• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 2314 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 2253 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 2285 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 2253 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 2263 Kali

  • Home
  • Opini

Workshop P2KP, "Urbanisasi Berpotensi Ciptakan Wilayah Kumuh"

Redaksi Radarpku

Kamis, 30 Juli 2015 15:06:44 WIB
Cetak
Workshop P2KP,

RADARPEKANBARU.COm - Pekanbaru menjadi sasaran urbanisasi bagi warga di sekitarannya bahkan dari provinsi lain. Itu terlihat dari pertumbuhan penduduk kota pekanbaru yang sangat siknifikan. Pertumbuhan bukan lantaran kelahiran melainkan faktor urbanisasi.

Ketua tim leader Program Peningkatan Kualitas Pemukiman (P2KP) yang dulu dikenal dengan PNPM Mandiri, Ir. M. Irvan, menuturkan, faktor urbanisasi masyarakat dari luar Pekanbaru sangat berpotensi membuat kota ini menjadi kawasan kumuh.

Sejauh ini dari 58 kelurahan di Pekanbaru terdapat sebanyak 19 kelurahan menjadi kawasan kumuh berat dan mejadi skala prioritas untuk di tangani agar bebas dari label kawasan kumuh.

Banyak faktor menjadikan wilayah menjadi kawasan kumuh lantaran kurangnya kesadaran dan kepekaan masyarakat akan arti penting terhindar dari kumuh pada lingkungan. Seperti kehidupan kosan yang tidak memperhatikan kebersihan.

Faktor ekonomi juga ikut ambil bagian penyumbang wilayah menjadi kumuh. Lantaran ekonomi masyarakat yang datang secara urbanisasi memilih hidup kos kosan.

Di tempat kosan mereka tidak peduli dengan kebersihan. Sampah keluarga dibuang sembarangan. Begitu juga masyarakat yang berada di pinggiran drainae dan sungai.

Tidak peduli dengan kondisi alam sehingga lakukan yang tidak patut. Seperti membuang sampah, sehingga drainse menjadi tersumbat dan dan sungai juga tercemar, kata Irvan.

"Pertumbuhan penduduk perkotaan sering terjadi lewat urbanisasi atau migrasi antar kota serta pertumbuhan penduduk secara alami menjadi penyumbang terbesar tumbuhnya kawasan kawasan kumuh di Perkotaan," jelaskanya.

Dari itu, kata Irvan, perlu dan harus untuk segera ditangani. Jika tidak, maka kawasan Kumuh di Pekanbaru bisa meluas. Sekarang saja 19 kawasan kumuh yang sudah di petakan, baru sebatas pada kawasan kumuh dengan kategori berat, dan itu berdasarkan SK kawasan kumuh yang di tandatangani walikota. Belum lagi kawasan kumuh ringan yang belum terdeteksi, ungkapnya.

Menurut Irvan, ada beberapa indikator menjadi kriteria suatu kawasan dapat di kategorikan sebagai kawasan kumuh, diantaranya dilihat dari segi bangunan gedung, seperti: ketidak teraturan dalam dimensi, orientasi dan bentuk. Sisi jalan lingkungan, seperti:  kondisi permukaan jalan yang tidak dapat dilalui kendaraan dengan aman dan nyaman. kategori drainase lingkungan, kategori pengelolaan air limbah, pengelolaan persampahan, dan penanganan kebakaran, paparannya dalam kegiatan workshop P2KP, kamis (30/7).

Di tegaskan Irvan, bersama dengan tim, P2KP dibawah bidang Pengawasan Kawasan Penanganan Penduduk dan Bangunan Dinas Ciptakarya Riau, akan lakukan segala yang patut dari amanah yang di emban untuk lakukan kegiatan dan program mengeluarkan kawasan kumuh menjadi kawasan bersih dan layak.

Masterplane juga telah disiapkan sebagai langkah penanganan kawasan kumuh, bukan hanya untuk kawasan Pekanbaru tapi juga di kabupaten lainya. Agar terwujudnya 100.0.100. Artinya, 100 persen akses air minum yang layak, 0, persen Kawasan Kumuh dan 100 persen sanitasi atau Pengembangan infrastruktur di Pedesaan, jelaskannya. (ram)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Opini

Be Happy: Era Digital Pajak Indonesia Menuju Masa Depan yang Cemerlang

Senin, 11 Agustus 2025 - 16:43:12 WIB

Oleh Ahmad ZayyadiMahasiswa Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Suska.

Opini

RUU Perampasan Aset: Menanti Pedang Keluar dari Sarung

Ahad, 04 Mei 2025 - 07:31:35 WIB

Oleh: Azmi bin RozaliDi tengah kian merosotnya kepercayaan publik terhada.

Opini

Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan Digital

Rabu, 30 April 2025 - 20:18:01 WIB

Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan DigitalOl.

Opini

Harmonis Kepala Daerah dan Wakil

Sabtu, 15 Maret 2025 - 07:12:10 WIB

Harmonis Kepala Daerah dan WakilOleh: Azmi bin RozaliDalam .

Opini

Tantangan dan Peluang Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi di Kelas

Senin, 10 Juni 2024 - 22:41:34 WIB

Pendidikan merupakan kunci kemajuan bangsa. Kualitas pendidikan yan.

Opini

Model pembelajaran diferensiasi dalam konteks kurikulum merdeka menawarkan pendidikan yang lebih adaptif, Inklusif, dan berdaya saing.

Senin, 10 Juni 2024 - 19:47:18 WIB

KURIKULUM MERDEKA HADIR DENGAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI, MENDORONG PENDIDIKAN YANG LEBIH INKL.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Aktivasi Akun SPMB Riau Tembus 68.322, Disdik Ingatkan Jangan Tunda Pendaftaran
11 Juni 2026
Pemprov Riau Kembali Bangun Sekolah Rakyat, Lokasinya di Rohul dan Rohil
11 Juni 2026
Pemko Pekanbaru Fokus Perbaiki Saluran dan Normalisasi Sungai untuk Antisipasi Banjir
11 Juni 2026
Tahun Baru Islam Sebentar Lagi, Ini Keutamaan Bulan Muharram
11 Juni 2026
Survei Adidaya Institute: Prabowo Capres Terpopuler 2029, KDM dan AHY Nyodok Cawapres
11 Juni 2026
AS Blokir Jaringan Pengadaan Senjata Iran di China dan Hong Kong
11 Juni 2026
Polda Riau Sita 6,94 Kilogram Sabu dan 969 Cartridge Etomidate
10 Juni 2026
Eks Ajudan Sekwan Pekanbaru Divonis 3 Tahun Penjara dalam Kasus Perintangan Penyidikan Korupsi
10 Juni 2026
Harga Pertamax Riau Menjadi yang Termahal di Indonesia
10 Juni 2026
Kisah Tragis Pengkhianat Rasulullah, Jasadnya Ditolak Bumi Berkali-kali
10 Juni 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Aktivasi Akun SPMB Riau Tembus 68.322, Disdik Ingatkan Jangan Tunda Pendaftaran
  • 2 Pemprov Riau Kembali Bangun Sekolah Rakyat, Lokasinya di Rohul dan Rohil
  • 3 Pemko Pekanbaru Fokus Perbaiki Saluran dan Normalisasi Sungai untuk Antisipasi Banjir
  • 4 Tahun Baru Islam Sebentar Lagi, Ini Keutamaan Bulan Muharram
  • 5 Survei Adidaya Institute: Prabowo Capres Terpopuler 2029, KDM dan AHY Nyodok Cawapres
  • 6 AS Blokir Jaringan Pengadaan Senjata Iran di China dan Hong Kong
  • 7 Polda Riau Sita 6,94 Kilogram Sabu dan 969 Cartridge Etomidate

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com