• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 2655 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 2597 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 2619 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 2595 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 2597 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Mengenal Pangkal Penderitaan

Redaksi Radarpku

Rabu, 07 Agustus 2024 10:31:47 WIB
Cetak
Mengenal Pangkal Penderitaan
RADARPEKANBARU.COM - Allah SWT menegaskan manusia terlahir memiliki sifat keluh dan kesah (QS 70: 19-20). Maknanya, manusia akan sangat mudah untuk mengeluh, terlebih-lebih jika sedang dilanda kesusahan dan kesulitan. Namun, keluh kesah tersebut, pada hakikatnya, merupakan hasil dramatisasi manusia terhadap permasalahan yang dihadapinya. Tegasnya, manusialah yang membuat segala permasalahan dan menjadikannya sebagai sumber penderitaan.

Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita ada empat hal yang menjadi sumber penderitaan bagi manusia. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Empat perkara yang mengakibatkan penderitaan, yaitu pandangan yang picik, hati yang kesat, kemauan keras, dan banyak angan-angan" (HR Abu Nu'aim dari Anas).

Pertama, pandangan yang picik. Pandangan yang picik adalah pandangan yang selalu merendahkan orang lain. Orang yang memiliki sifat tersebut akan selalu apriori (dengki) terhadap apa pun yang dikatakan atau dilakukan orang lain. Ia menganggap apa pun yang dilakukan atau dikatakan orang lain akan selalu salah, dan pendapatnya yang paling benar. Penderitaan yang ditimbulkan dari sifat ini adalah ketakutan yang dahsyat kalau orang lain berbuat lebih baik. Hidupnya akan selalu dipenuhi pemikiran bagaimana cara mengalahkan pendapat atau tindakan orang lain.

Kedua, hati yang kesat. Maksudnya adalah hati yang telah mati atau hati yang dihinggapi penyakit rohani. Orang yang memiliki sifat ini tidak akan pernah menerima nasihat atau kebenaran yang disampaikan kepadanya. Sehingga, penderitaan yang ditimbulkannya adalah tersesat selama-lamanya. Dan, kelak di akhirat nanti termasuk golongan orang-orang yang merugi.

Allah menggambarkan orang yang memiliki sifat ini dalam firman-Nya, yang artinya, "Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat" (QS 2: 6-7).

Dalam ayat selanjutnya Allah menyatakan. "Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta" (QS 2: 10).

Ketiga, kemauan yang keras. Maksudnya adalah kemauan yang keras, tetapi tidak dilandasi dan didukung oleh kemampuan dan etos kerja yang tinggi. Maka, orang-orang seperti ini hanya melahirkan kekecewaan dan putus asa.

Keempat, banyak berangan-angan. Perilaku ini hanya menyuburkan pekerjaan yang sia-sia dan mendatangkan kemalasan. Orang seperti ini pekerjaannya hanya menghitung jikalau dan andaikan. Maka, bagi mereka adalah kesengsaraan jika angan-angannya tidak tercapai.

Sifat ini jelas bertentangan dengan sifat-sifat orang-orang beriman. Allah menyatakan, "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari pekerjaan yang tiada berguna" (QS 23: 1-3).Pertama, pandangan yang picik. Pandangan yang picik adalah pandangan yang selalu merendahkan orang lain. Orang yang memiliki sifat tersebut akan selalu apriori (dengki) terhadap apa pun yang dikatakan atau dilakukan orang lain. Ia menganggap apa pun yang dilakukan atau dikatakan orang lain akan selalu salah, dan pendapatnya yang paling benar. Penderitaan yang ditimbulkan dari sifat ini adalah ketakutan yang dahsyat kalau orang lain berbuat lebih baik. Hidupnya akan selalu dipenuhi pemikiran bagaimana cara mengalahkan pendapat atau tindakan orang lain.

Kedua, hati yang kesat. Maksudnya adalah hati yang telah mati atau hati yang dihinggapi penyakit rohani. Orang yang memiliki sifat ini tidak akan pernah menerima nasihat atau kebenaran yang disampaikan kepadanya. Sehingga, penderitaan yang ditimbulkannya adalah tersesat selama-lamanya. Dan, kelak di akhirat nanti termasuk golongan orang-orang yang merugi.

Allah menggambarkan orang yang memiliki sifat ini dalam firman-Nya, yang artinya, "Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat" (QS 2: 6-7).

Dalam ayat selanjutnya Allah menyatakan. "Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta" (QS 2: 10).

Ketiga, kemauan yang keras. Maksudnya adalah kemauan yang keras, tetapi tidak dilandasi dan didukung oleh kemampuan dan etos kerja yang tinggi. Maka, orang-orang seperti ini hanya melahirkan kekecewaan dan putus asa.

Keempat, banyak berangan-angan. Perilaku ini hanya menyuburkan pekerjaan yang sia-sia dan mendatangkan kemalasan. Orang seperti ini pekerjaannya hanya menghitung jikalau dan andaikan. Maka, bagi mereka adalah kesengsaraan jika angan-angannya tidak tercapai.

Sifat ini jelas bertentangan dengan sifat-sifat orang-orang beriman. Allah menyatakan, "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari pekerjaan yang tiada berguna" (QS 23: 1-3).Pertama, pandangan yang picik. Pandangan yang picik adalah pandangan yang selalu merendahkan orang lain. Orang yang memiliki sifat tersebut akan selalu apriori (dengki) terhadap apa pun yang dikatakan atau dilakukan orang lain. Ia menganggap apa pun yang dilakukan atau dikatakan orang lain akan selalu salah, dan pendapatnya yang paling benar. Penderitaan yang ditimbulkan dari sifat ini adalah ketakutan yang dahsyat kalau orang lain berbuat lebih baik. Hidupnya akan selalu dipenuhi pemikiran bagaimana cara mengalahkan pendapat atau tindakan orang lain.

Kedua, hati yang kesat. Maksudnya adalah hati yang telah mati atau hati yang dihinggapi penyakit rohani. Orang yang memiliki sifat ini tidak akan pernah menerima nasihat atau kebenaran yang disampaikan kepadanya. Sehingga, penderitaan yang ditimbulkannya adalah tersesat selama-lamanya. Dan, kelak di akhirat nanti termasuk golongan orang-orang yang merugi.

Allah menggambarkan orang yang memiliki sifat ini dalam firman-Nya, yang artinya, "Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat" (QS 2: 6-7).

Dalam ayat selanjutnya Allah menyatakan. "Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta" (QS 2: 10).

Ketiga, kemauan yang keras. Maksudnya adalah kemauan yang keras, tetapi tidak dilandasi dan didukung oleh kemampuan dan etos kerja yang tinggi. Maka, orang-orang seperti ini hanya melahirkan kekecewaan dan putus asa.

Keempat, banyak berangan-angan. Perilaku ini hanya menyuburkan pekerjaan yang sia-sia dan mendatangkan kemalasan. Orang seperti ini pekerjaannya hanya menghitung jikalau dan andaikan. Maka, bagi mereka adalah kesengsaraan jika angan-angannya tidak tercapai.

Sifat ini jelas bertentangan dengan sifat-sifat orang-orang beriman. Allah menyatakan, "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari pekerjaan yang tiada berguna" (QS 23: 1-3).Pertama, pandangan yang picik. Pandangan yang picik adalah pandangan yang selalu merendahkan orang lain. Orang yang memiliki sifat tersebut akan selalu apriori (dengki) terhadap apa pun yang dikatakan atau dilakukan orang lain. Ia menganggap apa pun yang dilakukan atau dikatakan orang lain akan selalu salah, dan pendapatnya yang paling benar. Penderitaan yang ditimbulkan dari sifat ini adalah ketakutan yang dahsyat kalau orang lain berbuat lebih baik. Hidupnya akan selalu dipenuhi pemikiran bagaimana cara mengalahkan pendapat atau tindakan orang lain.

Kedua, hati yang kesat. Maksudnya adalah hati yang telah mati atau hati yang dihinggapi penyakit rohani. Orang yang memiliki sifat ini tidak akan pernah menerima nasihat atau kebenaran yang disampaikan kepadanya. Sehingga, penderitaan yang ditimbulkannya adalah tersesat selama-lamanya. Dan, kelak di akhirat nanti termasuk golongan orang-orang yang merugi.

Allah menggambarkan orang yang memiliki sifat ini dalam firman-Nya, yang artinya, "Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat" (QS 2: 6-7).

Dalam ayat selanjutnya Allah menyatakan. "Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta" (QS 2: 10).

Ketiga, kemauan yang keras. Maksudnya adalah kemauan yang keras, tetapi tidak dilandasi dan didukung oleh kemampuan dan etos kerja yang tinggi. Maka, orang-orang seperti ini hanya melahirkan kekecewaan dan putus asa.

Keempat, banyak berangan-angan. Perilaku ini hanya menyuburkan pekerjaan yang sia-sia dan mendatangkan kemalasan. Orang seperti ini pekerjaannya hanya menghitung jikalau dan andaikan. Maka, bagi mereka adalah kesengsaraan jika angan-angannya tidak tercapai.

Sifat ini jelas bertentangan dengan sifat-sifat orang-orang beriman. Allah menyatakan, "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari pekerjaan yang tiada berguna" (QS 23: 1-3).(rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Tertidur saat Khatib Menyampaikan Khutbah, Apakah Shalat Jumat Tetap Sah?

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:05:45 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Shalat Jumat merupakan ibadah w.

Dakwatuna

Menjaga Kemabruran Ibadah Haji

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:07:28 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Jamaah di Tanah Suci telah meny.

Dakwatuna

Kedisiplinan Dinilai Kunci Jaga Kemabruran Usai Berhaji

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:05:31 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Jamaah.

Dakwatuna

Mengenal 3 Jenis Hijrah

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:00:59 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Hijrah bermakna 'pindah'.

Dakwatuna

Jangan Bandingkan Hidupmu dengan Orang Lain

Senin, 15 Juni 2026 - 08:42:17 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Ketika Umat Nabi Muhammad Menjadi Saksi bagi Umat Nabi Nuh di Hari Kiamat

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:26:16 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Umat.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Mau Daftar SMP dan SD Negeri di Pekanbaru? Cek Link Resmi SPMB di Sini!
20 Juni 2026
Pendaftaran SPMB SMA/SMK Riau Ditutup, 79.350 Calon Siswa Berebut Kursi Sekolah Negeri
20 Juni 2026
Hari Jadi ke-242 Pekanbaru, Pemko Gratiskan Parkir di Seluruh Mal dan Rumah Sakit
20 Juni 2026
Tertidur saat Khatib Menyampaikan Khutbah, Apakah Shalat Jumat Tetap Sah?
20 Juni 2026
Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter
20 Juni 2026
Iran Siap Lanjutkan Kesepakatan dengan AS, Asal Israel Hentikan Serangan di Lebanon
20 Juni 2026
Menjaga Kemabruran Ibadah Haji
19 Juni 2026
Walikota Pekanbaru Apresiasi Kinerja LPS, 95 Persen Warga Terlibat Pengelolaan Sampah
19 Juni 2026
Enam Perusak Pos Satgas PKH di Tesso Nilo Divonis 6 Bulan Penjara
19 Juni 2026
Plt Gubri Dorong Percepatan Data TORA dan Akses Ekonomi
19 Juni 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Mau Daftar SMP dan SD Negeri di Pekanbaru? Cek Link Resmi SPMB di Sini!
  • 2 Pendaftaran SPMB SMA/SMK Riau Ditutup, 79.350 Calon Siswa Berebut Kursi Sekolah Negeri
  • 3 Hari Jadi ke-242 Pekanbaru, Pemko Gratiskan Parkir di Seluruh Mal dan Rumah Sakit
  • 4 Tertidur saat Khatib Menyampaikan Khutbah, Apakah Shalat Jumat Tetap Sah?
  • 5 Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter
  • 6 Iran Siap Lanjutkan Kesepakatan dengan AS, Asal Israel Hentikan Serangan di Lebanon
  • 7 Menjaga Kemabruran Ibadah Haji

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com