• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2217 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4557 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4575 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4529 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4642 Kali

  • Home
  • Internasional

Suriah Terpuruk dalam Kemiskinan

Redaksi Radarpku

Selasa, 16 Maret 2021 09:40:57 WIB
Cetak
Suriah Terpuruk dalam Kemiskinan
ilustrasi internet

DAMASKUS -- Konflik sipil Suriah telah memasuki tahun kesepuluh. Perpecahan belum berakhir dan negara tersebut kian tersedot dalam krisis serta kemiskinan. Antrean panjang di pom bensin di kota-kota Suriah kini jadi pemandangan yang lumrah. Setiap warga setidaknya harus mengantre lima jam untuk memperoleh bahan bakar. 

 

Barang seperti obat-obatan, susu bayi, dan popok kian sulit ditemukan. Di jalanan, semakin banyak pengemis berkeliaran meminta makanan atau uang dari pengendara yang melintas. "Kehidupan di sini adalah potret penghinaan dan penderitaan sehari-hari," kata seorang wanita yang tinggal di Damaskus. Suaminya baru saja kehilangan pekerjaan di toko elektronik bulan lalu. 

 

Wanita yang menolak identitasnya diungkap karena alasan keamanan itu mengungkapkan ia mengajar paruh waktu untuk membantu memenuhi kebutuhan. Dengan dua anak dan seorang ayah lanjut usia, dia menyebut hidup menjadi kian sulit. Seorang aktivis media Suriah yang menggunakan nama samaran Omar Hariri mengungkapkan jatah roti, bensin, gas untuk memasak, dan solar hampir tidak memenuhi sepuluh persen kebutuhan warga. Antrean berjam-jam telah menjadi gaya hidup baru di Suriah. 

 

"Saya memiliki seorang kerabat yang mendapat giliran untuk bensin pada Januari setelah dua bulan cuaca dingin berlalu, dan dia terpaksa membeli dari pasar gelap dengan harga yang jauh lebih tinggi," kata Hariri. Tahun lalu, harga makanan di Suriah meningkat 230 persen. Banyak keluarga hidup tanpa daging dan buah-buahan selama berbulan-bulan. Gaji pegawai negeri kini hanya berkisar antara 15-20 dolar AS per bulan. Tahun lalu, mereka masih menerima 170 dolar AS setiap bulan. 

 

PBB mengatakan, saat ini lebih dari 80 persen warga Suriah hidup dalam kemiskinan. Sebanyak 60 persen di antaranya berisiko mengalami kelaparan. Nilai mata uang pound Suriah pun terus terpuruk di hadapan dolar AS. "Ketika Anda menggabungkan semua ini, tidak mengherankan jika kita melihat kerawanan pangan, meningkatnya kelaparan," kata kepala ekonom di Program Pangan Dunia PBB Arif Hussein.

 

Presiden Suriah Bashar al-Assad telah menyalahkan sanksi ekonomi Amerika Serikat (AS) sebagai salah satu penyebab terjadinya krisis di negaranya. Kendati demikian, Assad bakal mencalonkan diri untuk masa jabatan presiden tujuh tahun keempatnya pada musim semi mendatang.

 

Beberapa pihak telah mempertanyakan apakah dia dapat bertahan dalam kemerosotan ekonomi yang dalam. Dia pun harus menghadapi kemarahan rakyat di daerah-daerah yang telah dikuasai pemerintah. Kini tingkat kemiskinan lebih buruk daripada titik mana pun selama 10 tahun konflik. 

 

Di daerah-daerah yang dikendalikan Pemerintah Suriah, warga menyebut harga bisa naik beberapa kali dalam sehari. Mereka mengandalkan "kartu pintar" elektronik untuk mengamankan barang-barang bersubsidi dan dijatah yang mencakup bahan bakar, tabung gas, teh, gula, beras, dan roti. 

 

"Dalam 10 tahun perang, rezim (Suriah) tidak menawarkan satu konsesi pun. Ada perasaan umum bahwa segala sesuatunya bisa menjadi lebih buruk. Tak ada cakrawala, tak ada harapan," ujar Ibrahim Hamidi, seorang jurnalis Suriah yang bekerja untuk surat kabar Arab Saudi, Asharq Al-Awsat.(rep)

 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Internasional

Arab Saudi Perpanjang Penutupan Bandara Riyadh Usai Serangan Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:10:48 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:22:22 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

400 Ribu Pekerja Migran Indonesia Dapat Akses Layanan Kesehatan Taiwan

Jumat, 09 Oktober 2026 - 08:56:58 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Tiga Tahun Genosida Gaza Rakyat Palestina Masih Butuh Dukungan Berkelanjutan

Kamis, 08 Oktober 2026 - 09:08:16 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Dijegal Sanksi Barat, Emas Rusia Kini Membanjiri Hong Kong

Rabu, 07 Oktober 2026 - 09:18:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Prabowo dan Presiden FIFA Diskusi Soal Masa Depan Sepak Bola Indonesia

Selasa, 06 Oktober 2026 - 09:43:41 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Buronan Kasus Sabu Ditangkap di Bengkalis
12 Oktober 2026
Kalahkan PSMS Medan, PSPS Pekanbaru Puncak Klasemen Grup
12 Oktober 2026
Pemprov Riau Sambut Irjen Arman Achdiat Sebagai Kapolda Riau Baru
12 Oktober 2026
Benarkah Hawa Diciptakan dari Tulang Rusuk Nabi Adam AS?
12 Oktober 2026
Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik
12 Oktober 2026
Arab Saudi Perpanjang Penutupan Bandara Riyadh Usai Serangan Houthi
12 Oktober 2026
SPS Riau Kunjungi Batam News, Pelajari Strategi Pengembangan Media
11 Oktober 2026
Pemprov Riau Dorong RSUD Arifin Achmad Raih Predikat Akreditasi Paripurna
10 Oktober 2026
Layanan Bus DAMRI di Siak Gratis
10 Oktober 2026
DPRD Pekanbaru Upayakan Pengesahan APBD 2027 Sebelum 30 November
10 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Buronan Kasus Sabu Ditangkap di Bengkalis
  • 2 Kalahkan PSMS Medan, PSPS Pekanbaru Puncak Klasemen Grup
  • 3 Pemprov Riau Sambut Irjen Arman Achdiat Sebagai Kapolda Riau Baru
  • 4 Benarkah Hawa Diciptakan dari Tulang Rusuk Nabi Adam AS?
  • 5 Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik
  • 6 Arab Saudi Perpanjang Penutupan Bandara Riyadh Usai Serangan Houthi
  • 7 SPS Riau Kunjungi Batam News, Pelajari Strategi Pengembangan Media

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com