• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3061 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3031 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3012 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3012 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3014 Kali

  • Home
  • Hukrim

HMI Makassar Dari Senjata Tajam, Senjata Api Rakitan Hingga Botol Diduga Berisi Racun

Redaksi Radarpku

Selasa, 24 November 2015 12:20:35 WIB
Cetak
HMI Makassar Dari Senjata Tajam, Senjata Api Rakitan Hingga Botol Diduga Berisi Racun
Senjata HMI Indonesia Timur Yang Disita Polisi

RADARPEKANBARU.COM - Ratusan polisi merazia tiga lokasi tempat menginap massa penggembira Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke-29, Senin (23/11). Amat mengejutkan, aparat menemukan puluhan senjata tajam, senjata api rakitan, dan tiga botol yang diduga berisi racun.

Delapan orang mahasiswa ditetapkan sebagai tersangka karena kedapatan memiliki dan menguasai senjata tajam. Tujuh orang dari Makassar (Sulawesi Selatan), sedangkan satu lainnya mengaku berasal dari Ambon (Maluku).

Mereka terancam tidak bisa pulang ke kampung halaman saat Kongres HMI berakhir lusa. “Semua tersangka akan kita proses secara hukum. Tidak ada negosiasi,” tegas Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol. Rifai Sinambela saat menggelar konferensi pers di Mapolda Riau, kemarin.

“Mereka akan dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,” imbuhnya.

Kepolisian bertindak tegas karena para mahasiswa yang umumnya berasal dari Makassar itu berulang kali berbuat keributan.
Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat

Pada Sabtu (21/11/2015) malam lalu, hanya selang beberapa jam setelah menginjakkan kaki di Pekanbaru, mereka bikin rusuh di depan Gelanggang Remaja, Jl Jenderal Sudirman, Pekanbaru, karena merasa tidak disambut dengan baik oleh panitia lokal. Mereka memblokir jalan dan merusak sejumlah fasilitas umum.

Keesokan harinya, Minggu malam hingga Senin dini hari, mereka kembali berulah. Para mahasiswa itu bentrok dengan panitia lokal yang mengakibatkan sedikitnya empat orang terluka. Bahkan salah satu mahasiswa Riau yang merupakan panitia lokal terluka dengan punggung tertancap anak panah.

Pada Senin pagi, kepolisian bergerak dengan menggelar razia besar-besaran di tiga lokasi menginap massa mahasiswa penggembira Kongres HMI, yakni Gelanggang Remaja di Jl Jenderal Sudirman, kompleks Purna MTQ juga di Jl Jenderal Sudirman, dan kampus Universitas Riau di Jl Pattimura, Gobah. Sekitar 400 polisi dikerahkan.

Hasilnya, aparat kepolisian menemukan puluhan senjata dari berbagai jenis, seperti badik, parang, keris, pisau cutter, ketapel, senjata api rakitan, serta benda-benda berbahaya seperti korek api berbentuk senjata api dan tiga botol diduga berisi racun untuk anak panah.

Polisi mengamankan delapan mahasiswa dan menetapkan mereka sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam dan benda-benda berbahaya lainnya. Empat orang diringkus di Gelanggang Remaja.

Mereka itu berinisial HA, JS, AK, dan DA. Sedangkan empat orang lainnya, yakni MA, alias A, Y alias Y, ML, dan AY diamankan di kampus Unri Gobah. “Selain asal Makassar, ada satu yang mengaku dari Ambon,” ujar Kombes Pol. Rifai Sinambela.

Penemuan beragam senjata itu bikin polisi geleng-geleng kepala. Apalagi mereka itu berstatus mahasiswa, kaum intelektual. Mereka dicurigai datang ke Pekanbaru sengaja untuk membuat rusuh selama penyelenggaraan Kongres HMI.

"Kita belum dapat memastikan motif mereka membawa senjata tajam itu. Tapi yang jelas dengan mereka memiliki senjata itu sudah menyalahi aturan," ujar Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol. Aries Syarief Hidayat.

Dari sederetan barang bukti yang diperlihatkan kepada pers, keberadaan tiga botol berisi cairan cukup menarik perhatian. Diduga cairan itu merupakan racun, yang digunakan dengan cara diolesi ke senjata tajam.

Belum diketahui apakah itu racun yang menempel pada anak panah yang menancap di punggung panitia lokal, seorang mahasiswa UIN Suska Pekanbaru, saat bentrok Minggu malam. “Cairan itu masih akan diteliti dulu di laboratorium, apakah benar racun atau apa,” jelas Kapolresta.

Ia menambahkan, guna memastikan identitas delapan tersangka, terutama apakah benar mahasiswa, kepolisian akan mengecek langsung ke universitas yang diaku masing-masing pelaku.


Seusai razia besar-besaran itu, ribuan mahasiswa yang tinggal sementara di Gelanggang Remaja dikumpulkan di halaman untuk diberi pengarahan. Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol. Aries Syarief Hidayat mengatakan aksi oknum-oknum anggota HMI itu telah di luar batas kewajaran.

Mesi begitu, Kapolresta mempercayai bahwa perbuatan tak terpuji itu dilakukan oleh sebagian kecil mahasiswa dan tidak mempresentasikan massa HMI asal Sulawesi secara keseluruhan.

Ia berpesan kepada seluruh peserta Kongres HMI agar berkegiatan dengan baik. Jangan sampai berbuat ulah, apalagi melakukan tindakan kekerasan. "Masyarakat Pekanbaru cinta damai," ucapnya.

Membantah

Koordinator rombongan massa HMI Makassar, Yusuf mengakui polisi menemukan sejumlah senjata tajam dan benda-benda berbahaya lainnya dari tempat menginap di kampus Unri Gobah. Tapi ia membantah rekan-rekannya terlibat keributan pada Minggu malam, yang melukai seorang panitia lokal, sehingga mendorong kepolisian bertindak tegas.

"Yang semalam itu tidak ada kaitannya sama HMI Cabang Makasar. Kawan-kawan tetap terkonsentrasi di kampus Unri. Tidak ada yang keluar dari kampus,” ucapnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Yusuf membantah para mahasiswa dalam rombongannya sengaja menyiapkan senjata tajam untuk membuat rusuh ke Kongres HMI di Pekanbaru. Ia juga membantah teman-temannya sebagai rombongan liar di arena Kongres HMI. “Kami terkoordinir. Kami tidak rombongan liar. Semua kader HMI punya hak terlibat dalam kongres,” kata dia.

Berbagai kejadian yang memalukan, termasuk ulah rombongan peserta kongres tak membayar tagihan makanan dan minuman Rp 12 juta di RM Umega, Inhu, telah menampar para petinggi HMI. Pengurus Besar (PB) HMI mengakui keteledorannya dan menyebut persiapan kongres yang minim.

Tidak hanya dari PB saja, Ketua Majelis Pengawasan dan Konsultasi (MPK) HMI, dan Ketua I Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) pun turut meminta maaf. Permintaan maaf ini mereka sampaikan kepada media di sebuah hotel di Pekanbaru, Senin malam.

"Kami dari HMI memohon maaf sebesar-besarnya. Kami sadar yang seharusnya yang dilakukan HMI, dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung," ujar Ketua MPK HMI M Yusuf.

Kerusuhan dan keonaran yang dilakukan oleh oknum Mahasiswa HMI Cabang Makasar juga mengundang rasa bersalah Ketua I Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan, Mansyur HS. "Kami mohon maaf, terkait tingkah laku adik-adik dari Sulawesi selatan," ujar Mansyur.***


(Tribun Pekanbaru Cetak/Iam/Uha/Antara)
 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Hukrim

Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru

Rabu, 22 April 2026 - 23:06:20 WIB

PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.

Hukrim

287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar

Rabu, 08 April 2026 - 16:30:00 WIB

Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.

Hukrim

Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata

Ahad, 01 Februari 2026 - 19:00:00 WIB

RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.

Hukrim

Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau

Selasa, 23 Desember 2025 - 06:58:22 WIB

RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.

Hukrim

Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum

Sabtu, 05 Juli 2025 - 21:50:31 WIB

KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.

Hukrim

Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus

Kamis, 05 Juni 2025 - 22:11:19 WIB

KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Momen Kapolda Riau Dampingi Putra Ferdy Sambo Usai Dilantik Jadi Perwira Polri
23 Juli 2026
Islam Memandang Pelestarian Alam sebagai Upaya Menyelamatkan Nyawa Manusia
23 Juli 2026
PUPR Pekanbaru Gesa Normalisasi Drainase Awal Bross, Genangan Ditargetkan Berkurang
23 Juli 2026
Pekan Ini Ketua RT/RW Terpilih di Pekanbaru Mulai Dilantik
23 Juli 2026
Nanik Mundur, Sudaryono Dikabarkan Dilantik Jadi Kepala BGN Siang Ini
23 Juli 2026
Trump Ancam Bombardir Infrastruktur Vital Iran
23 Juli 2026
Tekan Angka Kecelakaan Kerja, Disnakertrans Riau Segera Bentuk Dewan K3
22 Juli 2026
Pemprov Riau dan Pemko Pekanbaru Bersinergi Tangani Persoalan Banjir di Jalan Sudirman
22 Juli 2026
Pelajaran dari Kekeringan Tujuh Tahun pada Masa Nabi Yusuf dalam Alquran
22 Juli 2026
Prabowo ke Perwira TNI-Polri: Pangkat adalah Amanah dan Kepercayaan Rakyat
22 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Momen Kapolda Riau Dampingi Putra Ferdy Sambo Usai Dilantik Jadi Perwira Polri
  • 2 Islam Memandang Pelestarian Alam sebagai Upaya Menyelamatkan Nyawa Manusia
  • 3 PUPR Pekanbaru Gesa Normalisasi Drainase Awal Bross, Genangan Ditargetkan Berkurang
  • 4 Pekan Ini Ketua RT/RW Terpilih di Pekanbaru Mulai Dilantik
  • 5 Nanik Mundur, Sudaryono Dikabarkan Dilantik Jadi Kepala BGN Siang Ini
  • 6 Trump Ancam Bombardir Infrastruktur Vital Iran
  • 7 Tekan Angka Kecelakaan Kerja, Disnakertrans Riau Segera Bentuk Dewan K3

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com