Warga Pujud Pasti Yakin, Kajari Rohil Bijak Menyikapi Kasus Rudianto Sianturi
ROHIL-- Menyikapi Kasus yang dihadapi Petani Kelapa Sawit Desa (Kepenghuluan) Air Hitam, Kecamatan Pujud atas nama Rudianto Sianturi, Warga Masyarakat Yakin dan Percaya, bahwa ibu Kajari beserta Stafnya Bijak terhadap segala sesuatunya.
Hal itu disampaikan Warga Pujud, melalui Koordinator Tim Pendamping Publik dari Kantor Satya Wicaksana, Larshen Yunus.
Bertempat di Tepian Pantai Libra SS, Lake Toba, Desa Untemungkur, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Senin (20/9/2021).
Aktivis Larshen Yunus katakan, bahwa ada begitu banyak harapan yang disampaikan Warga Masyarakat Kecamatan Pujud, terkait Kasus yang dihadapi Petani Rudianto Sianturi.
Informasi yang dihimpun, bahwa Rudianto Sianturi satu diantara Ratusan Petani yang terancam akibat Praktek Haram Kriminalisasi dan Persekongkolan Jahat antara Kelompok Mafia Tanah dengan Oknum Aparat Penegak Hukum.
Dugaan tersebut di-Perkuat dengan beberapa Berkas Bukti Tambahan, terkait Surat Keterangan dari Desa (Kepenghuluan) Air Hitam yang Mengakui Teregistrasinya Surat Keterangan Tanah (SKT) milik Maruli Sianturi, bapak Kandung Rudianto. Sementara Pemerintah setempat, baik itu Desa (Kepenghuluan) Air Hitam maupun Kantor Kecamatan Pujud dengan Jelas Menerbitkan Surat Keterangan, yang isinya Menegaskan bahwa Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) milik Teruna Sinulingga, Joseph Tirta Sembiring dan kawan-kawan Tak teregistrasi, artinya Justru Surat si Pelapor yang merasa Jadi Korban Suratnya tak Jelas, tak terdaftar alias tak teregistrasi.
"Bagi kami, Perkara ini sangat aneh bin ajaib. Orang yang seharusnya jadi Pelaku justru dilindungi aparat penegak hukum dan orang yang Jelas-Jelas benar, Justru di Zholimi. Ini namanya Maling Teriak Maling" kesal Aktivis Larshen Yunus.
Sampai diterbitkannya berita ini, pihak Larshen Yunus beserta Warga Masyarakat Desa (Kepenghuluan) Air Hitam dan Kecamatan Pujud hanya bisa berharap, Agar pihak Kepolisian wabbilkhusus pihak Kejaksaan dapat Menghadirkan Keadilan atas Kasus ini.
"Kalau kita semua ingat Tuhan dan Takut Hukum Karma, maka sudah pasti kita semua akan Lebih Bijak dalam menentukan segala sesuatunya. Kasihanilah sama Petani Rudianto Sianturi, dia itu orang baik dan benar, kok Justru di Kriminalisasi seperti ini" ungkap Larshen Yunus, yang juga Direktur Kantor Hukum Mediator dan Pendampingan Publik Satya Wicaksana. (*)
Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru
PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.
287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar
Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.
Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata
RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.
Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau
RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.
Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum
KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.
Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus
KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .








