Targetkan 35.000 orang Pengunjung, Museum Sang Nila Utama Gelar Berbagai Kegiatan
RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Provinsi Riau menargetkan 35.000 orang pengunjung ke Museum Sang Nila Utama yang terletak di jalan Jendral Sudirman, Kota Pekanbaru.
"Pertahun kunjungan ke Museum dirata-ratakan lebih kurang 30.000. Namun pada tahun ini kita optimis target tercapai dengan jumlah pengunjung berkisar 35.000 orang," kata Koordinator Edukasi Museum Sang Nila Utama Enrizal di Pekanbaru, Minggu (28/8).
Menurut Enrizal, upaya yang dilakukan pihaknya untuk menggaet kunjungan ke Museum dengan sejumlah aktivitas yang digiatkan seperti lomba seni pameran tradisional, museum masuk sekolah sebagai sarana edukasi bagi pelajar, seminar budaya dan pergelaran seni lainnya.
"Kegiatan serupa menjadi magnet bagi pengunjung. Biasanya untuk pelajar kita adakan lomba pendalaman nilai-nilai budaya sejarah," sebutnya.
Museum Sang Nila Utama merupakan museum yang mengumpulkan dan menyimpan warisan-warisan yang berhubungan dengan Riau dan budaya Melayu seperti pakaian adat pernikahan, permainan tradisional, instrument-instrumen musik dan artefak-artefak tradisional lainnya.
"Museum ini memajang benda-benda sejarah melayu yang ditampilkan secara original," kata Enrizal pula.
Disebutkannya, kategori benda historis yang ada di Museum diantaranya koleksi etnografi yang menampilkan benda-benda penggambaran kehidupan manusia di masa lampau. Koleksi arkeologi yakni benda-benda kebudayaan di masa lalu yang ditinggalkan.
Kemudian, kata Enrizal, ada koleksi filologika yang menampilkan naskah kuno, Koleksi numismatika yakni mata uang kuno, koleksi biologika seperti binatang yang diawetkan, koleksi geologika seperti tambang dan batubara serta koleksi heraldika yang merupakan lambang seperti lambang naga bertangkup dari Kerajaan Siak.
Untuk menambah benda-benda yang memiliki nilai histori tersebut, kata dia, setiap tahun selalu diadakan pengadaan yang ditentukan berdasarkan kategorinya.
"Dari sana dinilai dan ditelusuri tentang historikal benda ini, barulah di pajang di museum," kata dia. (ant)
Be Happy: Era Digital Pajak Indonesia Menuju Masa Depan yang Cemerlang
Oleh Ahmad ZayyadiMahasiswa Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Suska.
RUU Perampasan Aset: Menanti Pedang Keluar dari Sarung
Oleh: Azmi bin RozaliDi tengah kian merosotnya kepercayaan publik terhada.
Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan Digital
Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan DigitalOl.
Tantangan dan Peluang Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi di Kelas
Pendidikan merupakan kunci kemajuan bangsa. Kualitas pendidikan yan.
Model pembelajaran diferensiasi dalam konteks kurikulum merdeka menawarkan pendidikan yang lebih adaptif, Inklusif, dan berdaya saing.
KURIKULUM MERDEKA HADIR DENGAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI, MENDORONG PENDIDIKAN YANG LEBIH INKL.








.jpg)