• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 1882 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4207 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4210 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4167 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4280 Kali

  • Home
  • Opini

Workshop P2KP, "Urbanisasi Berpotensi Ciptakan Wilayah Kumuh"

Redaksi Radarpku

Kamis, 30 Juli 2015 15:06:44 WIB
Cetak
Workshop P2KP,

RADARPEKANBARU.COm - Pekanbaru menjadi sasaran urbanisasi bagi warga di sekitarannya bahkan dari provinsi lain. Itu terlihat dari pertumbuhan penduduk kota pekanbaru yang sangat siknifikan. Pertumbuhan bukan lantaran kelahiran melainkan faktor urbanisasi.

Ketua tim leader Program Peningkatan Kualitas Pemukiman (P2KP) yang dulu dikenal dengan PNPM Mandiri, Ir. M. Irvan, menuturkan, faktor urbanisasi masyarakat dari luar Pekanbaru sangat berpotensi membuat kota ini menjadi kawasan kumuh.

Sejauh ini dari 58 kelurahan di Pekanbaru terdapat sebanyak 19 kelurahan menjadi kawasan kumuh berat dan mejadi skala prioritas untuk di tangani agar bebas dari label kawasan kumuh.

Banyak faktor menjadikan wilayah menjadi kawasan kumuh lantaran kurangnya kesadaran dan kepekaan masyarakat akan arti penting terhindar dari kumuh pada lingkungan. Seperti kehidupan kosan yang tidak memperhatikan kebersihan.

Faktor ekonomi juga ikut ambil bagian penyumbang wilayah menjadi kumuh. Lantaran ekonomi masyarakat yang datang secara urbanisasi memilih hidup kos kosan.

Di tempat kosan mereka tidak peduli dengan kebersihan. Sampah keluarga dibuang sembarangan. Begitu juga masyarakat yang berada di pinggiran drainae dan sungai.

Tidak peduli dengan kondisi alam sehingga lakukan yang tidak patut. Seperti membuang sampah, sehingga drainse menjadi tersumbat dan dan sungai juga tercemar, kata Irvan.

"Pertumbuhan penduduk perkotaan sering terjadi lewat urbanisasi atau migrasi antar kota serta pertumbuhan penduduk secara alami menjadi penyumbang terbesar tumbuhnya kawasan kawasan kumuh di Perkotaan," jelaskanya.

Dari itu, kata Irvan, perlu dan harus untuk segera ditangani. Jika tidak, maka kawasan Kumuh di Pekanbaru bisa meluas. Sekarang saja 19 kawasan kumuh yang sudah di petakan, baru sebatas pada kawasan kumuh dengan kategori berat, dan itu berdasarkan SK kawasan kumuh yang di tandatangani walikota. Belum lagi kawasan kumuh ringan yang belum terdeteksi, ungkapnya.

Menurut Irvan, ada beberapa indikator menjadi kriteria suatu kawasan dapat di kategorikan sebagai kawasan kumuh, diantaranya dilihat dari segi bangunan gedung, seperti: ketidak teraturan dalam dimensi, orientasi dan bentuk. Sisi jalan lingkungan, seperti:  kondisi permukaan jalan yang tidak dapat dilalui kendaraan dengan aman dan nyaman. kategori drainase lingkungan, kategori pengelolaan air limbah, pengelolaan persampahan, dan penanganan kebakaran, paparannya dalam kegiatan workshop P2KP, kamis (30/7).

Di tegaskan Irvan, bersama dengan tim, P2KP dibawah bidang Pengawasan Kawasan Penanganan Penduduk dan Bangunan Dinas Ciptakarya Riau, akan lakukan segala yang patut dari amanah yang di emban untuk lakukan kegiatan dan program mengeluarkan kawasan kumuh menjadi kawasan bersih dan layak.

Masterplane juga telah disiapkan sebagai langkah penanganan kawasan kumuh, bukan hanya untuk kawasan Pekanbaru tapi juga di kabupaten lainya. Agar terwujudnya 100.0.100. Artinya, 100 persen akses air minum yang layak, 0, persen Kawasan Kumuh dan 100 persen sanitasi atau Pengembangan infrastruktur di Pedesaan, jelaskannya. (ram)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Opini

Be Happy: Era Digital Pajak Indonesia Menuju Masa Depan yang Cemerlang

Senin, 11 Agustus 2025 - 16:43:12 WIB

Oleh Ahmad ZayyadiMahasiswa Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Suska.

Opini

RUU Perampasan Aset: Menanti Pedang Keluar dari Sarung

Ahad, 04 Mei 2025 - 07:31:35 WIB

Oleh: Azmi bin RozaliDi tengah kian merosotnya kepercayaan publik terhada.

Opini

Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan Digital

Rabu, 30 April 2025 - 20:18:01 WIB

Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan DigitalOl.

Opini

Harmonis Kepala Daerah dan Wakil

Sabtu, 15 Maret 2025 - 07:12:10 WIB

Harmonis Kepala Daerah dan WakilOleh: Azmi bin RozaliDalam .

Opini

Tantangan dan Peluang Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi di Kelas

Senin, 10 Juni 2024 - 22:41:34 WIB

Pendidikan merupakan kunci kemajuan bangsa. Kualitas pendidikan yan.

Opini

Model pembelajaran diferensiasi dalam konteks kurikulum merdeka menawarkan pendidikan yang lebih adaptif, Inklusif, dan berdaya saing.

Senin, 10 Juni 2024 - 19:47:18 WIB

KURIKULUM MERDEKA HADIR DENGAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI, MENDORONG PENDIDIKAN YANG LEBIH INKL.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun
25 September 2026
Salah Satunya Pahala Syahid, Ini 5 Hukum Khusus Terkait Korban Jiwa Tenggelam Menurut Islam
25 September 2026
PNS Pemprov Riau Diduga Gelapkan Uang Pensiunan Guru Rp524 Juta
25 September 2026
34 kilometer Jalan di Kota Pekanbaru Sudah Dioverlay
25 September 2026
Pemko Pekanbaru Buka Posko Pengaduan Perubahan Desil
25 September 2026
Calon Gubernur Peru Tewas Ditembak Saat Kampanye
25 September 2026
Belanja Riau Naik Rp56,63 Miliar, Efisiensi Jadi Kunci APBD Perubahan 2026
24 September 2026
Hujan Diprakirakan Guyur Sebagian Besar Wilayah Riau Sore hingga Malam Hari
24 September 2026
Pemko Pekanbaru Siapkan Subsidi DP dan Bunga Kredit Rumah bagi Warga
24 September 2026
Jangan Terlalu Memuji Orang , Lalu Harus Bagaimana? Ingat Selalu Pesan Rasulullah SAW Ini
24 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun
  • 2 Salah Satunya Pahala Syahid, Ini 5 Hukum Khusus Terkait Korban Jiwa Tenggelam Menurut Islam
  • 3 PNS Pemprov Riau Diduga Gelapkan Uang Pensiunan Guru Rp524 Juta
  • 4 34 kilometer Jalan di Kota Pekanbaru Sudah Dioverlay
  • 5 Pemko Pekanbaru Buka Posko Pengaduan Perubahan Desil
  • 6 Calon Gubernur Peru Tewas Ditembak Saat Kampanye
  • 7 Belanja Riau Naik Rp56,63 Miliar, Efisiensi Jadi Kunci APBD Perubahan 2026

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com