekitar pukul 14.00 WIB.
Pertemuan itu merupakan tindak lanjuti pertemuan dua hari sebelumnya di Rumah Makan Denden Batokok di Jalan Harapan Raya Pekanbaru. Dalam pertemuan yang dihadiri Nofrizal dan Kepala Bidang P2P Cipta Karya PU Kota Pekanbaru Ahmad Ridha, keduanya meminta bantuan Chandra untuk memediasi pertemuan antara pihak Dinas PU Cipta Karya dengan Ketua LSM Indonesia Monitoring Development (IMD) R Adnan.
Pasalnya, pada 3 Februari 2015, R Adnan mengirim surat kepada Walikota Firdaus ST MT mempertanyakan pekerjaan proyek pengadaan langsung (PL) tahun anggaran 2014 yang diduga telah merugikan negara Rp50 miliar lebih.
"Sesuai kesepakatan saya bertemu dengan Nofrizal di Paparon. Tidak begitu lama datang lah 6 orang preman, yang saya yakin merupakan orang-orang suruhan Kepala Bidang P2P Cipta Karya Pekanbaru. Salah seorang dari mereka mengancam akan membunuh saaya dan menggorok leher saya jika saya ikut-ikutan membongkar kasus korupsi yang diduga terjadi di Dinas Cipta Karya PU Kota Pekanbaru,'' kata Chandra.
Atas ancaman tersebut, Ketua DPD AKSI Riau ini meminta Kapolda melalui staftnya di Reskrimum untuk perlindungan hukum. Selain itu, Chandra juga meminta Polda Riau untuk memanggil Nofrizal dan Ahmad Ridha dan 6 orang suruhannya.(rtc)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru
PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.
287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar
Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.
Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata
RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.
Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau
RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.
Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum
KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.
Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus
KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .
TULIS KOMENTAR +INDEKS








