• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 1637 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3966 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3973 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3934 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4033 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Benarkah Ali Bin Abi Thalib Terlambat atau Menolak Membaiat Abu Bakar?

Redaksi Radarpku

Sabtu, 12 September 2026 08:32:29 WIB
Cetak
Benarkah Ali Bin Abi Thalib Terlambat atau Menolak Membaiat Abu Bakar?

RADARPEKANBARU.COM - Salah satu isu krusial yang muncul sepeninggal Rasulullah SAW adalah keterlambatan Ali bin Abi Thalib RA dan Zubair bin al-Awwam (bahkan anggapan lainnya menyebut menolak) membaiat Abu Bakar RA sebagai penerus Rasulullah SAW?

Sekjen Persatuan Ulama Islam Sedunia, Syekh Ali Muhammad Ash-Shalabi, menjabarkan persoalan ini sebagaimana dikutip dari laman resminya, Jumat (11/9/2026).

Banyak riwayat yang berbicara tentang keterlambatan Ali bin Abi Thalib dalam membaiat Abu Bakar ash-Shiddiq—semoga Allah meridhai keduanya.

Hal serupa juga disebutkan terkait az-Zubair bin al-Awwam. Namun, sebagian besar riwayat tersebut tidak sahih, kecuali riwayat yang disampaikan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma.

Shalabi mengatakan bahwa Ali, az-Zubair, dan orang-orang yang bersama mereka tidak segera keluar karena berada di rumah Fatimah, putri Rasulullah SAW.

Pada saat itu, sejumlah sahabat Muhajirin, terutama Ali bin Abi Thalib, sedang disibukkan dengan urusan jenazah Rasulullah SAW, mulai dari memandikan, mengafani, hingga mempersiapkan pemakaman beliau.

Hal ini terlihat dalam riwayat sahabat Salim bin Ubaid radhiyallahu ‘anhu. Ia meriwayatkan bahwa Abu Bakar berkata kepada keluarga Nabi SAW, terutama Ali, "Kalian urus sahabat kalian ini," lalu memerintahkan mereka untuk memandikannya.

Ali bin Abi Thalib dan az-Zubair bin al-Awwam kemudian membaiat Abu Bakar radhiyallahu ‘anhuma pada hari berikutnya setelah wafatnya Rasulullah SAW, yakni hari Selasa.

Abu Sa’id al-Khudri RA meriwayatkan bahwa ketika Abu Bakar naik ke mimbar, ia memperhatikan wajah orang-orang yang hadir. Ia tidak melihat az-Zubair bin al-Awwam. Abu Bakar kemudian memanggilnya. Az-Zubair pun datang.

Abu Bakar berkata kepadanya, "Wahai putra bibi Rasulullah SAW dan hawari beliau, apakah engkau ingin memecah persatuan kaum Muslimin?"

Az-Zubair menjawab, "Tidak ada cela atasmu, wahai Khalifah Rasulullah." Az-Zubair kemudian berdiri dan membaiat Abu Bakar.

Setelah itu, Abu Bakar kembali melihat ke arah jamaah dan tidak menemukan Ali bin Abi Thalib. Ia pun memanggil Ali. Ketika Ali datang, Abu Bakar berkata kepadanya, "Wahai putra paman Rasulullah SAW dan menantu beliau, apakah engkau ingin memecah persatuan kaum Muslimin?"

Ali menjawab, "Tidak ada cela atasmu, wahai Khalifah Rasulullah." Ali kemudian berdiri dan membaiat Abu Bakar.

Besarnya nilai hadis Abu Sa’id al-Khudri ini terlihat dari sikap Imam Muslim bin al-Hajjaj, penyusun Shahih Muslim, yang merupakan salah satu kitab hadis paling sahih setelah Shahih al-Bukhari.

Imam Muslim mendatangi gurunya, al-Hafizh Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah, penyusun Shahih Ibnu Khuzaimah, untuk menanyakan hadis tersebut.

Ibnu Khuzaimah kemudian menuliskan hadis itu untuk Imam Muslim dan membacakannya kepadanya. Imam Muslim berkata kepada gurunya, "Hadis ini senilai seekor unta."

Ibnu Khuzaimah menjawab, "Hadis ini bukan hanya senilai seekor unta. Ia senilai sekantong besar harta."

Ibnu Katsir memberikan komentar penting terhadap hadis tersebut. Ia mengatakan bahwa sanad hadis ini sahih dan terjaga.

Menurutnya, hadis tersebut memberikan faedah yang sangat penting, yaitu bahwa Ali bin Abi Thalib membaiat Abu Bakar pada hari pertama atau kedua setelah wafatnya Rasulullah SAW.

"Ali bin Abi Thalib tidak pernah berpisah dari ash-Shiddiq," tulis Ibnu Katsir.

a juga menjelaskan bahwa Ali tidak pernah berhenti mengikuti shalat berjamaah di belakang Abu Bakar. Bahkan, Ali tetap terlibat dalam memberikan nasihat dan membantu mengatur urusan kaum Muslimin.

Dalam riwayat Habib bin Abi Tsabit disebutkan bahwa ketika Ali sedang berada di rumah, seseorang datang kepadanya dan memberitahukan bahwa Abu Bakar telah duduk untuk menerima baiat.

Ali pun segera keluar menuju masjid hanya dengan mengenakan gamis, tanpa sarung maupun selendang, karena tidak ingin terlambat memberikan baiat.

Ali kemudian membaiat Abu Bakar dan duduk di sana. Setelah itu, ia mengutus seseorang untuk mengambil selendangnya. Ketika selendang tersebut datang, ia mengenakannya di atas gamisnya.

Ibnu Katsir menilai riwayat tersebut sahih dalam Al-Bidayah wan Nihayah.

Apakah Ali baru membaiat setelah enam bulan?

Amr bin Huraits pernah bertanya kepada Sa’id bin Zaid RA, "Apakah engkau menyaksikan wafatnya Rasulullah SAW?"

"Ya," jawab Sa’id. "Kapankah Abu Bakar dibaiat?" Sa’id menjawab, "Pada hari Rasulullah SAW wafat. Kaum Muslimin tidak ingin melewati sebagian hari tanpa berada dalam satu jamaah."

mr kembali bertanya, "Apakah ada seseorang yang menentang Abu Bakar?"

Sa’id menjawab, "Tidak. Tidak ada yang menentangnya kecuali orang yang murtad atau hampir murtad. Allah kemudian menyelamatkan kaum Anshar, menyatukan mereka di bawah kepemimpinannya, dan mereka pun membaiat Abu Bakar."

"Apakah ada seorang Muhajirin yang tidak membaiatnya?" tanya Amr. "Tidak. Para Muhajirin mengikuti baiat kepadanya satu demi satu," jawab Sa’id.

Adapun Ali RA, menurut Ibnu Katsir, ia tidak pernah memisahkan diri dari Abu Bakar. Ia juga tidak pernah meninggalkan kebersamaan dengannya dalam berbagai kesempatan.

Ali bahkan ikut memberikan nasihat dan bermusyawarah dalam mengatur urusan kaum Muslimin.

Ibnu Katsir dan banyak ulama berpendapat bahwa Ali kemudian memperbarui baiatnya enam bulan setelah baiat pertama, yakni setelah wafatnya Fatimah radhiyallahu ‘anha. Terdapat sejumlah riwayat sahih mengenai baiat tersebut.

Sebagian ulama dan sejarawan memang berpendapat bahwa Ali terlambat memberikan baiat dalam waktu tertentu.

Dalam hadis sahih yang diriwayatkan dari Aisyah RA disebutkan bahwa Ali baru membaiat Abu Bakar setelah enam bulan.

Namun, persoalan ini perlu dipahami secara proporsional. Sebab, terdapat riwayat sahih dan riwayat lainnya yang menunjukkan bahwa Ali telah memberikan baiat sebelumnya.

Adapun pembaiatan Ali kepada Abu Bakar merupakan perkara yang disepakati oleh kaum Muslimin Ahlusunah.

Sebagian ulama menjelaskan bahwa riwayat mengenai Ali yang baru membaiat setelah enam bulan bukanlah ucapan Aisyah, melainkan ucapan az-Zuhri yang kemudian dimasukkan oleh sebagian perawi ke dalam hadis Aisyah terkait kisah Fatimah.

Ma’mar bin Rasyid meriwayatkannya secara terpisah dan menjadikannya sebagai perkataan az-Zuhri yang sanadnya terputus dari hadis tersebut.

Selain itu, terdapat hadis bersambung dari Abu Sa’id al-Khudri yang menunjukkan bahwa Ali membaiat Abu Bakar dalam baiat umum setelah baiat yang berlangsung di Saqifah.

Ada kemungkinan bahwa Ali telah memberikan baiat di Saqifah, kemudian terjadi persoalan antara Fatimah dan Abu Bakar mengenai masalah warisan.

Fatimah tidak mengetahui hadis Rasulullah SAW tentang warisan sebagaimana yang diketahui Abu Bakar dan sahabat lainnya. Karena itu, Fatimah memiliki alasan dalam menyampaikan tuntutannya, sementara Abu Bakar juga memiliki alasan dalam menolaknya.

Akibat persoalan tersebut, Ali tidak menghadiri majelis Abu Bakar hingga Fatimah wafat. Setelah itu, Ali memperbarui baiatnya dan menjalankan kewajiban yang menyertainya.

Ali menjadi penasihat bagi Abu Bakar

Dalam masa kekhalifahan Abu Bakar, Ali merupakan tempat meminta nasihat dan pertimbangan. Ia selalu mendahulukan kepentingan Islam dan kaum Muslimin di atas kepentingan lainnya.

Salah satu bukti nyata ketulusan Ali kepada Abu Bakar, sekaligus kepeduliannya terhadap Islam dan kaum Muslimin serta keinginannya menjaga keberlangsungan kekhalifahan dan persatuan umat, terlihat ketika Abu Bakar hendak berangkat sendiri ke Dzu al-Qashshah untuk menghadapi orang-orang yang murtad.

Abu Bakar bahkan bertekad memimpin sendiri gerakan militer menghadapi mereka. Keputusan tersebut mengandung risiko besar bagi keselamatan umat Islam.

Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa ketika Abu Bakar berangkat menuju Dzu al-Qashshah dan telah menaiki kendaraannya, Ali bin Abi Thalib memegang tali kekang kendaraan tersebut.

Ali berkata, "Hendak ke mana engkau, wahai Khalifah Rasulullah SAW?" Kemudian Ali mengingatkan Abu Bakar dengan ucapan Rasulullah SAW pada Perang Uhud: "Masukkan kembali pedangmu. Jangan membuat kami kehilanganmu. Kembalilah ke Madinah."

Ali lalu bersumpah, "Demi Allah, jika kami kehilanganmu, tatanan Islam tidak akan pernah tegak lagi." Abu Bakar pun akhirnya kembali.

Sikap tersebut menunjukkan besarnya perhatian Ali terhadap keselamatan Abu Bakar dan keberlangsungan pemerintahan Islam.

Jika benar Ali tidak menyukai Abu Bakar, membaiatnya karena terpaksa, atau menyimpan keinginan untuk menyingkirkannya, maka peristiwa tersebut justru menjadi kesempatan yang sangat besar baginya.

Ia bisa saja membiarkan Abu Bakar pergi menghadapi bahaya seorang diri. Bahkan, jika benar ada kebencian dan keinginan untuk menyingkirkannya, ia bisa saja memanfaatkan keadaan tersebut agar Abu Bakar mengalami sesuatu yang buruk.

Namun, hal itu sama sekali tidak terjadi.

Ali justru berusaha mencegah Abu Bakar menghadapkan dirinya pada bahaya. Ini menjadi salah satu bukti kuat ketulusan Ali terhadap Abu Bakar serta kepeduliannya terhadap kepentingan Islam dan kaum Muslimin.

Kesepakatan umat atas baiat Abu Bakar

Allah memberikan ancaman keras kepada orang yang menyelisihi jalan kaum beriman. Allah Ta'ala berfirman

????? ????????? ?????????? ???? ?????? ??? ????????? ???? ????????? ??????????? ?????? ??????? ?????????????? ?????????? ??? ????????? ??????????? ????????? ? ?????????? ???????? ???

“Dan barang siapa menentang Rasul (Muhammad) setelah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya itu dan akan Kami masukkan dia ke dalam neraka Jahanam, dan itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS An-Nisa: 115)

Menurut penulis, orang-orang yang menyatakan bahwa Ali RA sama sekali tidak membaiat Abu Bakar dan menyelisihi kesepakatan umat telah terbantahkan oleh ayat tersebut.

Sebab, jika benar Ali tidak memberikan baiat, hal itu berarti ia terkena ancaman karena menyelisihi jalan kaum beriman. Tentu hal tersebut tidak mungkin dinisbatkan kepada Ali. Ia adalah sosok yang memiliki kedudukan tinggi, amanah, dan bertakwa.

Karena itu, riwayat-riwayat yang menunjukkan pembaiatan Ali kepada Abu Bakar menjadi bagian penting dalam memahami sejarah awal kekhalifahan Islam.

Kesimpulannya, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu membaiat Abu Bakar ash-Shiddiq. Perbedaan riwayat terutama berkaitan dengan waktu dan konteks pembaiatan, bukan mengenai ada atau tidak adanya baiat.

Riwayat yang menyebut baiat pada hari pertama atau kedua setelah wafatnya Rasulullah SAW didukung oleh sejumlah riwayat sahih. Adapun riwayat yang menyebut enam bulan kemudian dipahami oleh sebagian ulama sebagai pembaruan baiat setelah wafatnya Fatimah radhiyallahu ‘anha.

Dalam praktiknya, Ali tetap bersama pemerintahan Abu Bakar, ikut bermusyawarah, memberikan nasihat, dan berupaya menjaga persatuan umat. Sikap tersebut menjadi bukti penting bahwa hubungan Ali dan Abu Bakar tidak dapat dipahami semata-mata melalui narasi pertentangan politik.

Referensi

1. As-Sayyid, Majdi Fathi, Shahih at-Tautsiq fi Sirah Hayat ash-Shiddiq.

2. Ibnu Katsir, Abu al-Fida al-Hafizh ad-Dimasyqi, Al-Bidayah wan Nihayah, Dar ar-Rayyan, Kairo, cetakan pertama, 1408 H/1988 M.

3. Al-Khalidi, Shalah Abdul Fattah, Al-Khulafa ar-Rasyidun baina al-Istikhlaf wal-Istisyhad, Dar al-Qalam, Damaskus; ad-Dar asy-Syamiyah, Beirut, cetakan pertama, 1416 H/1995 M.

4. Al-Ghufais, Yusuf, Syarh al-Aqidah ath-Thahawiyah.

5. Asy-Syaikh, Nashir bin Ali, Aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah, Maktabah ar-Rusyd, Riyadh, cetakan ketiga, 2000 M.

6. An-Nadwi, Abu al-Hasan Ali al-Hasani, Al-Murtadha: Sirah Ali bin Abi Thalib.

7. Munib, Abdullah, Al-Hujaj al-Bahirah, Maktabah al-Imam al-Bukhari, cetakan pertama, 2000 M.(rep)

 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Mengapa Akhlak Mulia Begitu Dicintai Allah dan Jadi Syarat Masuk Surga?

Jumat, 11 September 2026 - 09:27:05 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Akhlak mulia bukan sekadar peri.

Dakwatuna

Perhatikan Riwayat-Riwayat yang Tidak Sahih tentang Penyakit Nabi Ayyub AS yang Menjijikkan

Kamis, 10 September 2026 - 09:39:00 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Para mufasir menjelaskan bahwa .

Dakwatuna

Siapakah Mereka yang Kematiannya Ditangisi

Rabu, 09 September 2026 - 10:17:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Al-Habib Zain bin Ibrahim bin S.

Dakwatuna

Lalaikan Shalat, Rugi Diri Sendiri

Selasa, 08 September 2026 - 11:41:42 WIB

"Tegakkanlah shalat, sesungguhnya shalat .

Dakwatuna

Cara Sholat Istisqa dan Doa yang Bisa Dibaca

Senin, 07 September 2026 - 09:24:50 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Melalaikan Shalat, Rugi

Sabtu, 05 September 2026 - 09:01:21 WIB

"Tegakkanlah shalat, sesungguhnya shalat .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Hujan Merata di Riau, Titik Karhutla Besar Padam
12 September 2026
DPRD Pekanbaru Minta Dana Rp17 Miliar dari APBN Sentuh Meubeller
12 September 2026
Impor Riau Melonjak 111,56 Persen, Tembus US$2,07 Miliar
12 September 2026
Benarkah Ali Bin Abi Thalib Terlambat atau Menolak Membaiat Abu Bakar?
12 September 2026
Arab Saudi Tutup Jalur Pipa Minyak di Tengah Lonjakan Harga
12 September 2026
Gempa M5,9 Guncang Kepulauan Seribu, Getarannya Sampai Malang
12 September 2026
BMKG Prediksi Hujan Lebat di 7 Wilayah Riau, Potensi Terjadi dari Pagi hingga Malam
11 September 2026
DPMPTSP Pekanbaru akan Buka MPP Keliling dan MPP Mini di Kecamatan
11 September 2026
Wako Agung Nugroho Raih Empat Penghargaan IMT-GT Green City Award 2026
11 September 2026
Mengapa Akhlak Mulia Begitu Dicintai Allah dan Jadi Syarat Masuk Surga?
11 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Hujan Merata di Riau, Titik Karhutla Besar Padam
  • 2 DPRD Pekanbaru Minta Dana Rp17 Miliar dari APBN Sentuh Meubeller
  • 3 Impor Riau Melonjak 111,56 Persen, Tembus US$2,07 Miliar
  • 4 Benarkah Ali Bin Abi Thalib Terlambat atau Menolak Membaiat Abu Bakar?
  • 5 Arab Saudi Tutup Jalur Pipa Minyak di Tengah Lonjakan Harga
  • 6 Gempa M5,9 Guncang Kepulauan Seribu, Getarannya Sampai Malang
  • 7 BMKG Prediksi Hujan Lebat di 7 Wilayah Riau, Potensi Terjadi dari Pagi hingga Malam

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com