• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 2798 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 2754 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 2765 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 2747 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 2749 Kali

  • Home
  • Nasional

Menko Polhukam Tolak Permintaan Tebusan Separatis

Redaksi Radarpku

Rabu, 01 Maret 2023 12:38:34 WIB
Cetak
Menko Polhukam Tolak Permintaan Tebusan Separatis

SURABAYA -- Tiga pekan sudah pilot asal Selandia Baru, Philip Mark Mehrtens, disandera kelompok separatis Papua di Nduga, Papua Pegunungan. Pemerintah, yang belum kunjung membebaskan sandera, menegaskan tak akan berkompromi dengan permintaan tebusan yang diklaim baru diminta oleh kelompok separatis itu.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan tidak akan mengabulkan permintaan kelompok separatis pimpinan Egianus Kogoya yang meminta barter pilot Susi Air dengan senjata dan amunisi. Mahfud menegaskan, sudah ada taktik dan strategi yang disiapkan aparat keamanan dalam upaya pembebasan pilot Susi Air.

"Tidak mungkin kita berikan (senjata) kepada pemberontak. Ada taktik dan strategi yang dilakukan aparat kita," kata Mahfud di Surabaya, Selasa (28/2).

Mahfud memastikan, aparat keamanan telah mengetahui lokasi penyanderaan pilot dan terus melakukan pengepungan. Namun, lanjut Mahfud, upaya pembebasan harus dilakukan secara hati-hati karena berkaitan dengan nyawa seseorang. Apalagi, yang disandera merupakan warga negara asing.

"Terus dilakukan pengepungan, kita tahu lokasinya. Kita harus terus hati-hati karena para penyandera itu menyandera nyawa. Menyandera nyawa orang New Zealand. Kalau mau disergap, bahaya itu," ujarnya.

Mahfud melanjutkan, dalam upaya pembebasan pilot Susi Air tersebut, aparat keamanan lebih mengutamakan keselamatan sang pilot. Mahfud pun memastikan, kondisi pilot Susi Air yang disandera dalam keadaan sehat. 

Sebelumnya, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) melakukan pembakaran terhadap pesawat milik maskapai Susi Air di Lapangan Terbang Paro, Nduga, pada Selasa (7/2). Penyerangan tersebut dilakukan kelompok separatis bersenjata yang dipimpin Egianus Kogoya. 

Menyusul insiden itu, sang pilot yang bernama Philips Marthen disandera. Namun, pihak separatis telah merilis beberapa foto dan video yang menunjukkan kondisi Philips. Dalam rekaman visual itu, terlihat Philips dalam keadaan sehat dan tak terluka.

Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menyatakan, tebusan untuk sandera itu adalah kemerdekaan untuk Papua. Pilot Selandia Baru ia sebut tak akan dibebaskan hingga tuntutan itu dipenuhi. Ia belum menyampaikan tuntutan baru hingga Selasa (28/2) malam.

Kendati demikian, Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri mengatakan, tuntutan terbaru kelompok Egianus Kogoya tersebut meminta pilot berkebangsaan Selandia Baru itu ditukar dengan senjata, amunisi, serta sejumlah uang. Tuntutan tersebut, kata Mathius, ditujukan kepada Pemerintah Indonesia. 

Namun, Irjen Mathius memastikan, TNI dan Polri sebagai otoritas keamanan dan penindakan hukum mengabaikan tuntutan tersebut. Permintaan itu tidak mungkin dipenuhi karena berbahaya dan dapat mengganggu keamanan serta menimbulkan korban jiwa. "Selain meminta senpi dan amunisi, Egianus juga meminta sejumlah uang, " ujar Kapolda Papua Irjen Pol Fakhiri.

Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menyatakan, TNI-Polri masih terus berupaya membebaskan pilot Susi Air. Menurut dia, pihak separatis bersama sanderanya selalu berpindah-pindah tempat sehingga sampai saat ini posisinya belum dapat diketahui pasti.

Ia menekankan, pencarian masih terus dilakukan untuk memastikan keberadaan pilot berkebangsaan Selandia Baru. "Mudah-mudahan pilot Philip Mark Mehrtens segera dapat dibebaskan dengan keadaan selamat," ujar Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Saleh, Senin (27/6).

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono pada Senin juga mengatakan, pihaknya masih terus berupaya mencari keberadaan pilot maskapai Susi Air. Yudo menyebut, pihaknya sangat berhati-hati dalam pencarian tersebut karena kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua kerap membaur dengan masyarakat sipil.

"Jadi, pilot masih tetap kita usahakan dicari, karena tentunya di dalam situasi seperti ini mereka ini kan bercampur dengan masyarakat sehingga TNI juga harus hati-hati di dalam melaksanakan tugasnya untuk menyelamatkan itu," kata Yudo di Mako Paspampres, Jakarta.

Yudo menjelaskan, proses pencarian ini mengerahkan pasukan, baik dari TNI maupun Polri yang sebelumnya sudah bertugas di wilayah Papua dan sekitarnya.

Dia menyampaikan, tidak ada pasukan ataupun satuan tugas khusus yang diterjunkan. Sebab, menurut dia, kondisi saat ini bukanlah situasi yang khusus. Meskipun ia mengakui bahwa KKB yang sedang dihadapi kerap berpindah-pindah tempat.

"Kita optimalkan prajurit yang berada di sana karena yang kita hadapi juga bukan musuh yang tetap, kemudian bisa berhadapan, bukan? Jadi, gerombolan yang tempatnya berpindah-pindah dan bersama-sama dengan penduduk, dan ini kan tidak mudah untuk mengambil dari penduduk ini," ujar dia.

Yudo menegaskan, pihaknya pun tidak menetapkan target tertentu untuk menyelesaikan proses pencarian Mehrtens. "Ya, tentunya kita enggak ada target. Wong ini tadi lho, di lapangannya tidak mudah langsung di suatu tempat yang bisa diambil langsung, kan tidak. Itu tadi, mereka berlindung selalu dengan masyarakat, malah dengan anak-anak. Ini yang akan kita pisahkan," kata Yudo.

"Sedapat mungkin kita laksanakan secara persuasif. Kita tidak mau masyarakat jadi korban karena itu," ungkap dia.(rmol)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Komnas Perempuan Mestinya Bela Korban Bukan Berdebat Definisi Penyiksaan

Senin, 29 Juni 2026 - 08:29:20 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Roy Suryo Konsolidasi Dukungan Massa, Media dan Youtubers Jelang Sidang di PN Jaktim

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:12:56 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Kebanggaan Bagi Negeri Istana, Anak Siak Ukir Sejarah Terpilih Jadi Paskibraka Nasional 2026

Senin, 22 Juni 2026 - 11:06:43 WIB

Radarpekanbaru – Prestasi membanggakan kembali dit.

Nasional

Festival Seni Budaya Melayu Riau Perkuat Pewarisan Tradisi di Negeri Istana

Ahad, 21 Juni 2026 - 22:00:00 WIB

Radarpekanbaru  – Alunan kompang, syair Melay.

Nasional

Adu Pengaruh PDIP Versus Geng Solo di Balik Menguat Isu Reshuffle

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:47:58 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Polemik Dugaan Ijazah Palsu Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:34:07 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Dibandingkan tim kuasa h.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Polisi Lalu Lintas di Riau Salurkan 5.357 Paket Bansos
29 Juni 2026
Plt Gubri Serahkan Data Tunggakan Pajak, Rp20,7 Miliar Jadi Bidikan Kuansing
29 Juni 2026
Pendaftar Jalur Domisili SPMB SMPN Pekanbaru Lampaui Kuota
29 Juni 2026
Terlambat Bertobat, Lima Ayat Alquran Gambarkan Penyesalan Setelah Dikubur
29 Juni 2026
Komnas Perempuan Mestinya Bela Korban Bukan Berdebat Definisi Penyiksaan
29 Juni 2026
Korban Tewas Akibat Gempa Venezuela Tembus 920 Jiwa, 50 Ribu Lainnya Hilang
29 Juni 2026
Musprov FAJI Riau 2026 Tuntas, Erfan Panca Putra Terpilih sebagai Ketua Umum, Panitia Apresiasi Pengabdian Herman Yahya Domo
28 Juni 2026
H Syarif: Potensi Besar Kabupaten Siak Harus Diperjuangkan demi Kesejahteraan Masyarakat
27 Juni 2026
Kirim 112 Peserta, Kafilah Meranti Targetkan Prestasi di MTQ ke-44 Riau
27 Juni 2026
Pemprov Riau Percepat Legalisasi Tambang Rakyat, WPR Kuansing Jadi Prioritas Pengembangan
27 Juni 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Polisi Lalu Lintas di Riau Salurkan 5.357 Paket Bansos
  • 2 Plt Gubri Serahkan Data Tunggakan Pajak, Rp20,7 Miliar Jadi Bidikan Kuansing
  • 3 Pendaftar Jalur Domisili SPMB SMPN Pekanbaru Lampaui Kuota
  • 4 Terlambat Bertobat, Lima Ayat Alquran Gambarkan Penyesalan Setelah Dikubur
  • 5 Komnas Perempuan Mestinya Bela Korban Bukan Berdebat Definisi Penyiksaan
  • 6 Korban Tewas Akibat Gempa Venezuela Tembus 920 Jiwa, 50 Ribu Lainnya Hilang
  • 7 Musprov FAJI Riau 2026 Tuntas, Erfan Panca Putra Terpilih sebagai Ketua Umum, Panitia Apresiasi Pengabdian Herman Yahya Domo

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com