• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 2319 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 2258 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 2290 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 2258 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 2268 Kali

  • Home
  • Hukrim

Ketulusan Dahniar Merawat Bocah Korban Penyiksaan

Matanya Berkaca-kaca Saat Melihat Adit

Redaksi Radarpku

Rabu, 18 Desember 2013 22:49:23 WIB
Cetak
Matanya Berkaca-kaca Saat Melihat Adit
Adit (7) bocah korban kekerasan orangtuanya kondisinya mulai berangsur membaik setelah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Bangkinang, Kampar. Dahniar (jilbab pink). (Foto: Riau Pos)
Kampar,(radarpekanbaru.com)-Matanya berkaca-kaca saat melihat Adit yang sedang sibuk bermain dengan ekskavator mainannya. Sambil terus mengipaskan sobekan kardus air mineral, Dahniar memandang Adit dengan tatapan penuh kesedihan. Selasa (17/12), menjadi hari terakhir Dahniar mendampingi adit di rumah sakit umum daerah Bangkinang, Kampar.

Dahniar harus kembali pulang ke rumahnya di Avdeling IV, Kebun PTPN V Tandun. Di sana, dua anak kandungnya sudah menunggu sejak tiga hari lalu. Memang, sejak Ahad, Dahniar sibuk mengurus Adit mulai dari melaporkannya ke kantor polisi hingga mengantar dan mendampinginya di rumah sakit. Kedua anaknya pun terpaksa ditinggal sendiri di barak mereka yang berada di tengah perkebunan.

"Anak saya dua orang, yang paling kecil berumur 8 tahun. Dia ini yang menelpon saya setiap hari, minta saya agar segera pulang," ucap Dahniar kepada Riau Pos di RSUD Bangkinang, kemarin siang.

Berkali-kali Dahniar menunduk dan berkali-kali harus menatap Adit yang sibuk bermain di depannya. Sesekali tangannya mengusap rambut Adit. Terpancar kebimbangan dalam hatinya untuk meninggalkan Adit. Ketika keputusan pulang diambilnya, berarti dia harus meninggalkan bocah malang yang sejak kemarin tidak mau pisah darinya itu. Sebaliknya jika memilih tetap bertahan, berarti sama saja menelantarkan kedua anak kandungnya.

"Kalau saya tetap di sini, siapa yang mengurus anak saya. Bapaknya sudah tidak ada. Selama ini saya yang bekerja dan mengurus mereka sendiri," ucapnya dengan suara bergetar.

Air matanya tak terbendung lagi, ketika janda dua anak ini mulai menceritakan kondisi keluarganya. Tangannya dengan kulit yang terlihat lebih tua dari usianya, sesekali menghapus air bening yang jatuh di pipinya. Dia seolah tidak peduli dengan perawat mau pun orang-orang yang sejak pagi bergantian memenuhi ruangan tersebut untuk melihat kondisi Adit.

Bagaimana tidak, Dahniar ternyata seorang single parent yang hampir empat tahun menjalani hidup sebagai buruh harian lepas di kebun berplat merah itu. Ia membesarkan kedua buah hatinya dengan penuh keterbatasan. Meski begitu, ia masih bersyukur bisa tetap bertahan hidup bersama anak anaknya. "Ya, walaupun hidup pas-pasan, Alhamdulillah saya tetap bisa makan sama anak-anak,"  katanya dengan suara terbata-bata.

"Ibu, minum," rengek Adit menghentikan cerita wanita itu. Dahniar pun bergegas menyeka air matanya dengan jilbab merah jambu yang dikenakannya.

"Iya, nak. Minum? Minum yang mana, putih atau susu?" Dahniar balik bertanya.

Adit lalu menunjuk botol air mineral yang berada persis di samping Dahniar. Dahniar lalu mengambil minuman itu dan menyodorkan perlahan dan penuh kesabaran. Ya, Dahniar seolah tidak ingin melihat Adit merintih karena merasakan perih di bibirnya yang koyak.

"Aduh, pintar anak ibu, minumnya banyak. Nanti mimik susu ya kalau haus, biar Adit cepat sembuh," bujuknya. Suaranya sangat lembut. Nyaris tidak terdengar. Parau. Air matanya kembali mengalir.

Puas meneguk air mineral, Adit kembali memainkan excavator. Dia mendorong ke depan dan belakang mainan itu berkali-kali. Sambil sesekali ia mengangguk-anggukan belalai excavator seolah-olah sedang mengeruk tanah. Dahniar pun tersenyum haru melihat Adit yang sibuk bermain.

Dia mengaku tidak habis pikir kenapa ada orangtua yang tega berbuat demikian terhadap anaknya. Dia sendiri yang tidak pernah merasa melahirkan dan membesarkan Adit, mengaku terpukul ketika melihat Adit merengek menahan sakit.

"Hati saya seperti diiris-iris saat melihat Adit menangis saat dibersihkan lukanya sama perawat," sebut Dahniar sambil membetulkan kerah baju bocah malang ini dari belakang.

Tiba-tiba Adit yang sedari tadi sibuk bermain, menoleh ke belakang dan memandang Dahniar seolah mengerti akan ditinggal ibu angkatnya ini. Adit lantas minta digendong ke kamar mandi, padahal biasanya dia berjalan sendiri.

"Ibu, mau pipis. Gendong Adit," rengeknya.

Dengan sabar, Dahniar mengambil infus dari tiangnya dan menggendong Adit itu ke kamar mandi. Tidak ada yang terlihat dari mata ibu ini kecuali ketulusan.

"Sini nak, angkat dulu tangannya, ya," ucapnya seraya mengangkat anak tersebut. Keluar dari kamar mandi, Adit kembali duduk di atas tempat tidurnya. Tidak berselang lama dia kembali minta digendong dan meminta main di luar.

Dahniar semakin sulit untuk pergi meninggalkan Adit.  Khairul Azmi, relawan dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) yang sejak kemarin mendampingi bocah ini, tahu kalau Dahniar akan pulang. Ia pun mencoba mengalihkan perhatian Adit.

"Sama om saja ya gendongnya, kasihan ibu capek itu, kan belum tidur dari tadi malam menemani Adit," kata Azmi membujuk.

Untung Adit tidak menolak meski dia tetap meminta Dahniar untuk ikut bersamanya. Dahnir mengiringinya dari belakang sambil memegang infus menuju pintu ke luar bagian belakang.

Sambil terus bermain, Adit kerap kali memandang ke arah Dahniar seolah tahu akan ditinggal wanita tersebut. Sesekali menarik tangannya supaya tetap dekat seolah tidak ingin membuang kesempatan untuk bermanja-manjaan dengan orang yang telah menemaninya dengan penuh kasih sayang.

Makin lama, Adit semakin asyik bermain dengan Azmi dan para relawan serta orang-orang yang sengaja datang untuk melihatnya. Kesempatan ini dimanfaatkan Dahniar untuk kembali ke kamar perawatan. Dengan cepat dia mengemasi pakaiannya.

Dahniar duduk dan tertunduk cukup lama sambil mengemasi baju yang dibawanya dan memasukkannya ke dalam tas hitam kecil yang terbuat dari kain. Tiba-tiba Dahniar tersengguk menahan tangis. Terdengar samar. Bahunya berguncang dan kedua tangannya mengusap mukanya dengan jilbab.

"Sudah siap, Bu?" suara Hafiz Tohari, Wakil Ketua P2TP2A Kampar mengejutkan Dahniar. Dia gugup. Dengan cepat dia berusaha berdiri. "Kalau sudah siap, kita berangkat sekarang," sambung Hafiz.

"Iya, Pak. Saya sudah siap," ucap Dahniar lirih sambil mengangguk. Matanya merah dan terlihat basah.

Tanpa memandang ke pintu belakang tempat Adit bermain, Dahniar dengan langkah cepat berjalan keluar kamar melalui pintu depan dan meninggalkan ruang perawatan bedah tersebut. Sedikitpun dia tidak menoleh. Tangan kirinya memegang erat tas sedangkan tangan kanannya terus menutupi sebagian wajahnya.

Tidak lama setelah Dahniar pergi, Adit kembali masuk ke kamar perawatan bersama Azmi. Saat itulah dokter yang merawat Adit, Revinda, datang untuk memeriksa kondisinya. Adit terlihat takut. Tapi, dokter itu mengeluarkan cokelat dan Adit mengambilnya lalu dimakan.

Kepada Riau Pos (Grup JPNN) Revinda, menjelaskan, HB Adit sudah meningkat, yakni dari 4,5 saat pertama datang, sekarang sudah menjadi 6. Revinda juga menjelaskan, dari hasil diagnosa, Adit mengalami infeksi serius pada seluruh luka di tubuhnya dan anemia.

"Untuk saat ini, penanganannya hanya kepada pola makan. Nanti, ketika dibutuhkan baru akan dilakukan transfusi darah. Artinya, Adit dalam pengawasan ketat kita di sini," katanya. (jpnn/sbb/dakwatuna)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Hukrim

Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru

Rabu, 22 April 2026 - 23:06:20 WIB

PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.

Hukrim

287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar

Rabu, 08 April 2026 - 16:30:00 WIB

Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.

Hukrim

Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata

Ahad, 01 Februari 2026 - 19:00:00 WIB

RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.

Hukrim

Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau

Selasa, 23 Desember 2025 - 06:58:22 WIB

RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.

Hukrim

Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum

Sabtu, 05 Juli 2025 - 21:50:31 WIB

KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.

Hukrim

Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus

Kamis, 05 Juni 2025 - 22:11:19 WIB

KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Aktivasi Akun SPMB Riau Tembus 68.322, Disdik Ingatkan Jangan Tunda Pendaftaran
11 Juni 2026
Pemprov Riau Kembali Bangun Sekolah Rakyat, Lokasinya di Rohul dan Rohil
11 Juni 2026
Pemko Pekanbaru Fokus Perbaiki Saluran dan Normalisasi Sungai untuk Antisipasi Banjir
11 Juni 2026
Tahun Baru Islam Sebentar Lagi, Ini Keutamaan Bulan Muharram
11 Juni 2026
Survei Adidaya Institute: Prabowo Capres Terpopuler 2029, KDM dan AHY Nyodok Cawapres
11 Juni 2026
AS Blokir Jaringan Pengadaan Senjata Iran di China dan Hong Kong
11 Juni 2026
Polda Riau Sita 6,94 Kilogram Sabu dan 969 Cartridge Etomidate
10 Juni 2026
Eks Ajudan Sekwan Pekanbaru Divonis 3 Tahun Penjara dalam Kasus Perintangan Penyidikan Korupsi
10 Juni 2026
Harga Pertamax Riau Menjadi yang Termahal di Indonesia
10 Juni 2026
Kisah Tragis Pengkhianat Rasulullah, Jasadnya Ditolak Bumi Berkali-kali
10 Juni 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Aktivasi Akun SPMB Riau Tembus 68.322, Disdik Ingatkan Jangan Tunda Pendaftaran
  • 2 Pemprov Riau Kembali Bangun Sekolah Rakyat, Lokasinya di Rohul dan Rohil
  • 3 Pemko Pekanbaru Fokus Perbaiki Saluran dan Normalisasi Sungai untuk Antisipasi Banjir
  • 4 Tahun Baru Islam Sebentar Lagi, Ini Keutamaan Bulan Muharram
  • 5 Survei Adidaya Institute: Prabowo Capres Terpopuler 2029, KDM dan AHY Nyodok Cawapres
  • 6 AS Blokir Jaringan Pengadaan Senjata Iran di China dan Hong Kong
  • 7 Polda Riau Sita 6,94 Kilogram Sabu dan 969 Cartridge Etomidate

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com