• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3612 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3603 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3576 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3657 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3592 Kali

  • Home
  • Internasional

PBB: 97 Persen Warga Afghanistan di Ambang Kemiskinan

Redaksi Radarpku

Jumat, 10 September 2021 11:14:30 WIB
Cetak
PBB: 97 Persen Warga Afghanistan di Ambang Kemiskinan

Badan Program Pembangunan PBB (UNDP) memperingatkan sekitar 97 persen populasi Afghanistan mungkin akan hidup di bawah garis kemiskinan kecuali bila krisis ekonomi dan politik di negara itu diatasi.

 
 

Dalam laporannya yang dirilis Kamis (9/9) kemarin, UNDP mengatakan kemiskinan di Afghanistan dapat meningkat hingga 25 persen akibat produk domestik bruto (PDB) riil negara itu mengalami kontraksi. Saat ini, setengah populasi Afghanistan membutuhkan bantuan kemanusiaan.

 

"Anda mengalami guncangan anggaran, anda memiliki guncangan cadangan, bila cadangan, yang anda ketahui sekitar 9 miliar dolar AS, benar-benar dibekukan, maka anda mengalami guncangan perdagangan, perdagangan domestik dan internasional anda akan terinterupsi," kata perwakilan residen UNDP di Afghanistan, Abdallah Al Dardari pada Aljazirah, Jumat (10/9).

 

"Biasanya negara yang berada dalam situasi ini, institusi keuangan internasional seperti IMF  [International Monetary Fund], Bank Dunia dan semua institusi bilateral dan multilateral akan bergabung dengan PBB dan mengajukan program reformasi ekonomi, kami tahu hal itu tidak akan terjadi," tambahnya.

Sebelum Taliban merebut Afghanistan pada bulan lalu, negara itu sangat tergantung pada bantuan. Lebih dari sepertiga PDB mereka berasal dari bantuan asing. PBB mendesak Taliban mengizinkan petugas sosial melakukan pekerjaan mereka.

"Biarkan masyarakat sipil, organisasi komunitas lokal, mengelola proyek-proyek (yang sudah berjalan), mari implementasikan, kami tidak meminta apa pun, hanya jangan halangi," kata Al Dardari.

Pada awal pekan ini, lembaga-lembaga bantuan internasional memperingatkan 'krisis kemanusiaan yang akan datang' di Afghanistan. Lembaga kemanusiaan Doctors Without Borders (Medecins Sans Frontieres atau MSF) mengatakan sistem kesehatan Afghanistan yang rentan terancam ambruk.

 

 

PBB sudah memperingatkan 18 juta rakyat Afghanistan menghadapi bencana humanitarian. Kemungkinan mereka juga akan diterpa banyak krisis yang bercabang.

 

"Ada berbagai krisis; perpindahan internal, imigrasi, orang-orang lari dari negara itu, orang-orang ikut melakukan bisnis ilegal, saya pikir perdagangan opium akan berkembang lebih besar dari hari ini, sederhananya karena tidak ada pekerjaan lain, kekerasan dalam negeri juga akan meningkat, sudah tugas kami turun tangan sekarang," katanya.

 

PBB meminta dana tambahan sebesar 200 juta dolar AS untuk menyelamatkan nyawa di Afghanistan. Sebab setelah Taliban merebut kekuasaan di negara itu, terjadi gelombang penarikan pekerja kemanusiaan dan pemotongan anggaran.

 

Laporan UNDP menyebutkan kombinasi dari berbagai faktor dapat mengakibatkan batas dasar garis kemiskinan Afghanistan yang saat ini 72 persen menjadi membengkak. Faktor-faktornya antara lain; kemiskinan, pandemi Covid-19, dan gejolak yang ditimbulkan transisi politik yang sedang berlangsung.

 

Demi merespons hal tersebut UNDP mengajukan paket intervensi. Hal itu seperti memberi bantuan layanan kebutuhan dasar dan pendapatan dasar tujuannya untuk membantu sembilan juta orang yang rentan terutama perempuan muda dan dewasa.(rep)

 

 
 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Internasional

Asap Karhutla Kalimantan Berdampak ke Negara Tetangga, Menlu Buka Komunikasi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:24:01 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Malaysia Tutup 591 Sekolah di Sarawak akibat Kabut Asap Kalimantan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:52:06 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Ekspor Minyak Iran Berhenti Total akibat Perang dan Sanksi AS

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:55:44 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Trump Kibarkan Bendera Perang Ekonomi Besar-besaran terhadap Iran

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:04:33 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Presiden Amerika Serikat.

Internasional

Trump dan Gedung Putih Unggah Peta Baru Selat Hormuz yang Bikin Panas Iran

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:40:13 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

HUT ke-81 RI, AS Ucapkan Selamat dan Sampaikan Belasungkawa untuk Korban Gempa NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:03:26 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Jarak Pandang 2,2-2,7 Km, Aktivitas Penerbangan SSK II Pekanbaru Normal
24 Agustus 2026
Pemko Pekanbaru Layangkan SP3 ke Pengelola Pasar Bawah
24 Agustus 2026
Udara Tak Sehat, Sekolah Pekanbaru Libur Tatap Muka, MBG Tetap Disalurkan
24 Agustus 2026
Bacaan Doa Meminta Hujan yang Diamalkan Rasulullah SAW
24 Agustus 2026
Hotspot Sumatra Tembus 2.945 Titik, Sumsel dan Riau Dominasi
24 Agustus 2026
Asap Karhutla Kalimantan Berdampak ke Negara Tetangga, Menlu Buka Komunikasi
24 Agustus 2026
PAN Siak Awali HUT ke-28 dengan Peresmian Mushalla Al-Amanah
23 Agustus 2026
Udara di Pelalawan Kurang Sehat, Siswa Wajib Pakai Masker, Aktivitas Luar Ruangan Dibatasi
22 Agustus 2026
Polda Riau Kerahkan 5 Ahli Bongkar Karhutla di HGU PT TKWL
22 Agustus 2026
Dekatkan Layanan Publik,Agung Bikin Gebrakan Buka Akses Perizinan Hingga Tingkat Kecamatan
22 Agustus 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Jarak Pandang 2,2-2,7 Km, Aktivitas Penerbangan SSK II Pekanbaru Normal
  • 2 Pemko Pekanbaru Layangkan SP3 ke Pengelola Pasar Bawah
  • 3 Udara Tak Sehat, Sekolah Pekanbaru Libur Tatap Muka, MBG Tetap Disalurkan
  • 4 Bacaan Doa Meminta Hujan yang Diamalkan Rasulullah SAW
  • 5 Hotspot Sumatra Tembus 2.945 Titik, Sumsel dan Riau Dominasi
  • 6 Asap Karhutla Kalimantan Berdampak ke Negara Tetangga, Menlu Buka Komunikasi
  • 7 PAN Siak Awali HUT ke-28 dengan Peresmian Mushalla Al-Amanah

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com