• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3487 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3469 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3439 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3499 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3456 Kali

  • Home
  • Riau

Mengenang Tradisi Main Meriam Bambu di Pangkalanbaru,Kec.Siak Hulu,Kampar-Riau

Redaksi Radarpku

Ahad, 12 Juli 2015 22:09:58 WIB
Cetak
Mengenang Tradisi Main Meriam Bambu di Pangkalanbaru,Kec.Siak Hulu,Kampar-Riau
Anak-anak Desa Pangkalanbaru, Kec.Siak Hulu, Kampar-Riau Bermain Meriam Bambu (Dok.09 Juli 2013)

SIAKHULU - Di Riau banyak permainan rakyat yang sebenarnya akan muncul dengan sendirinya apabila memasuki Bulan Ramadan. Salah satunya adalah permainan meriam bambu.

Sebelum adanya kembang api dan mercon seperti seperti sekarang,permainan meriam bambu ini, dulunya sangat dinanti-nanti. Bagaimana tidak, momen untuk permainan meriam bambu ini hanya ada pada Bulan Ramadan (bulan puasa) saja. Itu artinya, untuk memainkan meriam bambu, harus menunggu satu tahun.

Di perkampungan di Desa Pangkalanbaru,Kecamatan Siakhulu,Kampar-Riau, dulunya meriam bambu banyak ditemukan. Terlebih apabila memasuki 27 puasa (tujuh likur). Dimana saat itu seluruh masyarakat akan membakar tempurung kelapa yang di susun berdiri dan di bakar, menghiupkan obor serta lampu colok yang diletakkan di sepanjang jalan. Mulai malam 27 puasa hingga momen takbiran akan semakin terasa meriah karena selain terlihat api penerang jalan dimana-mana, juga terlihat anak-anak dengan berbagai permainannya. Salah satunya anak yang sedang bermain meriam bambu.

Mereka bermain di rumah masing-masing, seolah-olah sedang berlawanan sama meriam bambu milik anak tetangga. Mereka akan senang ketika meriam bambu miliknya memiliki bunyi yang sangat kuat.

Untuk membuat meriam bambu tidaklah susah. Cukup mencari bambu dengan ukuran besar. Bambu besar ini dipotong sepanjang 2 - 5 meter (tergantung selera pemilik meriam bambu itu), uas-uas bambu dibolongi dari depan namun harus disisakan satu uas agar minyam yang dipakai tidak mengalir keluar (selain itu kalau semua uas nya dibolongi meriam tidak akan bisa digunakan). Pembolongan uas ini menggunakan kayu bulat.

Bagian pangkal uas bambu, dibuat lubang sebesar jempol tangan. Bentuknya bisa bulat maupun persegi. Lubang ini digunakan untuk meniupkan api yang nantinya akan membuat bunyi meriam bambu.

Setelah meriam bambu siap digunakan, tinggal memasukkan minyak tanah. Guna membuat api dalam meriam bambu bertahan lama, biasanya anak-anak akan memasukkan kertas, dan kain bekas. Ada hal unik yang biasanya dipercayai anak-anak dalam bermain meriam bambu. Yaitu, untuk membuat bunyi yang kuat, terkadang mereka memasukkan garam, dan cabe kering (entah dimana korelasi antara bunyi yang kuat dengan garam dan cabe).

Tidak butuh waktu yang lama, cukup sekitar 3-5 menit ketika sudah dipanaskan, meriam bambu akan mulai berbunyi. Semakin panas bambu, biasanya semakin kuat bunyinya. Tak jarang pula, meriam bambu ini pecah setelah beberapa kali dibunyikan.

Selain terbuat dari bambu, biasanya ada juga yang membuat meriam ini dari kaleng bekas, seperti kaleng baygon semprot, kaleng pewangi ruangan semprot dan kaleng lain sejenisnya. Meriam kaleng yang dibuat mirip dengan meriam bambu ini akan cepat berbunyi karena kalengnya mudah dan cepat panas.

Namun, dari sisi keamanan, permainan ini sangat berbahaya. Dimana, tak jarang dari lubang yang digunakan untuk meniup api, malah keluar api. Api ini serta merta akan membakar alis, bulu mata, maupun rambut. Mata seketika menjadi perih, dengan bulu mata, alis, dan rambut keriting akibat tersulut api. Kepala bisa menjadi pusing. Terlebih bagi yang memainkan meriam kaleng, ketika kaleng-kaleng itu terlepas dari sambungannya orang yang ada di depan akan menjadi sasaran. Kaleng bisa saja menghantam orang di depan dan menyebabkan luka.

Selain itu pula, bagi yang menggunakan minyak bensin dalam permainan meriam bambu ini, sering mengalami kebakaran.

Tapi, seiring waktu berkembang, anak-anak sudah jarang memainkan meriam bambu ini. Sudah jarang pula terdengar lentum-lentam meriam saat malam 27 puasa. Anak-anak zaman sekarang sudah mulai meninggalkan permainan tradisional ini. Entah mereka tidak pernah tahu meriam bambu atau memang tidak ingin memaminkan permainan itu.(alam)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Riau

Peringatan HUT Koppsa-M ke-25 Tahun Dihadiri Wakil Bupati Kampar

Ahad, 16 Agustus 2026 - 15:31:45 WIB

KAMPAR — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Koperasi Produsen Petani Sawi.

Riau

Misteri Belasan Jeriken Di Minibus Yang Picu Kebakaran SPBU Pelalawan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:49:24 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Kebakaran hebat melanda sebuah .

Riau

Bapenda Pekanbaru Minta Warga Segera Bayar PBB, Paling Lambat Akhir Agustus

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:45:21 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Kepala Badan Pendapatan Daerah .

Riau

Wako Pastikan Kebijakan HGB STC Berjalan Sesuai Aturan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:41:01 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Walikota Pekanbaru Agung Nugroh.

Riau

DPRD Riau Umumkan Anggota KI dan KPID Terpilih, Ini Daftarnya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:06:29 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah .

Riau

Ekonomi Riau Tumbuh 4,75 Persen, DPRD Tegaskan Pemprov Tak Punya Andil Apa-apa

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:47:03 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Anggota DPRD Riau, Edi Basri, m.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Peringatan HUT Koppsa-M ke-25 Tahun Dihadiri Wakil Bupati Kampar
16 Agustus 2026
Misteri Belasan Jeriken Di Minibus Yang Picu Kebakaran SPBU Pelalawan
15 Agustus 2026
Bapenda Pekanbaru Minta Warga Segera Bayar PBB, Paling Lambat Akhir Agustus
15 Agustus 2026
Wako Pastikan Kebijakan HGB STC Berjalan Sesuai Aturan
15 Agustus 2026
Awalnya Hanya Segelas Miras, Berujung Zina dan Pembunuhan
15 Agustus 2026
Gempa M 7,7 di NTT Picu Kerusakan Bangunan
15 Agustus 2026
Trump Ingin Selat Hormuz jadi Wilayah AS
15 Agustus 2026
DPRD Riau Umumkan Anggota KI dan KPID Terpilih, Ini Daftarnya
14 Agustus 2026
CPNS Khusus Guru Bakal Dibuka Tahun Ini
14 Agustus 2026
Ekonomi Riau Tumbuh 4,75 Persen, DPRD Tegaskan Pemprov Tak Punya Andil Apa-apa
14 Agustus 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Peringatan HUT Koppsa-M ke-25 Tahun Dihadiri Wakil Bupati Kampar
  • 2 Misteri Belasan Jeriken Di Minibus Yang Picu Kebakaran SPBU Pelalawan
  • 3 Bapenda Pekanbaru Minta Warga Segera Bayar PBB, Paling Lambat Akhir Agustus
  • 4 Wako Pastikan Kebijakan HGB STC Berjalan Sesuai Aturan
  • 5 Awalnya Hanya Segelas Miras, Berujung Zina dan Pembunuhan
  • 6 Gempa M 7,7 di NTT Picu Kerusakan Bangunan
  • 7 Trump Ingin Selat Hormuz jadi Wilayah AS

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com