Mengapa Nabi dan Rasul Juga Merasakan Sakitnya Sakaratul Maut?
Al Muhasibi menyebutkan dalam kitab ar Ri'ayah: bahwa Allah SWT berkata kepada nabi Ibrahim Alaihissalam: "Wahai kekasihKu, bagaimana kamu merasakan mati?
Nabi Ibrahim menjawab: "Kematian bagiku seperti seterika yang sangat panas, yang digosokkan pada kain wol yang basah (sehingga kain wol tersebut kering seketika)
Allah kemudian berkata: Sesungguhnya Kami telah memudahkan kematianmu
Begitupun nabi Musa Alaihisalam yang merasakna sakitnya ketika dicabut nyawa seperti burung yang dipanggang hidup-hidup.
Diceritakan bahwa ruh nabi Musa sampai kepada Allah, maka Allah berkata kepadanya, (ruh nabi Musa). Wahai Musa bagaimana kamu merasakan mati? Ruh nabi Musa menjawab: Kematian yang kurasakan seperti burung hidup yang dipanggang di atas panggangan.
Diceritakan bahwa ruh nabi Musa sampai kepada Allah, maka Allah berkata kepadanya, (ruh nabi Musa). Wahai Musa bagaimana kamu merasakan mati? Ruh nabi Musa menjawab: Kematian yang kurasakan seperti burung hidup yang dipanggang di atas panggangan Artinya para nabi dan rasul pun juga merasakan sakitnya sakaratul maut. Pertanyaannya, mengapa para nabi dan rasul yang begitu dekat dengan Allah SWT juga harus merasakan sakitnya sakaratul maut?
Imam Qurthubi dalam kitab At Tadzkirah memberikan penjelasan tentang mengapa para nabi dan rasul juga merasakan sakitnya sakaratul maut. Imam Qurthubi mengatakan
Agar mengetahui setiap makhluk tentang pedihnya kematian, dan bahwa kematian itu perkara yang tidak diketahui.
Imam Qurthubi menjelaskan ketika para nabi dan rasul menceritakan tentang pedihnya mati, maka manusia menjadi mengetahui bahwa setiap orang yang meninggal dunia akan merasakan pedihnya kematian kecuali orang-orang yang mati syahid.
Selain itu tujuannya adalah Allah SWT ingin meninggikan derajat dan melipatgandakan balasan bagi mereka. Imam Qurthubi menjelaskan para nabi dan rasul adalah manusia yang paling berat cobaannya. Karena itu tujuan Allah mencoba para nabi semata-mata untuk menyempurnakan kemuliaan dan mengangkat derajat mereka. Cobaan yang diberikan kepada nabi bukan merupakan azab, tetapi diberikan Allah SWT hanya untuk menyempurnakan ketinggian dan kemuliaan mereka.(rep)
Tertidur saat Khatib Menyampaikan Khutbah, Apakah Shalat Jumat Tetap Sah?
RADARPEKANBARU.COM - Shalat Jumat merupakan ibadah w.








