• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2671 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 5012 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 5044 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4978 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 5136 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Mengenal Pangkal Penderitaan

Redaksi Radarpku

Rabu, 07 Agustus 2024 10:31:47 WIB
Cetak
Mengenal Pangkal Penderitaan
RADARPEKANBARU.COM - Allah SWT menegaskan manusia terlahir memiliki sifat keluh dan kesah (QS 70: 19-20). Maknanya, manusia akan sangat mudah untuk mengeluh, terlebih-lebih jika sedang dilanda kesusahan dan kesulitan. Namun, keluh kesah tersebut, pada hakikatnya, merupakan hasil dramatisasi manusia terhadap permasalahan yang dihadapinya. Tegasnya, manusialah yang membuat segala permasalahan dan menjadikannya sebagai sumber penderitaan.

Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita ada empat hal yang menjadi sumber penderitaan bagi manusia. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Empat perkara yang mengakibatkan penderitaan, yaitu pandangan yang picik, hati yang kesat, kemauan keras, dan banyak angan-angan" (HR Abu Nu'aim dari Anas).

Pertama, pandangan yang picik. Pandangan yang picik adalah pandangan yang selalu merendahkan orang lain. Orang yang memiliki sifat tersebut akan selalu apriori (dengki) terhadap apa pun yang dikatakan atau dilakukan orang lain. Ia menganggap apa pun yang dilakukan atau dikatakan orang lain akan selalu salah, dan pendapatnya yang paling benar. Penderitaan yang ditimbulkan dari sifat ini adalah ketakutan yang dahsyat kalau orang lain berbuat lebih baik. Hidupnya akan selalu dipenuhi pemikiran bagaimana cara mengalahkan pendapat atau tindakan orang lain.

Kedua, hati yang kesat. Maksudnya adalah hati yang telah mati atau hati yang dihinggapi penyakit rohani. Orang yang memiliki sifat ini tidak akan pernah menerima nasihat atau kebenaran yang disampaikan kepadanya. Sehingga, penderitaan yang ditimbulkannya adalah tersesat selama-lamanya. Dan, kelak di akhirat nanti termasuk golongan orang-orang yang merugi.

Allah menggambarkan orang yang memiliki sifat ini dalam firman-Nya, yang artinya, "Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat" (QS 2: 6-7).

Dalam ayat selanjutnya Allah menyatakan. "Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta" (QS 2: 10).

Ketiga, kemauan yang keras. Maksudnya adalah kemauan yang keras, tetapi tidak dilandasi dan didukung oleh kemampuan dan etos kerja yang tinggi. Maka, orang-orang seperti ini hanya melahirkan kekecewaan dan putus asa.

Keempat, banyak berangan-angan. Perilaku ini hanya menyuburkan pekerjaan yang sia-sia dan mendatangkan kemalasan. Orang seperti ini pekerjaannya hanya menghitung jikalau dan andaikan. Maka, bagi mereka adalah kesengsaraan jika angan-angannya tidak tercapai.

Sifat ini jelas bertentangan dengan sifat-sifat orang-orang beriman. Allah menyatakan, "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari pekerjaan yang tiada berguna" (QS 23: 1-3).Pertama, pandangan yang picik. Pandangan yang picik adalah pandangan yang selalu merendahkan orang lain. Orang yang memiliki sifat tersebut akan selalu apriori (dengki) terhadap apa pun yang dikatakan atau dilakukan orang lain. Ia menganggap apa pun yang dilakukan atau dikatakan orang lain akan selalu salah, dan pendapatnya yang paling benar. Penderitaan yang ditimbulkan dari sifat ini adalah ketakutan yang dahsyat kalau orang lain berbuat lebih baik. Hidupnya akan selalu dipenuhi pemikiran bagaimana cara mengalahkan pendapat atau tindakan orang lain.

Kedua, hati yang kesat. Maksudnya adalah hati yang telah mati atau hati yang dihinggapi penyakit rohani. Orang yang memiliki sifat ini tidak akan pernah menerima nasihat atau kebenaran yang disampaikan kepadanya. Sehingga, penderitaan yang ditimbulkannya adalah tersesat selama-lamanya. Dan, kelak di akhirat nanti termasuk golongan orang-orang yang merugi.

Allah menggambarkan orang yang memiliki sifat ini dalam firman-Nya, yang artinya, "Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat" (QS 2: 6-7).

Dalam ayat selanjutnya Allah menyatakan. "Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta" (QS 2: 10).

Ketiga, kemauan yang keras. Maksudnya adalah kemauan yang keras, tetapi tidak dilandasi dan didukung oleh kemampuan dan etos kerja yang tinggi. Maka, orang-orang seperti ini hanya melahirkan kekecewaan dan putus asa.

Keempat, banyak berangan-angan. Perilaku ini hanya menyuburkan pekerjaan yang sia-sia dan mendatangkan kemalasan. Orang seperti ini pekerjaannya hanya menghitung jikalau dan andaikan. Maka, bagi mereka adalah kesengsaraan jika angan-angannya tidak tercapai.

Sifat ini jelas bertentangan dengan sifat-sifat orang-orang beriman. Allah menyatakan, "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari pekerjaan yang tiada berguna" (QS 23: 1-3).Pertama, pandangan yang picik. Pandangan yang picik adalah pandangan yang selalu merendahkan orang lain. Orang yang memiliki sifat tersebut akan selalu apriori (dengki) terhadap apa pun yang dikatakan atau dilakukan orang lain. Ia menganggap apa pun yang dilakukan atau dikatakan orang lain akan selalu salah, dan pendapatnya yang paling benar. Penderitaan yang ditimbulkan dari sifat ini adalah ketakutan yang dahsyat kalau orang lain berbuat lebih baik. Hidupnya akan selalu dipenuhi pemikiran bagaimana cara mengalahkan pendapat atau tindakan orang lain.

Kedua, hati yang kesat. Maksudnya adalah hati yang telah mati atau hati yang dihinggapi penyakit rohani. Orang yang memiliki sifat ini tidak akan pernah menerima nasihat atau kebenaran yang disampaikan kepadanya. Sehingga, penderitaan yang ditimbulkannya adalah tersesat selama-lamanya. Dan, kelak di akhirat nanti termasuk golongan orang-orang yang merugi.

Allah menggambarkan orang yang memiliki sifat ini dalam firman-Nya, yang artinya, "Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat" (QS 2: 6-7).

Dalam ayat selanjutnya Allah menyatakan. "Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta" (QS 2: 10).

Ketiga, kemauan yang keras. Maksudnya adalah kemauan yang keras, tetapi tidak dilandasi dan didukung oleh kemampuan dan etos kerja yang tinggi. Maka, orang-orang seperti ini hanya melahirkan kekecewaan dan putus asa.

Keempat, banyak berangan-angan. Perilaku ini hanya menyuburkan pekerjaan yang sia-sia dan mendatangkan kemalasan. Orang seperti ini pekerjaannya hanya menghitung jikalau dan andaikan. Maka, bagi mereka adalah kesengsaraan jika angan-angannya tidak tercapai.

Sifat ini jelas bertentangan dengan sifat-sifat orang-orang beriman. Allah menyatakan, "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari pekerjaan yang tiada berguna" (QS 23: 1-3).Pertama, pandangan yang picik. Pandangan yang picik adalah pandangan yang selalu merendahkan orang lain. Orang yang memiliki sifat tersebut akan selalu apriori (dengki) terhadap apa pun yang dikatakan atau dilakukan orang lain. Ia menganggap apa pun yang dilakukan atau dikatakan orang lain akan selalu salah, dan pendapatnya yang paling benar. Penderitaan yang ditimbulkan dari sifat ini adalah ketakutan yang dahsyat kalau orang lain berbuat lebih baik. Hidupnya akan selalu dipenuhi pemikiran bagaimana cara mengalahkan pendapat atau tindakan orang lain.

Kedua, hati yang kesat. Maksudnya adalah hati yang telah mati atau hati yang dihinggapi penyakit rohani. Orang yang memiliki sifat ini tidak akan pernah menerima nasihat atau kebenaran yang disampaikan kepadanya. Sehingga, penderitaan yang ditimbulkannya adalah tersesat selama-lamanya. Dan, kelak di akhirat nanti termasuk golongan orang-orang yang merugi.

Allah menggambarkan orang yang memiliki sifat ini dalam firman-Nya, yang artinya, "Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat" (QS 2: 6-7).

Dalam ayat selanjutnya Allah menyatakan. "Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta" (QS 2: 10).

Ketiga, kemauan yang keras. Maksudnya adalah kemauan yang keras, tetapi tidak dilandasi dan didukung oleh kemampuan dan etos kerja yang tinggi. Maka, orang-orang seperti ini hanya melahirkan kekecewaan dan putus asa.

Keempat, banyak berangan-angan. Perilaku ini hanya menyuburkan pekerjaan yang sia-sia dan mendatangkan kemalasan. Orang seperti ini pekerjaannya hanya menghitung jikalau dan andaikan. Maka, bagi mereka adalah kesengsaraan jika angan-angannya tidak tercapai.

Sifat ini jelas bertentangan dengan sifat-sifat orang-orang beriman. Allah menyatakan, "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari pekerjaan yang tiada berguna" (QS 23: 1-3).(rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Mengenal Istilah Makar dalam Islam

Sabtu, 07 November 2026 - 09:05:14 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 - 08:56:53 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Siapa Lebih Utama Utsman bin Affan atau Ali bin Abi Thalib Menurut Imam Hanafi?

Jumat, 06 November 2026 - 09:29:49 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Harta dan Nasib Pemiliknya pada Hari Kiamat: Ada yang Terhina, Ada yang Dimuliakan

Rabu, 04 November 2026 - 06:18:37 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Sesungguhnya Allah SWT menurunk.

Dakwatuna

Kehilangan Satu Waktu Sholat Diibaratkan Kehilangan Keluarga dan Harta

Selasa, 03 November 2026 - 04:58:48 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Sholat merupakan kewajiban utam.

Dakwatuna

Jumadil Awal, Bulan Bersejarah Pernikahan Nabi Muhammad dan Sayyidah Khadijah

Senin, 02 November 2026 - 05:58:24 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Polda Riau Selidiki Akun TikTok Catut Nama Plt Gubernur Riau
07 November 2026
Soal Putusan PTUN Tentang HGB 133 Ruko di STC, Pemko Pekanbaru Segera Konsultasi ke Kemendagri
07 November 2026
PPPK Paruh Waktu Pemko Pekanbaru Segera Diusulkan Jadi Penuh Waktu
07 November 2026
Mengenal Istilah Makar dalam Islam
07 November 2026
Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional
07 November 2026
Palestina dan Percaturan Imperium Global
07 November 2026
Polda Riau Sita 45,8 Ton Pupuk Diduga Palsu di Siak, Selamatkan Petani dari Ancaman Gagal Panen
06 November 2026
Ekonomi Riau Tumbuh 4,65 Persen pada Triwulan III-2026
06 November 2026
Pertumbuhan Ekonomi Riau Tetap Positif, Industri Pengolahan hingga Pertanian Jadi Penopang
06 November 2026
Siapa Lebih Utama Utsman bin Affan atau Ali bin Abi Thalib Menurut Imam Hanafi?
06 November 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Polda Riau Selidiki Akun TikTok Catut Nama Plt Gubernur Riau
  • 2 Soal Putusan PTUN Tentang HGB 133 Ruko di STC, Pemko Pekanbaru Segera Konsultasi ke Kemendagri
  • 3 PPPK Paruh Waktu Pemko Pekanbaru Segera Diusulkan Jadi Penuh Waktu
  • 4 Mengenal Istilah Makar dalam Islam
  • 5 Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional
  • 6 Palestina dan Percaturan Imperium Global
  • 7 Polda Riau Sita 45,8 Ton Pupuk Diduga Palsu di Siak, Selamatkan Petani dari Ancaman Gagal Panen

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com