• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2014 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4361 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4364 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4314 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4429 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Mengenal Pangkal Penderitaan

Redaksi Radarpku

Rabu, 07 Agustus 2024 10:31:47 WIB
Cetak
Mengenal Pangkal Penderitaan
RADARPEKANBARU.COM - Allah SWT menegaskan manusia terlahir memiliki sifat keluh dan kesah (QS 70: 19-20). Maknanya, manusia akan sangat mudah untuk mengeluh, terlebih-lebih jika sedang dilanda kesusahan dan kesulitan. Namun, keluh kesah tersebut, pada hakikatnya, merupakan hasil dramatisasi manusia terhadap permasalahan yang dihadapinya. Tegasnya, manusialah yang membuat segala permasalahan dan menjadikannya sebagai sumber penderitaan.

Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita ada empat hal yang menjadi sumber penderitaan bagi manusia. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Empat perkara yang mengakibatkan penderitaan, yaitu pandangan yang picik, hati yang kesat, kemauan keras, dan banyak angan-angan" (HR Abu Nu'aim dari Anas).

Pertama, pandangan yang picik. Pandangan yang picik adalah pandangan yang selalu merendahkan orang lain. Orang yang memiliki sifat tersebut akan selalu apriori (dengki) terhadap apa pun yang dikatakan atau dilakukan orang lain. Ia menganggap apa pun yang dilakukan atau dikatakan orang lain akan selalu salah, dan pendapatnya yang paling benar. Penderitaan yang ditimbulkan dari sifat ini adalah ketakutan yang dahsyat kalau orang lain berbuat lebih baik. Hidupnya akan selalu dipenuhi pemikiran bagaimana cara mengalahkan pendapat atau tindakan orang lain.

Kedua, hati yang kesat. Maksudnya adalah hati yang telah mati atau hati yang dihinggapi penyakit rohani. Orang yang memiliki sifat ini tidak akan pernah menerima nasihat atau kebenaran yang disampaikan kepadanya. Sehingga, penderitaan yang ditimbulkannya adalah tersesat selama-lamanya. Dan, kelak di akhirat nanti termasuk golongan orang-orang yang merugi.

Allah menggambarkan orang yang memiliki sifat ini dalam firman-Nya, yang artinya, "Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat" (QS 2: 6-7).

Dalam ayat selanjutnya Allah menyatakan. "Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta" (QS 2: 10).

Ketiga, kemauan yang keras. Maksudnya adalah kemauan yang keras, tetapi tidak dilandasi dan didukung oleh kemampuan dan etos kerja yang tinggi. Maka, orang-orang seperti ini hanya melahirkan kekecewaan dan putus asa.

Keempat, banyak berangan-angan. Perilaku ini hanya menyuburkan pekerjaan yang sia-sia dan mendatangkan kemalasan. Orang seperti ini pekerjaannya hanya menghitung jikalau dan andaikan. Maka, bagi mereka adalah kesengsaraan jika angan-angannya tidak tercapai.

Sifat ini jelas bertentangan dengan sifat-sifat orang-orang beriman. Allah menyatakan, "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari pekerjaan yang tiada berguna" (QS 23: 1-3).Pertama, pandangan yang picik. Pandangan yang picik adalah pandangan yang selalu merendahkan orang lain. Orang yang memiliki sifat tersebut akan selalu apriori (dengki) terhadap apa pun yang dikatakan atau dilakukan orang lain. Ia menganggap apa pun yang dilakukan atau dikatakan orang lain akan selalu salah, dan pendapatnya yang paling benar. Penderitaan yang ditimbulkan dari sifat ini adalah ketakutan yang dahsyat kalau orang lain berbuat lebih baik. Hidupnya akan selalu dipenuhi pemikiran bagaimana cara mengalahkan pendapat atau tindakan orang lain.

Kedua, hati yang kesat. Maksudnya adalah hati yang telah mati atau hati yang dihinggapi penyakit rohani. Orang yang memiliki sifat ini tidak akan pernah menerima nasihat atau kebenaran yang disampaikan kepadanya. Sehingga, penderitaan yang ditimbulkannya adalah tersesat selama-lamanya. Dan, kelak di akhirat nanti termasuk golongan orang-orang yang merugi.

Allah menggambarkan orang yang memiliki sifat ini dalam firman-Nya, yang artinya, "Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat" (QS 2: 6-7).

Dalam ayat selanjutnya Allah menyatakan. "Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta" (QS 2: 10).

Ketiga, kemauan yang keras. Maksudnya adalah kemauan yang keras, tetapi tidak dilandasi dan didukung oleh kemampuan dan etos kerja yang tinggi. Maka, orang-orang seperti ini hanya melahirkan kekecewaan dan putus asa.

Keempat, banyak berangan-angan. Perilaku ini hanya menyuburkan pekerjaan yang sia-sia dan mendatangkan kemalasan. Orang seperti ini pekerjaannya hanya menghitung jikalau dan andaikan. Maka, bagi mereka adalah kesengsaraan jika angan-angannya tidak tercapai.

Sifat ini jelas bertentangan dengan sifat-sifat orang-orang beriman. Allah menyatakan, "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari pekerjaan yang tiada berguna" (QS 23: 1-3).Pertama, pandangan yang picik. Pandangan yang picik adalah pandangan yang selalu merendahkan orang lain. Orang yang memiliki sifat tersebut akan selalu apriori (dengki) terhadap apa pun yang dikatakan atau dilakukan orang lain. Ia menganggap apa pun yang dilakukan atau dikatakan orang lain akan selalu salah, dan pendapatnya yang paling benar. Penderitaan yang ditimbulkan dari sifat ini adalah ketakutan yang dahsyat kalau orang lain berbuat lebih baik. Hidupnya akan selalu dipenuhi pemikiran bagaimana cara mengalahkan pendapat atau tindakan orang lain.

Kedua, hati yang kesat. Maksudnya adalah hati yang telah mati atau hati yang dihinggapi penyakit rohani. Orang yang memiliki sifat ini tidak akan pernah menerima nasihat atau kebenaran yang disampaikan kepadanya. Sehingga, penderitaan yang ditimbulkannya adalah tersesat selama-lamanya. Dan, kelak di akhirat nanti termasuk golongan orang-orang yang merugi.

Allah menggambarkan orang yang memiliki sifat ini dalam firman-Nya, yang artinya, "Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat" (QS 2: 6-7).

Dalam ayat selanjutnya Allah menyatakan. "Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta" (QS 2: 10).

Ketiga, kemauan yang keras. Maksudnya adalah kemauan yang keras, tetapi tidak dilandasi dan didukung oleh kemampuan dan etos kerja yang tinggi. Maka, orang-orang seperti ini hanya melahirkan kekecewaan dan putus asa.

Keempat, banyak berangan-angan. Perilaku ini hanya menyuburkan pekerjaan yang sia-sia dan mendatangkan kemalasan. Orang seperti ini pekerjaannya hanya menghitung jikalau dan andaikan. Maka, bagi mereka adalah kesengsaraan jika angan-angannya tidak tercapai.

Sifat ini jelas bertentangan dengan sifat-sifat orang-orang beriman. Allah menyatakan, "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari pekerjaan yang tiada berguna" (QS 23: 1-3).Pertama, pandangan yang picik. Pandangan yang picik adalah pandangan yang selalu merendahkan orang lain. Orang yang memiliki sifat tersebut akan selalu apriori (dengki) terhadap apa pun yang dikatakan atau dilakukan orang lain. Ia menganggap apa pun yang dilakukan atau dikatakan orang lain akan selalu salah, dan pendapatnya yang paling benar. Penderitaan yang ditimbulkan dari sifat ini adalah ketakutan yang dahsyat kalau orang lain berbuat lebih baik. Hidupnya akan selalu dipenuhi pemikiran bagaimana cara mengalahkan pendapat atau tindakan orang lain.

Kedua, hati yang kesat. Maksudnya adalah hati yang telah mati atau hati yang dihinggapi penyakit rohani. Orang yang memiliki sifat ini tidak akan pernah menerima nasihat atau kebenaran yang disampaikan kepadanya. Sehingga, penderitaan yang ditimbulkannya adalah tersesat selama-lamanya. Dan, kelak di akhirat nanti termasuk golongan orang-orang yang merugi.

Allah menggambarkan orang yang memiliki sifat ini dalam firman-Nya, yang artinya, "Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat" (QS 2: 6-7).

Dalam ayat selanjutnya Allah menyatakan. "Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta" (QS 2: 10).

Ketiga, kemauan yang keras. Maksudnya adalah kemauan yang keras, tetapi tidak dilandasi dan didukung oleh kemampuan dan etos kerja yang tinggi. Maka, orang-orang seperti ini hanya melahirkan kekecewaan dan putus asa.

Keempat, banyak berangan-angan. Perilaku ini hanya menyuburkan pekerjaan yang sia-sia dan mendatangkan kemalasan. Orang seperti ini pekerjaannya hanya menghitung jikalau dan andaikan. Maka, bagi mereka adalah kesengsaraan jika angan-angannya tidak tercapai.

Sifat ini jelas bertentangan dengan sifat-sifat orang-orang beriman. Allah menyatakan, "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari pekerjaan yang tiada berguna" (QS 23: 1-3).(rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Tujuan Awan Bukanlah Hujan, Khusyuknya Ibadah akan Percuma tanpa Akhlak yang Berubah

Sabtu, 03 Oktober 2026 - 09:51:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Mengapa Manusia Membenci Kematian, Padahal Semua akan Mengalaminya?

Jumat, 02 Oktober 2026 - 10:18:42 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Kunci Mempertahankan Rumah Tangga di Tengah Merebaknya Pancaroba

Kamis, 01 Oktober 2026 - 11:27:41 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Mempertahankan keutuhan rumah tangga dalam masa sekarang ad.

Dakwatuna

Rasulullah Ungkap Perbedaan Nasib Ruh Orang Beriman dan Kafir Setelah Mati

Rabu, 30 September 2026 - 06:15:05 WIB

Rasulullah SAW menjelaskan perbedaan nasib.

Dakwatuna

Hakikat Rumah Tangga Ladang Ibadah

Senin, 28 September 2026 - 10:53:47 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Berumah tangga bagi seorang Mus.

Dakwatuna

Mengapa Allah Menyukai Hamba yang Berdoa? Ini Penjelasan Imam Al-Ghazali

Sabtu, 26 September 2026 - 09:59:19 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Doa bukan sekadar permohonan se.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Jabatan Kapolda Riau Berganti!
03 Oktober 2026
Inflasi Riau September 2026 Capai 2,79 Persen, Kampar Tertinggi 3,21 Persen
03 Oktober 2026
Urai Antrean BBM, Mobil Bertonase Besar Jangan ke dalam Kota
03 Oktober 2026
Tujuan Awan Bukanlah Hujan, Khusyuknya Ibadah akan Percuma tanpa Akhlak yang Berubah
03 Oktober 2026
Profil Rocky Gerung, Akademisi yang Kini Jadi Wantimpres Prabowo
03 Oktober 2026
Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan
03 Oktober 2026
Riyan Ade Putra, S.IP Resmi Mendaftar Calon Kepala Desa Lubuk Terap,: "Kades Harus Kreatif Mencari Anggaran Diluar Dana Desa Agar Pembangunan Tak Terhenti"
02 Oktober 2026
Deretan Pejabat Negara Dilantik Prabowo, Bahlil Rangkap Jadi Menko
02 Oktober 2026
Mengapa Manusia Membenci Kematian, Padahal Semua akan Mengalaminya?
02 Oktober 2026
38 Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Kanwil Kemenhaj Riau Periksa Travel BMW
02 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Jabatan Kapolda Riau Berganti!
  • 2 Inflasi Riau September 2026 Capai 2,79 Persen, Kampar Tertinggi 3,21 Persen
  • 3 Urai Antrean BBM, Mobil Bertonase Besar Jangan ke dalam Kota
  • 4 Tujuan Awan Bukanlah Hujan, Khusyuknya Ibadah akan Percuma tanpa Akhlak yang Berubah
  • 5 Profil Rocky Gerung, Akademisi yang Kini Jadi Wantimpres Prabowo
  • 6 Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan
  • 7 Riyan Ade Putra, S.IP Resmi Mendaftar Calon Kepala Desa Lubuk Terap,: "Kades Harus Kreatif Mencari Anggaran Diluar Dana Desa Agar Pembangunan Tak Terhenti"

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com