• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 2307 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 2247 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 2279 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 2247 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 2256 Kali

  • Home
  • Hukrim

Thailand Diam-diam Perdagangkan Pengungsi Rohingya

Redaksi Radarpku

Jumat, 06 Desember 2013 07:46:57 WIB
Cetak
Thailand Diam-diam Perdagangkan Pengungsi Rohingya
Pengungsi Rohingya (int)
Bangkok,(radarpekanbaru.com)-Suatu sore di bulan Oktober, di wilayah tak bertuan antara Thailand dan Myanmar, Muhammad Ismail lenyap. Pejabat imigrasi Thailand mengatakan ia dideportasi ke Myanmar. Benarkah demikian?

Penelusuran Reuters, Ismail dan ratusan pengungsi lainnya masuk dalam "bursa" perdagangan manusia. Dia dipekerjakan di kamp-kamp di tengah hutan.

Reportase investigasi Reuters di tiga negara menemukan adanya kebijakan rahasia untuk melenyapkan pengungsi Rohingya dari pusat-pusat penahanan imigrasi Thailand. Para pembeli sudah menunggu dengan perahu di tengah laut.

Mereka kemudian diangkut melintasi Thailand selatan dan "disimpan" di dalam kamp yang tersembunyi di dekat perbatasan dengan Malaysia sampai kerabat mereka membayar ribuan dolar untuk membebaskan mereka.

Berdasarkan pengendusan Reuters dan kesaksian warga Rohingya yang ditahan di sana, lokasi penahanan mereka ada di dekat sebuah desa bernama Baan Klong Tor. "Dalam jumlah tak terhitung, mereka meninggal di sana," kata salah seorang saksi.

Seorang narasumber di kepolisian Thailand mengakui adanya kebijakan rahasia yang disebut "opsi kedua" ini. Opsi yang dimaksud adalah menyingkirkan etnis Rohingya dari fasilitas penahanan.

Ismail pada Reuters mengaku dirinya termasuk salah satu di antara lima pemuda Rohingya yang dijual para pejabat imigrasi Thailand. "Tampaknya begitu resmi pada awalnya," kata Ismail. "Mereka memotret dan mengambil sidik jari kami. Mereka kemudian ke perahu yang menunggu di laut dan 20 menit kemudian kembali untuk memberitahu kami telah dijual."

Ismail mengatakan ia digiring ke perahu, kemudian menempuh jalan darat dan berakhir di sebuah kamp di Thailand selatan. Kamp dijaga oleh pria-pria bersenjata lengkap. "Setidaknya satu orang meninggal setiap hari karena dehidrasi atau penyakit."

Bozor Mohammed, pengungsi Rohingya lainnya, mengaku mengalami kelaparan dan beberapa kali pemukulan, sementara sang penyandera terus meneror keluarganya meminta tebusan US$ 2.000.

Pengungsi yang tak ditebus keluarganya akan dikirim ke perusahaan pelayaran atau pertanian. Mereka dijual seharga 5.000 sampai 50 ribu baht, atau antara US$ 155 dan US$ 1.550, sesuai keahlian mereka.

The Arakan Project, sebuah kelompok advokasi Rohingya yang berbasis di Thailand, mengatakan telah mewawancarai puluhan warga Rohingya yang pernah disekap di kamp rahasia. "Banyak dari mereka yang tidak dapat membayar berakhir sebagai juru masak atau penjaga di kamp-kamp itu," kata Chris Lewa, Direktur Arakan Project.

Tarit Pengdith, Kepala Departemen Investigasi Khusus, badan setara setara FBI di Thailand, membenarkan adanya kamp-kamp itu. "Kami telah mendengar tentang kamp-kamp ini di Thailand selatan," katanya, "Tapi kami tidak menyelidiki masalah ini."

Sumber : REUTERS | Tempo


BERITA LAINNYA +INDEKS
Hukrim

Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru

Rabu, 22 April 2026 - 23:06:20 WIB

PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.

Hukrim

287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar

Rabu, 08 April 2026 - 16:30:00 WIB

Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.

Hukrim

Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata

Ahad, 01 Februari 2026 - 19:00:00 WIB

RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.

Hukrim

Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau

Selasa, 23 Desember 2025 - 06:58:22 WIB

RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.

Hukrim

Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum

Sabtu, 05 Juli 2025 - 21:50:31 WIB

KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.

Hukrim

Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus

Kamis, 05 Juni 2025 - 22:11:19 WIB

KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Aktivasi Akun SPMB Riau Tembus 68.322, Disdik Ingatkan Jangan Tunda Pendaftaran
11 Juni 2026
Pemprov Riau Kembali Bangun Sekolah Rakyat, Lokasinya di Rohul dan Rohil
11 Juni 2026
Pemko Pekanbaru Fokus Perbaiki Saluran dan Normalisasi Sungai untuk Antisipasi Banjir
11 Juni 2026
Tahun Baru Islam Sebentar Lagi, Ini Keutamaan Bulan Muharram
11 Juni 2026
Survei Adidaya Institute: Prabowo Capres Terpopuler 2029, KDM dan AHY Nyodok Cawapres
11 Juni 2026
AS Blokir Jaringan Pengadaan Senjata Iran di China dan Hong Kong
11 Juni 2026
Polda Riau Sita 6,94 Kilogram Sabu dan 969 Cartridge Etomidate
10 Juni 2026
Eks Ajudan Sekwan Pekanbaru Divonis 3 Tahun Penjara dalam Kasus Perintangan Penyidikan Korupsi
10 Juni 2026
Harga Pertamax Riau Menjadi yang Termahal di Indonesia
10 Juni 2026
Kisah Tragis Pengkhianat Rasulullah, Jasadnya Ditolak Bumi Berkali-kali
10 Juni 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Aktivasi Akun SPMB Riau Tembus 68.322, Disdik Ingatkan Jangan Tunda Pendaftaran
  • 2 Pemprov Riau Kembali Bangun Sekolah Rakyat, Lokasinya di Rohul dan Rohil
  • 3 Pemko Pekanbaru Fokus Perbaiki Saluran dan Normalisasi Sungai untuk Antisipasi Banjir
  • 4 Tahun Baru Islam Sebentar Lagi, Ini Keutamaan Bulan Muharram
  • 5 Survei Adidaya Institute: Prabowo Capres Terpopuler 2029, KDM dan AHY Nyodok Cawapres
  • 6 AS Blokir Jaringan Pengadaan Senjata Iran di China dan Hong Kong
  • 7 Polda Riau Sita 6,94 Kilogram Sabu dan 969 Cartridge Etomidate

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com