• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3087 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3060 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3047 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3046 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3047 Kali

  • Home
  • Opini

Opini

Berkaca dari Bantuan Asing pada Bencana Asap di Riau 2005

Redaksi Radarpku

Jumat, 09 Oktober 2015 11:09:12 WIB
Cetak
Berkaca dari Bantuan Asing pada Bencana Asap di Riau 2005
Chaidir Anwar Tanjung, adalah wartawan senior yang berdomisili di Pekanbaru, Riau.

RADARPEKANBARU.COM- Setelah sempat menolak, pemerintah Jokowi akhirnya menerima bantuan asing untuk menanggulangi kebakaran lahan dan hutan. Adalah Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan yang pada Rabu 7 Oktober memposting di Facebook bahwa Indonesia bersedia menerima bantuan mereka.

Singapura menawarkan bantuan berupa peralatan pemadaman, baik dalam bentuk helikopter ataupun pesawat untuk modifikasi cuaca dan bom air, citra satelit dan tim asistensi.

Bantuan asing yang datang menjelang musim penghujan ini mengingatkan saya pada era tahun 2005 saat Riau dikepung kebakaran lahan hebat. Langit Riau jauh lebih buruk dibanding kebakaran yang terjadi tahun 2015 ini.

Kala itu, bantuan asing berdatangan ke Bumi Lancang Kuning. Pemerintah Indonesia saat itu seakan pasrah tak bisa berbuat apa-apa. Tawaran asing diterima, baik dari Australia, Malaysia dan Singapura.

Dua negara tetangga kala itu tak hanya mengirimkan peralatannya. Tapi pasukan daratnya juga diboyong ke Riau. Malaysia dikenal dengan pasukan pemadam apinya dengan sebutan Bomba.

Aparat kedua negara ini bergabung dalam tim Satgas Penanggulangan Bencana Kebakaran Lahan dan Hutan di Riau. Kedatangan mereka ke Riau bak pahlawan. Sepintas mereka seperti pahlawan yang menyelamatkan jutaan rakyat Indonesia yang menghirup asap.

Tim Indonesia yang sudah berjibaku lebih awal, di tengah kepungan api, seakan redup dari pemberitaan media asing, termasuk media di Indonesia.

Tim asing ini dikirim ke titik-titik lokasi kebakaran lahan yang menyebar. Saat itu, saya bersama sejumlah rekan media nasional pergi ke Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Di sana titik api paling parah.

Kami menyaksikan langsung bagaimana tim Satgas Indonesia, terdiri dari TNI/Polri dan Manggala Agni dan masyarakat, berjibaku memadamkan api. Bukan hal yang gampang. Jika tak punya pengalaman, tak bakalan bisa.

Tim Indonesia sudah terbiasa jeli. Mereka memadamkan dengan melihat dari mana arah mata angin, dan mana bagian ekor api, dan mana bagian lidah api. Semua harus cermat dan matang. Bila salah memadamkan, api bukannya hilang, tapi bisa malah membesar.

Jarih payah tim Indonesia di tengah kobaran api yang tingginya dua kali lipat dari tubuh tim itu sendiri, harus kita acungi jempol. Mereka memadamkan tak kenal lelah, siang dan malam. Jilatan api bisa mereka padamkan walau hanya mengandalkan mesin semprot air ala kadarnya.

Melihat api yang berkobar di tengah teriknya matahari,  tim asing tak berani berdiri di garda depan. Tim asing berada di bagian belakang. Mereka seakan tak menyangka kebakaran lahan begitu dahsyatnya. Belum lagi mereka berhadapan dengan asap yang bisa membuat jatuh pingsan.

Kita harus akui, tim Indonesia jauh lebih paham akan daerahnya sendiri untuk melakukan pemadaman. Jilatan api yang begitu menyala, bisa mereka taklukkan. Setelah api padam, tersisa bara api, barulah tim asing masuk untuk meneruskan melakukan pemadaman.

Sedangkan tim Indonesia segera meninggalkan lokasi yang apinya sudah bisa dijinakkan. Tim Satgas kita kembali mencari titik kobaran api. Begitu api bisa dipadamkan tim Indonesia, barulah tim asing kembali memadamkan sisanya. Begitulah seterusnya.

Di sinilah letaknya  propaganda media asing. Mereka lebih memilih jepretan foto pada tim Malaysia dan Singapura. Kesannya, merekalah yang melakukan pemadaman. Seolah mereka menjadi superhero di Indonesia.

Padahal fakta di lapangan, sesungguhnya garda depan dalam pemadaman kebakaran lahan tetap TNI/Polri dan rakyat Indonesia.

Tak sampai sepekan tim asing ikut dalam pemadaman, mereka pun jatuh sakit. Tim Bomba Malaysia ada yang jatuh pingsan kena kepungan asap. Mereka mengalami sesak nafas karena memang pengalaman mereka belum sebanding dengan rakyat Indonesia. Tim asing sempat dievakuasi dari lokasi kebakaran lahan ke Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan.

Melihat fakta itu juga bahwa sesungguhnya tim asing tidak terlalu banyak bisa berbuat, meski kita tetap menghargai kontribusi mereka. Pemerintah Indonesia sejak saat itu berhati-hati terhadap berbagai tawaran asing bila terjadi kebakaran lahan.

Kini, tawaran asing kembali diterima. Walau saat ini bantuan yang ditawarkan sejumlah peralatan, minus tim darat. Tapi perlu diingat, sekalipun ada bantuan heli untuk membuat bom air, itu juga bukanlah upaya maksimal. Pemadaman lewat water bombing bukan jalan satu-satunya untuk memadamkan lahan gambut yang menyimpan bara api di perutnya. Tim darat tetap tulang punggung dalam menghentikan api.

Kita tentunya tidak mau kedatangan bantuan asing lantas membenamkan perjuangan anak bangsa sendiri. Terlebih aparat TNI dan Polri,  jerih payah mereka tak bisa dilupakan begitu saja. Tim Manggala Agni, masyarakat termasuk tim pemadam berbagai perusahaan yang ada selama ini bekerja, yang  tak kenal lelah berjibaku melawan si jago merah, juga tak bisa diabaikan begitu saja. Masyarakat Indonesia harus tetap menempatkan anak bangsa sendiri sebagai pahlawan dalam penanggulangan bencana kebakaran lahan dan hutan.

Tahun ini kebakaran yang sama tak hanya terjadi di Riau semata. Di Kalimatan, Sumsel, Jambi yang dulunya nol titik api, kini justru titik api jauh lebih banyak ketimbang Riau. Jika saja pemerintah Jokowi sejak awal lebih serius menanggulangi, mustahil api tak bisa dipadamkan. Sebab sesungguhnya kita sendiri yang lebih paham soal penanggulangan kebakaran lahan tersebut.

Keputusan pemerintah Jokowi yang akhirnya menerima bantuan asing jangan sampai membuat kita lupa pada jasa para Satgas kita sendiri.

Selamat bertugas Tim Satgas Indonesia. Bravo!

Penulis : Chaidir Anwar Tanjung, adalah wartawan senior yang berdomisili di Pekanbaru, Riau.


(cha/nrl/dtk)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Opini

Be Happy: Era Digital Pajak Indonesia Menuju Masa Depan yang Cemerlang

Senin, 11 Agustus 2025 - 16:43:12 WIB

Oleh Ahmad ZayyadiMahasiswa Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Suska.

Opini

RUU Perampasan Aset: Menanti Pedang Keluar dari Sarung

Ahad, 04 Mei 2025 - 07:31:35 WIB

Oleh: Azmi bin RozaliDi tengah kian merosotnya kepercayaan publik terhada.

Opini

Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan Digital

Rabu, 30 April 2025 - 20:18:01 WIB

Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan DigitalOl.

Opini

Harmonis Kepala Daerah dan Wakil

Sabtu, 15 Maret 2025 - 07:12:10 WIB

Harmonis Kepala Daerah dan WakilOleh: Azmi bin RozaliDalam .

Opini

Tantangan dan Peluang Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi di Kelas

Senin, 10 Juni 2024 - 22:41:34 WIB

Pendidikan merupakan kunci kemajuan bangsa. Kualitas pendidikan yan.

Opini

Model pembelajaran diferensiasi dalam konteks kurikulum merdeka menawarkan pendidikan yang lebih adaptif, Inklusif, dan berdaya saing.

Senin, 10 Juni 2024 - 19:47:18 WIB

KURIKULUM MERDEKA HADIR DENGAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI, MENDORONG PENDIDIKAN YANG LEBIH INKL.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Warga Binaan Lapas Kelas IIA Pekanbaru Melarikan Diri
25 Juli 2026
Pemprov Riau Percepat Implementasi SP2D Online, Pembayaran Gaji ASN Kini Lebih Cepat
25 Juli 2026
Agung Nugroho Lantik 39 Pejabat, Ini Nama-namanya
25 Juli 2026
Dosa kepada Sesama Manusia Cenderung Lebih Rumit, Begini Kata Imam Al Ghazali
25 Juli 2026
Putusan MK soal Kuota Hangus Terobosan Menuju Keadilan Digital
25 Juli 2026
China Kecam Tarif Baru AS, Peringatkan Bahaya Perang Dagang
25 Juli 2026
Mahasiswa FBN Unri Ajarkan Public Speaking dan Kesadaran Keuangan di SMPN 37 Pekanbaru
24 Juli 2026
11 Tersangka, 22 Motor: Polisi Bongkar Komplotan Curanmor di Pekanbaru
24 Juli 2026
Demokrat Kampar Rayakan HUT ke-25 dengan Kemah dan Aksi Peduli Lingkungan di Sungai Subayang
24 Juli 2026
Jadwal Pembangunan Flyover Simpang Panam Belum Ada Kepastian
24 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Pekanbaru Melarikan Diri
  • 2 Pemprov Riau Percepat Implementasi SP2D Online, Pembayaran Gaji ASN Kini Lebih Cepat
  • 3 Agung Nugroho Lantik 39 Pejabat, Ini Nama-namanya
  • 4 Dosa kepada Sesama Manusia Cenderung Lebih Rumit, Begini Kata Imam Al Ghazali
  • 5 Putusan MK soal Kuota Hangus Terobosan Menuju Keadilan Digital
  • 6 China Kecam Tarif Baru AS, Peringatkan Bahaya Perang Dagang
  • 7 Mahasiswa FBN Unri Ajarkan Public Speaking dan Kesadaran Keuangan di SMPN 37 Pekanbaru

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com