Penganiayaan Berujung Maut
Tiga Bulan Tanpa Kejelasan, Keluarga Korban Sesalkan Kinerja Polres Kampar
RADARPEKANBARU.COM-Keluarga korban pembunuhan, almarhum Rizki Irawan (20), menyatakan kekecawaan terhadap kinerja Kepolisian Resort (Polres) Kampar. Pasalnya, sudah hampir 3 bulan Polsek Kampar belum mampu menangkap tersangka pembunuhan berinisal PA.
"Mau mengadu kemana lagi kami supaya pembunuh anak saya ini segera ditangkap" ungkap Casman Domo, ayah korban kepada sejumlah wartawan dari Pekanbaru Rabu, 6 Januari 2016.
Warga Desa Pauh, Kecamatan Rumbio, Kabupaten Kampar ini menyebut aparat Polsek Kampar yang menangani perkara ini jarang memberi kabar pengungkapan kasus pembunuhan anaknya. "Pernah bertanya, jawabannya itu-itu saja. Masih dicarilah pelakunya, sedang diburu pelakunya, tapi sudah hampir 3 bulan gak tertangkap. Ini urusan nyawa, apakah memang sulit menangkap pelakunya" tukasnya.
Casman mengisahkan peristiwa tragis yang menimpa anaknya berawal pada minggu pertama bulan Oktober Sekira pukul 15.00 WIB di Desa Pauh, Kecamatan Rumbio. Anaknya yang baru pulang dari kebun karet langsung diserang pelaku dari belakang. "Saat itu, anak saya mau memarkirkan sepeda motornya. Tiba-tiba dari belakang, pelaku memukulnya memakai batu besar tepat di pundak," kisah Casman.
Mendapat pukulan, korban langsung roboh. Dari sini, perbuatan pelaku kian menjadi-jadi. Korban yang sudah tak berdaya diinjak-injak tanpa ampun. "Motifnya dendam karena sebelumnya memang ada pertengkaran antara anak saya dan pelaku. Ini perbuatan terencana, karena bukan hanya berniat menganiaya tapi membunuh" tutur Casman.
Pelaku yang mengira korban meninggal kala itu langsung pergi. Beberapa jam kemudian korban tersadar dan langsung mendapat perawatan medis. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Kampar. "Anak saya sempat memberi harapan kesembuhan karena mulai membaik saat dirawat. Namun Tuhan berkata lain, empat hari setelah dirawat anak saya meninggal dunia" ujar Casman.
Selama kasus ini ditangani Polsek Kampar, Casman tidak tahu apakah pelaku pernah dipanggil untuk dimintai keterangannya. "Kalau memang pernah dipanggil, pasti sudah ditahan pelakunya. Kasusnya jelas, ada korban dan pelaku, serta terencana. Sekarang pelaku kabur entah kemana, polisi juga belum menangkapnya" tegas Casman.
Casman berharap Polsek Kampar segera menangkap pelaku penganiayan berujung maut kepada anaknya. Pasalnya, hari yang dijalani Casman selalu gelisah karena membayangkan anaknya. "Pak polisi, tolong beri keluarga kami ketenangan. Kapan pembunuh anak kami ditangkap" ungkap Casman.
Kapolsek Kampar AKP Arbain dikonfirmasi wartawan melalui Kanit Reskrim Aiptu Syahrial menyatakan, pihaknya telah berupaya maksimal menangkap pelaku. "Sejak kasus ini dilaporkan, anggota sudah mencari pelaku. Kami juga sudah ke berbagai daerah dimana keberadaan pelaku terendus, tapi belum membuahkan hasil" katanya.
Syarial juga menyebut pihaknya, melakukan beragam cara untuk melacak keberadaan pelaku. Salah satunya dengan menyebar orang kepercayaan di Desa Pulau Tinggi dan Desa Pauh, kampung pelaku. "Kami minta keluarga korban bersabar. Ini kasus menjadi atensi karena menyangkut nyawa orang. Dan kami juga meminta bantuan keluarga korban, jika ada kabar keberadaan pelaku langsung hubungi kami" tukasnya menutup. (*)
Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru
PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.
287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar
Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.
Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata
RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.
Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau
RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.
Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum
KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.
Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus
KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .








