• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 2907 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 2875 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 2863 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 2860 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 2852 Kali

  • Home
  • Internasional

Suriah Terpuruk dalam Kemiskinan

Redaksi Radarpku

Selasa, 16 Maret 2021 09:40:57 WIB
Cetak
Suriah Terpuruk dalam Kemiskinan
ilustrasi internet

DAMASKUS -- Konflik sipil Suriah telah memasuki tahun kesepuluh. Perpecahan belum berakhir dan negara tersebut kian tersedot dalam krisis serta kemiskinan. Antrean panjang di pom bensin di kota-kota Suriah kini jadi pemandangan yang lumrah. Setiap warga setidaknya harus mengantre lima jam untuk memperoleh bahan bakar. 

 

Barang seperti obat-obatan, susu bayi, dan popok kian sulit ditemukan. Di jalanan, semakin banyak pengemis berkeliaran meminta makanan atau uang dari pengendara yang melintas. "Kehidupan di sini adalah potret penghinaan dan penderitaan sehari-hari," kata seorang wanita yang tinggal di Damaskus. Suaminya baru saja kehilangan pekerjaan di toko elektronik bulan lalu. 

 

Wanita yang menolak identitasnya diungkap karena alasan keamanan itu mengungkapkan ia mengajar paruh waktu untuk membantu memenuhi kebutuhan. Dengan dua anak dan seorang ayah lanjut usia, dia menyebut hidup menjadi kian sulit. Seorang aktivis media Suriah yang menggunakan nama samaran Omar Hariri mengungkapkan jatah roti, bensin, gas untuk memasak, dan solar hampir tidak memenuhi sepuluh persen kebutuhan warga. Antrean berjam-jam telah menjadi gaya hidup baru di Suriah. 

 

"Saya memiliki seorang kerabat yang mendapat giliran untuk bensin pada Januari setelah dua bulan cuaca dingin berlalu, dan dia terpaksa membeli dari pasar gelap dengan harga yang jauh lebih tinggi," kata Hariri. Tahun lalu, harga makanan di Suriah meningkat 230 persen. Banyak keluarga hidup tanpa daging dan buah-buahan selama berbulan-bulan. Gaji pegawai negeri kini hanya berkisar antara 15-20 dolar AS per bulan. Tahun lalu, mereka masih menerima 170 dolar AS setiap bulan. 

 

PBB mengatakan, saat ini lebih dari 80 persen warga Suriah hidup dalam kemiskinan. Sebanyak 60 persen di antaranya berisiko mengalami kelaparan. Nilai mata uang pound Suriah pun terus terpuruk di hadapan dolar AS. "Ketika Anda menggabungkan semua ini, tidak mengherankan jika kita melihat kerawanan pangan, meningkatnya kelaparan," kata kepala ekonom di Program Pangan Dunia PBB Arif Hussein.

 

Presiden Suriah Bashar al-Assad telah menyalahkan sanksi ekonomi Amerika Serikat (AS) sebagai salah satu penyebab terjadinya krisis di negaranya. Kendati demikian, Assad bakal mencalonkan diri untuk masa jabatan presiden tujuh tahun keempatnya pada musim semi mendatang.

 

Beberapa pihak telah mempertanyakan apakah dia dapat bertahan dalam kemerosotan ekonomi yang dalam. Dia pun harus menghadapi kemarahan rakyat di daerah-daerah yang telah dikuasai pemerintah. Kini tingkat kemiskinan lebih buruk daripada titik mana pun selama 10 tahun konflik. 

 

Di daerah-daerah yang dikendalikan Pemerintah Suriah, warga menyebut harga bisa naik beberapa kali dalam sehari. Mereka mengandalkan "kartu pintar" elektronik untuk mengamankan barang-barang bersubsidi dan dijatah yang mencakup bahan bakar, tabung gas, teh, gula, beras, dan roti. 

 

"Dalam 10 tahun perang, rezim (Suriah) tidak menawarkan satu konsesi pun. Ada perasaan umum bahwa segala sesuatunya bisa menjadi lebih buruk. Tak ada cakrawala, tak ada harapan," ujar Ibrahim Hamidi, seorang jurnalis Suriah yang bekerja untuk surat kabar Arab Saudi, Asharq Al-Awsat.(rep)

 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Internasional

Iran Siap Balas Setiap Serangan Amerika Serikat

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:07:01 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Ketua Parlemen Iran, Mohammad B.

Internasional

Trump Bersikeras Hapus Hak Kewarganegaraan AS Berdasarkan Kelahiran

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:15:31 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Gencatan Senjata Berakhir, Trump Ancam Serang Iran Lebih Dahsyat

Kamis, 09 Juli 2026 - 08:27:52 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Trump Hadiri KTT NATO: Kalau Bukan karena Erdogan Saya Tidak akan Datang

Rabu, 08 Juli 2026 - 09:47:43 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Presiden Prabowo dan PM Wong Sepakat Tingkatkan Kerja Sama di Tiga Bidang Strategis

Selasa, 07 Juli 2026 - 08:50:51 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Presiden RI Prabowo Subi.

Internasional

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Senin, 06 Juli 2026 - 08:33:37 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Mahasiswa FBN UNRI Gandeng Waste Station Resmikan Bank Sampah di Tangkerang Tengah
11 Juli 2026
Pemprov Riau dan Kementerian ATR/BPN Perkuat Sinergi Percepatan Sertifikasi Tanah Ulayat
11 Juli 2026
Petani Sawit Riau Soroti Laba Agrinas Rp27,9 Miliar, Minta KPK Lakukan Pemeriksaan
11 Juli 2026
Pemko Pekanbaru Tragetkan Cek Kesehatan Gratis Seluruh Kampus
11 Juli 2026
Teguran Nabi Isa kepada Ahli Ibadah yang Enggan Bekerja Mencari Nafkah
11 Juli 2026
Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus
11 Juli 2026
Iran Siap Balas Setiap Serangan Amerika Serikat
11 Juli 2026
SPS Riau Dorong Islah Konflik Riau Pos Group dan Rida K Liamsi, Minta Sengketa Diakhiri Lewat Dialog
11 Juli 2026
Kerugian Korupsi CSR PT SPRH Lebih Rp13 Miliar, Polda Riau segera Tetapkan Tersangka
10 Juli 2026
Kesbangpol Riau: 12 Kabupaten/Kota Telah Lampaui Target Responden IHaI 2026
10 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Mahasiswa FBN UNRI Gandeng Waste Station Resmikan Bank Sampah di Tangkerang Tengah
  • 2 Pemprov Riau dan Kementerian ATR/BPN Perkuat Sinergi Percepatan Sertifikasi Tanah Ulayat
  • 3 Petani Sawit Riau Soroti Laba Agrinas Rp27,9 Miliar, Minta KPK Lakukan Pemeriksaan
  • 4 Pemko Pekanbaru Tragetkan Cek Kesehatan Gratis Seluruh Kampus
  • 5 Teguran Nabi Isa kepada Ahli Ibadah yang Enggan Bekerja Mencari Nafkah
  • 6 Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus
  • 7 Iran Siap Balas Setiap Serangan Amerika Serikat

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com