Menjaga Kemabruran Ibadah Haji
RADARPEKANBARU.COM - Jamaah di Tanah Suci telah menyelesaikan rangkaian ibadah haji. Mereka sedang bersiap kembali Tanah Air dengan menyandang haji yang mabrur dengan pahala surga.
Rasulullah SAW bersabda, "Dan haji mabrur, tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga" (HR Bukhari dan Muslim).
Mabrur merupakan predikat tertinggi dalam pelaksanaan ibadah haji dan ibadah-ibadah yang lainnya. Tidak mudah mencapai predikat mabrur.
Apabila predikat mabrur telah berhasil digapai sekalipun, tidak otomatis akan melekat sepanjang hayat dalam diri sang haji dan hajjah.
Karena itu, sepulang dari Tanah Suci, jamaah hendaknya senantiasa berupaya menjaga kemabruran ibadah haji. Paling tidak, ada tiga aspek yang mesti diperhatikan.
Pertama, aspek kepribadian. Setiap anggota jamaah haji hendaknya terus berupaya untuk melestarikan amalan-amalan yang telah dilaksanakan selama di Tanah Suci.
Misalnya, shalat tepat waktu secara berjamaah, melaksanakan ibadah-ibadah sunah, berhias dengan sifat-sifat yang terpuji, dan cepat melakukan tobat apabila telanjur melakukan kesalahan.
Kedua, aspek ubudiyah. Setiap anggota jamaah haji hendaknya terus berupaya meningkatkan kualitas ibadah shalat, puasa sunah, dan tilawah Alquran. Begitu pula dengan kepedulian terhadap orang yang lemah secara ekonomi, yakni melalui zakat, infak, dan sedekah, dan lain sebagainya.
Ketiga, aspek sosial. Setiap anggota jamaah haji harus membiasakan diri menyantuni anak yatim, membantu fakir miskin, menjenguk orang sakit, kerja bakti dan tolong-menolong. Mereka juga cenderung mendamaikan orang yang berselisih dan ibadah-ibadah sosial lainnya yang memberikan manfaat kepada orang lain.
Intinya adalah seperti dikatakan oleh Syekh Hassan al-Mussyath, "Tanda-tanda kemabruran haji seseorang apabila mampu membentuk kepribadiannya setelah melaksanakan ibadah haji. Ia berubah menjadi lebih baik daripada sebelumnya dan tidak lagi mengulang maksiat."
Seperti semua rangkaian pelaksanaan ibadah dalam Islam, tanda diterima haji ialah dengan pribadi menjadi lebih baik. Perilaku seseorang membaik dalam aspek hablum minallah (menjaga hubungan dengan Allah melalui penghambaan kepada-Nya) dan hablum minannas (menjaga hubungan dengan sesama manusia melalui interaksi sosial).
Semoga Allah SWT membimbing kaum Muslimin yang melaksanakan ibadah haji agar mereka mampu menjaga kemabruran hajinya. Aamiin.(rep)
Ketika Umat Nabi Muhammad Menjadi Saksi bagi Umat Nabi Nuh di Hari Kiamat
RADARPEKANBARU.COM - Umat.
Tiga Perang Besar yang Membentuk Peradaban Islam Setelah Rasulullah Wafat
RADARPEKANBARU.COM - Sejumlah peperangan besar terja.








