PILIHAN +INDEKS
Insiden Musala RRI,Mahasiswa Kembali Demo Tuntut Kompol DM di Adili
Puluhan masa yang menyebut dirinya Gerakan Umat Menuntut, gabungan dari
HMI-MPO, BEM UIR, IMM, IPMK, dan IPMRS menggelar aksi masa di depan
Mapolda, Jumat (19/12/2014) sore. (dok. halloriau)
RADARPEKANBARU.COM - Puluhan masa yang menyebut dirinya Gerakan Umat Menuntut, gabungan dari HMI-MPO, BEM UIR, IMM, IPMK, dan IPMRS menggelar aksi masa di depan Mapolda, Jumat (19/12/2014) sore. Mereka menuntut agar Kapolda menindak mantan Kabag Ops Kompol DM.
Puluhan masa beralmameter ini, kembali menuntut agar mantan Kabag Ops Kompol DM diproses secara transparan. Tak itu saja, mereka juga meminta Kapolda Riau, Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan memberi hukuman yang setimpal kepada seluruh anggota polisi yang terlibat kekerasan di musala RRI saat bentrok dengan mahasiswa beberapa waktu lalu.
Sempat terjadi aksi saling dorong gerbang oleh para mahasiswa dan petugas, karena permintaan mereka untuk bertemu Jendral Bintang 1 tidak dipenuhi Kepolisian.
"Mana Kapolda? Jangan hanya di dalam saja. Ke sini, datangi kami. Jelaskan kenapa ada oknumnya yang berbuat kasar di musala," teriak Koordinator demo Firka Maulana.
Merasa tak digubris permintaannya, puluhan mahasiswa ini sengaja mundur dari gerbang hingga ke tengah badan Jalan Sudirman. Praktis, jalanan jadi macet.
"Baiklah kawan-kawan, jika kita diabaikan di sini, mari kita mundur, kita tunjukkan bahwa kita tidak main-main," ujar Firka dengan menggunakan pengeras suara.
Alhasil, ruas jalan di depan Mapolda Riau macet total. Puluhan kendaraan terpaksa menghentikan laju kendaraan, karena jalan dihadang masa. "Kapolda ke sini, temui kami, mana ketegasannya, jika tidak mundur saja," teriak Firka.
Sementara, puluhan aparat Sabhara Polda Riau, enggan menanggapi dan tak mau terprovokasi, mereka lebih memilih berbaris rapi di balik gerbang pagar. Mahasiswa yang kesal akhirnya memilih melakukan Longmarch hingga ke bundaran tugu Zapin (titik 0 KM).
Di sini mereka kembali menutup jalan, bahkan menyeret KUN (pembatas jalan) ketengah sehingga pengendara terpaksa mengalihkan kendaraan ke jalan Gajah Mada.
Akhirnya, masa mahasiswa yang tidak ditanggapi ini membubarkan diri. Sementara polisi kembali membuka gerbang yang sebelumnya sempat ditutup, agar para pendemo tidak merangsek masuk ke dalam.
Terkait kasus ini, perkembangan proses penyidikan terhadap Mantan Kabag Ops Kompol DM, masih berlanjut. Ia sudah dipanggil Bid Propam Polda dan sudah menjalani pemeriksaan dengan status sebagai terperiksa bersama 4 anggotanya. Tak hanya dia, beberapa Kasat di Polresta juga sebelumnya sudah dipanggil sebagai saksi. (hrc)
Puluhan masa beralmameter ini, kembali menuntut agar mantan Kabag Ops Kompol DM diproses secara transparan. Tak itu saja, mereka juga meminta Kapolda Riau, Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan memberi hukuman yang setimpal kepada seluruh anggota polisi yang terlibat kekerasan di musala RRI saat bentrok dengan mahasiswa beberapa waktu lalu.
Sempat terjadi aksi saling dorong gerbang oleh para mahasiswa dan petugas, karena permintaan mereka untuk bertemu Jendral Bintang 1 tidak dipenuhi Kepolisian.
"Mana Kapolda? Jangan hanya di dalam saja. Ke sini, datangi kami. Jelaskan kenapa ada oknumnya yang berbuat kasar di musala," teriak Koordinator demo Firka Maulana.
Merasa tak digubris permintaannya, puluhan mahasiswa ini sengaja mundur dari gerbang hingga ke tengah badan Jalan Sudirman. Praktis, jalanan jadi macet.
"Baiklah kawan-kawan, jika kita diabaikan di sini, mari kita mundur, kita tunjukkan bahwa kita tidak main-main," ujar Firka dengan menggunakan pengeras suara.
Alhasil, ruas jalan di depan Mapolda Riau macet total. Puluhan kendaraan terpaksa menghentikan laju kendaraan, karena jalan dihadang masa. "Kapolda ke sini, temui kami, mana ketegasannya, jika tidak mundur saja," teriak Firka.
Sementara, puluhan aparat Sabhara Polda Riau, enggan menanggapi dan tak mau terprovokasi, mereka lebih memilih berbaris rapi di balik gerbang pagar. Mahasiswa yang kesal akhirnya memilih melakukan Longmarch hingga ke bundaran tugu Zapin (titik 0 KM).
Di sini mereka kembali menutup jalan, bahkan menyeret KUN (pembatas jalan) ketengah sehingga pengendara terpaksa mengalihkan kendaraan ke jalan Gajah Mada.
Akhirnya, masa mahasiswa yang tidak ditanggapi ini membubarkan diri. Sementara polisi kembali membuka gerbang yang sebelumnya sempat ditutup, agar para pendemo tidak merangsek masuk ke dalam.
Terkait kasus ini, perkembangan proses penyidikan terhadap Mantan Kabag Ops Kompol DM, masih berlanjut. Ia sudah dipanggil Bid Propam Polda dan sudah menjalani pemeriksaan dengan status sebagai terperiksa bersama 4 anggotanya. Tak hanya dia, beberapa Kasat di Polresta juga sebelumnya sudah dipanggil sebagai saksi. (hrc)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru
PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.
287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar
Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.
Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata
RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.
Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau
RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.
Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum
KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.
Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus
KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .
TULIS KOMENTAR +INDEKS








