PILIHAN +INDEKS
Pelaku Minta Uang Tebusan Rp600 Ribu
Siswi MTS Disekap 3 Hari Lalu diperkosa
Ilustrasi
RADARPEKANBARU.COM - Lagi-lagi, siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Pekanbaru, menjadi korban penyekapan dan pencabulan seorang lelaki yang tidak dikenal disalah satu tempat di Pandau Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar.
Korban P (13) disekap selama 3 (Tiga) hari dan digauli layaknya sebagai suami istri sebanyak tigal kali.
Informasi yang dirangkum radarpekanbaru.com di Polresta Pekanbaru, peristiwa tersebut berawal saat korban P, berkenalan dengan seseorang yang mengaku bernama W (15).
Ia mengaku berkenalan dengan W, melalui telepon seluler. W, menghubunginya dan mengajak ketemuan.
P, yang masih duduk dibangku sekolah tingkat pertama disalah satu MTS swasta ini, pun langsung menuruti permintaannya dengan bertemu dirumahnya (P, red).
Singkat cerita, P, anak dari Mulyadi (50) ayah P, warga Jalan Paus Kecamatan Bukitraya, ini lalu bertemu dengan W, dirumah P.
Entah kenapa P, dengan polos dengan dibujuk rayuan W, pergi meninggalkan rumah tanpa berpamitan dengan orang tuanya.
Namun setelah keduanya pergi, ternyata P, tak kunjung pulang. Orang tua P, pun gelisah dan mencari tahu keberadaan anak perempuannya itu.
Senin (15/9) pagi, P didampingi kedua orang tuannya mendatangi Mapolresta Pekanbaru dan menjalani pemeriksaan diruangan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) lantai tiga Mapolresta Pekanbaru.
Disela-sela pemeriksaan P, orang tua P, Mulyadi, Senin (15/9) menceritakan menceritakan kasus penyekapan dan pencabulan anaknya oleh W. Sebagai orang tuanya, dirinya sangat terkejut mendengar kejadian itu.
"Awalnya, anaknya berkenalan dengan P, di telepon. Anak saya disekap selama tiga hari di daerah Pandau. Kasus ini sudah seminggu yang lalu kita laporkan" ujar Mulyadi.
Anaknya, kata bapak yang berprofesi sebagai tambal ban ini, disekap selama tiga hari, yang mengaku bernama W, "Saya tahunya dari anak saya kalau anak saya disekap W, di Pandau. Anak saya bilang, pelaku menyekapnya dan juga digaulinya selama tiga kali," kata Mulyadi.
Ia kesal dan geram kepada pelaku yang telah menggauli anaknya. Pihak Kepolisian yang menanganinya memberikan hukuman yang setimpal.
"Pelaku sudah ditangkap. Sekarang pelakunya didalam. Namun, kedatangan kami kesini (Polresta, red) akan menyelesaikan masalahnya secara damai katanya mau damai, tapi gak tahu gimana nanti'. Pelaku (W, red) minta tebusan Rp600 ribu. terang Mulyadi.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Robert Haryanto W SH SSos MH melalui Kasat Reksrim Kompol Hariwiyawan Harun Sik, saat dikonfirmasi Pekanbaru MX Selasa (16/9) membenarkan tentang adanya kasus penyekapan dan pemerkosaan siswi MTS yang berinisial P.
Korban disekap dan di cabuli, yang selanjutnya langsung melakukan penangkapan kepada W. "Iya itu kasusnya damai. Pelakunya sudah kita tangkap dan ditahan," tambahnya.(zul)
Korban P (13) disekap selama 3 (Tiga) hari dan digauli layaknya sebagai suami istri sebanyak tigal kali.
Informasi yang dirangkum radarpekanbaru.com di Polresta Pekanbaru, peristiwa tersebut berawal saat korban P, berkenalan dengan seseorang yang mengaku bernama W (15).
Ia mengaku berkenalan dengan W, melalui telepon seluler. W, menghubunginya dan mengajak ketemuan.
P, yang masih duduk dibangku sekolah tingkat pertama disalah satu MTS swasta ini, pun langsung menuruti permintaannya dengan bertemu dirumahnya (P, red).
Singkat cerita, P, anak dari Mulyadi (50) ayah P, warga Jalan Paus Kecamatan Bukitraya, ini lalu bertemu dengan W, dirumah P.
Entah kenapa P, dengan polos dengan dibujuk rayuan W, pergi meninggalkan rumah tanpa berpamitan dengan orang tuanya.
Namun setelah keduanya pergi, ternyata P, tak kunjung pulang. Orang tua P, pun gelisah dan mencari tahu keberadaan anak perempuannya itu.
Senin (15/9) pagi, P didampingi kedua orang tuannya mendatangi Mapolresta Pekanbaru dan menjalani pemeriksaan diruangan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) lantai tiga Mapolresta Pekanbaru.
Disela-sela pemeriksaan P, orang tua P, Mulyadi, Senin (15/9) menceritakan menceritakan kasus penyekapan dan pencabulan anaknya oleh W. Sebagai orang tuanya, dirinya sangat terkejut mendengar kejadian itu.
"Awalnya, anaknya berkenalan dengan P, di telepon. Anak saya disekap selama tiga hari di daerah Pandau. Kasus ini sudah seminggu yang lalu kita laporkan" ujar Mulyadi.
Anaknya, kata bapak yang berprofesi sebagai tambal ban ini, disekap selama tiga hari, yang mengaku bernama W, "Saya tahunya dari anak saya kalau anak saya disekap W, di Pandau. Anak saya bilang, pelaku menyekapnya dan juga digaulinya selama tiga kali," kata Mulyadi.
Ia kesal dan geram kepada pelaku yang telah menggauli anaknya. Pihak Kepolisian yang menanganinya memberikan hukuman yang setimpal.
"Pelaku sudah ditangkap. Sekarang pelakunya didalam. Namun, kedatangan kami kesini (Polresta, red) akan menyelesaikan masalahnya secara damai katanya mau damai, tapi gak tahu gimana nanti'. Pelaku (W, red) minta tebusan Rp600 ribu. terang Mulyadi.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Robert Haryanto W SH SSos MH melalui Kasat Reksrim Kompol Hariwiyawan Harun Sik, saat dikonfirmasi Pekanbaru MX Selasa (16/9) membenarkan tentang adanya kasus penyekapan dan pemerkosaan siswi MTS yang berinisial P.
Korban disekap dan di cabuli, yang selanjutnya langsung melakukan penangkapan kepada W. "Iya itu kasusnya damai. Pelakunya sudah kita tangkap dan ditahan," tambahnya.(zul)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru
PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.
287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar
Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.
Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata
RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.
Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau
RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.
Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum
KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.
Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus
KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .
TULIS KOMENTAR +INDEKS








