Pesawat Canggih CN-295 milik TNI AU dikerahkan,BNPB Lakukan TMC Cegah Kebakaran Hutan di Riau
RADARPEKANBARU.COM- Pemerintah Indonesia lewat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Riau. Ini untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan.
Kepala BNPB, Syamsul Maarif menyatakan, pelaksanakan modifikasi cuaca untuk hujan buatan sebagai bentuk pencegahan menghadapi tingginya potensi kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau. Hal itu antara lain akibat pengaruh fenomena Elnino.
"Dana yang kami sediakan untuk teknologi modifikasi cuaca adalah sebesar Rp 25 miliar," ujar Syamsul Maarif di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Senin (22/6/2015).
Syamsul menjelaskan, Riau hingga kini memang masih berada dalam status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan yang diperpanjang mulai Mei hingga Oktober mendatang.
"Pemerintah merasa perlu untuk mempercepat tindakan pencegahan karena fenomena Elnino, berdasarkan analisis dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), akan berdampak besar pada penurunan curah hujan yang mengakibatkan kemarau panjang hingga Desember 2015," kata Syamsul.
Turut hadir menyaksikan peluncuran program itu Pelaksana Tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Sekretaris Utama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Soni Solistia, dan Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nur Madripatin.
Dalam kesempatan yang sama Soni Solistia mengatakan, teknologi modifikasi cuaca untuk tahap awal akan menebar sekitar 25 ton garam (NaCl) ke kumpulan awan.
Penyemaian awan menggunakan pesawat CN-295 milik TNI AU yang dilengkapi dengan alat canggih sehingga mampu menampung empat ton garam sekali terbang.
"Ini adalah modifikasi cuaca tahap kedua setelah sebelumnya pada bulan Maret hingga April 2015 telah dilaksanakan di Riau, dan berhasil mengurangi titik panas secara signifikan," katanya.
(cha/rul/detik)
Be Happy: Era Digital Pajak Indonesia Menuju Masa Depan yang Cemerlang
Oleh Ahmad ZayyadiMahasiswa Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Suska.
RUU Perampasan Aset: Menanti Pedang Keluar dari Sarung
Oleh: Azmi bin RozaliDi tengah kian merosotnya kepercayaan publik terhada.
Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan Digital
Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan DigitalOl.
Tantangan dan Peluang Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi di Kelas
Pendidikan merupakan kunci kemajuan bangsa. Kualitas pendidikan yan.
Model pembelajaran diferensiasi dalam konteks kurikulum merdeka menawarkan pendidikan yang lebih adaptif, Inklusif, dan berdaya saing.
KURIKULUM MERDEKA HADIR DENGAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI, MENDORONG PENDIDIKAN YANG LEBIH INKL.








.jpg)