• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2214 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4551 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4571 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4525 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4638 Kali

  • Home
  • Internasional

PBB: 97 Persen Warga Afghanistan di Ambang Kemiskinan

Redaksi Radarpku

Jumat, 10 September 2021 11:14:30 WIB
Cetak
PBB: 97 Persen Warga Afghanistan di Ambang Kemiskinan

Badan Program Pembangunan PBB (UNDP) memperingatkan sekitar 97 persen populasi Afghanistan mungkin akan hidup di bawah garis kemiskinan kecuali bila krisis ekonomi dan politik di negara itu diatasi.

 
 

Dalam laporannya yang dirilis Kamis (9/9) kemarin, UNDP mengatakan kemiskinan di Afghanistan dapat meningkat hingga 25 persen akibat produk domestik bruto (PDB) riil negara itu mengalami kontraksi. Saat ini, setengah populasi Afghanistan membutuhkan bantuan kemanusiaan.

 

"Anda mengalami guncangan anggaran, anda memiliki guncangan cadangan, bila cadangan, yang anda ketahui sekitar 9 miliar dolar AS, benar-benar dibekukan, maka anda mengalami guncangan perdagangan, perdagangan domestik dan internasional anda akan terinterupsi," kata perwakilan residen UNDP di Afghanistan, Abdallah Al Dardari pada Aljazirah, Jumat (10/9).

 

"Biasanya negara yang berada dalam situasi ini, institusi keuangan internasional seperti IMF  [International Monetary Fund], Bank Dunia dan semua institusi bilateral dan multilateral akan bergabung dengan PBB dan mengajukan program reformasi ekonomi, kami tahu hal itu tidak akan terjadi," tambahnya.

Sebelum Taliban merebut Afghanistan pada bulan lalu, negara itu sangat tergantung pada bantuan. Lebih dari sepertiga PDB mereka berasal dari bantuan asing. PBB mendesak Taliban mengizinkan petugas sosial melakukan pekerjaan mereka.

"Biarkan masyarakat sipil, organisasi komunitas lokal, mengelola proyek-proyek (yang sudah berjalan), mari implementasikan, kami tidak meminta apa pun, hanya jangan halangi," kata Al Dardari.

Pada awal pekan ini, lembaga-lembaga bantuan internasional memperingatkan 'krisis kemanusiaan yang akan datang' di Afghanistan. Lembaga kemanusiaan Doctors Without Borders (Medecins Sans Frontieres atau MSF) mengatakan sistem kesehatan Afghanistan yang rentan terancam ambruk.

 

 

PBB sudah memperingatkan 18 juta rakyat Afghanistan menghadapi bencana humanitarian. Kemungkinan mereka juga akan diterpa banyak krisis yang bercabang.

 

"Ada berbagai krisis; perpindahan internal, imigrasi, orang-orang lari dari negara itu, orang-orang ikut melakukan bisnis ilegal, saya pikir perdagangan opium akan berkembang lebih besar dari hari ini, sederhananya karena tidak ada pekerjaan lain, kekerasan dalam negeri juga akan meningkat, sudah tugas kami turun tangan sekarang," katanya.

 

PBB meminta dana tambahan sebesar 200 juta dolar AS untuk menyelamatkan nyawa di Afghanistan. Sebab setelah Taliban merebut kekuasaan di negara itu, terjadi gelombang penarikan pekerja kemanusiaan dan pemotongan anggaran.

 

Laporan UNDP menyebutkan kombinasi dari berbagai faktor dapat mengakibatkan batas dasar garis kemiskinan Afghanistan yang saat ini 72 persen menjadi membengkak. Faktor-faktornya antara lain; kemiskinan, pandemi Covid-19, dan gejolak yang ditimbulkan transisi politik yang sedang berlangsung.

 

Demi merespons hal tersebut UNDP mengajukan paket intervensi. Hal itu seperti memberi bantuan layanan kebutuhan dasar dan pendapatan dasar tujuannya untuk membantu sembilan juta orang yang rentan terutama perempuan muda dan dewasa.(rep)

 

 
 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Internasional

Arab Saudi Perpanjang Penutupan Bandara Riyadh Usai Serangan Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:10:48 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:22:22 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

400 Ribu Pekerja Migran Indonesia Dapat Akses Layanan Kesehatan Taiwan

Jumat, 09 Oktober 2026 - 08:56:58 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Tiga Tahun Genosida Gaza Rakyat Palestina Masih Butuh Dukungan Berkelanjutan

Kamis, 08 Oktober 2026 - 09:08:16 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Dijegal Sanksi Barat, Emas Rusia Kini Membanjiri Hong Kong

Rabu, 07 Oktober 2026 - 09:18:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Prabowo dan Presiden FIFA Diskusi Soal Masa Depan Sepak Bola Indonesia

Selasa, 06 Oktober 2026 - 09:43:41 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Buronan Kasus Sabu Ditangkap di Bengkalis
12 Oktober 2026
Kalahkan PSMS Medan, PSPS Pekanbaru Puncak Klasemen Grup
12 Oktober 2026
Pemprov Riau Sambut Irjen Arman Achdiat Sebagai Kapolda Riau Baru
12 Oktober 2026
Benarkah Hawa Diciptakan dari Tulang Rusuk Nabi Adam AS?
12 Oktober 2026
Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik
12 Oktober 2026
Arab Saudi Perpanjang Penutupan Bandara Riyadh Usai Serangan Houthi
12 Oktober 2026
SPS Riau Kunjungi Batam News, Pelajari Strategi Pengembangan Media
11 Oktober 2026
Pemprov Riau Dorong RSUD Arifin Achmad Raih Predikat Akreditasi Paripurna
10 Oktober 2026
Layanan Bus DAMRI di Siak Gratis
10 Oktober 2026
DPRD Pekanbaru Upayakan Pengesahan APBD 2027 Sebelum 30 November
10 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Buronan Kasus Sabu Ditangkap di Bengkalis
  • 2 Kalahkan PSMS Medan, PSPS Pekanbaru Puncak Klasemen Grup
  • 3 Pemprov Riau Sambut Irjen Arman Achdiat Sebagai Kapolda Riau Baru
  • 4 Benarkah Hawa Diciptakan dari Tulang Rusuk Nabi Adam AS?
  • 5 Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik
  • 6 Arab Saudi Perpanjang Penutupan Bandara Riyadh Usai Serangan Houthi
  • 7 SPS Riau Kunjungi Batam News, Pelajari Strategi Pengembangan Media

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com