Larang PHR bentuk anak perusahaan, Ahok minta libatkan pengusaha lokal jadi rekanan
PEKANBARU-Komisaris Utama (Komut) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Pertamina, Basuki Tjahja Purnama (Ahok), ingin memastikan Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang telah mengambil alih kelola ladang minyak Blok Rokan, bisa menjalankan perusahaan dengan baik dan benar, sehingga dapat memberikan devisa yang lebih tinggi.
Menurut Ahok, yang telah melakukan kunjungan kerja di wilayah kerja PHR, Minas, Duri dan Dumai, Selasa (14/9), melihat masih perlu dilakukan penekanan terhadap Pertamina yang baru menjalankan Blok Rokan, untuk mengoptimalisasikan devisa. Dalam kunjungan kerjanya ada beberapa poin yang harus dijalankan oleh pihak PHR, sebagai pengelolan Blok Rokan.
“Ya kita mau memastikan bahwa pengambil alihan kelola ini bisa meningkatkan biaya, yang tujuan akhirnya adalah optimalisasi devisa. Kalau kita punya perusahaan BUMN, maaf ya perusahaan BUMN tidak bisa memperbaiki neraca perjalanan kita berarti audit. Mereka punya hasil pengeluaran dan devisa mesti lebih baik yang kita hasilkan,” kata Ahok, saat berbincang bersama Anggota DPR RI asal Riau, Arsyadjuliandi Rahman, Rabu (15/9), usai kunker ke PHR.
Pada kesempatan tersebut, mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menegaskan kepada manajemen PHR untuk memberdayakan karyawan yang telah bekerja di eks karyawan Chevron, yang telah bekerja dalam pengelolaan Blok Rokan. Termasuk teknologi yang telah dipakai saat ini dipertahankan, termask menambah teknologi yang lebih tinggi.
“Yang kedua kita ingin pastikan teknologi waktu kita ambil kelola, ketika dikelola, kita ingin pastikan teknologi dan Sumber Daya Manusia (SDM) Rokan ini, bisa kita berdayakan dengan baik, karena di Pertamina belum ada harus kita nyontek karena pengalaman yang begitu panjang,” kata Ahok.
Ahok juga menegaskan selama perjalanan pengelolaan Blok Rokan, PHR tidak bisa menjalankan sendiri perusahaan. Selain bersama BUMD Riau melalui PI 10 persen, PHR juga bisa menampung perusahaan-perusahaan lokal yang ada di Riau. Jangan sampai Pertamina membentuk anak perusahaan, sehingga kalah bersaing dengan pengusaha lokal.
“Yang ketiga kita ingin ratakan lapangan tanding artinya apa, setelah kita ambil alih, kemudian pengusah-pengusaha lokal mereka harus ikut berpartisipasi. Ini saya mau harapkan Pertamina ini tidak membangun anak perusahaan, untuk tunjuk anak perusahaan jadi bagian pendukung dari bisnis ini. Harusnya libatkan pengusaha-pengusaha lokal sebagai rekanan,” tegas Ahok.
Untuk diketahui, pengelolaan Blok Rokan yang sudah lebih dari 50 tahun ini, dikelola oleh perusahaan asing, mulai dari Caltex, hingga Chevron. Dan kini mulai tanggal 9 Agustus lalu Pemerintah mengambil alih Blok Rokan dan menunjuk BUMN Pertamina mengelola Blok Rokan. (*)
Kerugian Korupsi CSR PT SPRH Lebih Rp13 Miliar, Polda Riau segera Tetapkan Tersangka
RADARPEKANBARU.COM - Penyidikan dugaan korupsi penya.
Kesbangpol Riau: 12 Kabupaten/Kota Telah Lampaui Target Responden IHaI 2026
RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Provinsi Riau melalu.
JPU KPK Tuntut Arief Setiawan 5,5 Tahun Penjara, Lebih Ringan dari Abdul Wahid
RADARPEKANBARU.COM - Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Pe.
Sidang Pembacaan Tuntutan Abdul Wahid CS Digelar Hari Ini
RADARPEKANBARU.COM - Perkara dugaan korupsi yang men.
Percepat Pembangunan Daerah, Pemko Pekanbaru Gandeng Pemerintah Kota Bandung
RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanba.
Dua Waste Station di Pekanbaru Sudah Bisa Penukaran Sampah
RADARPEKANBARU.COM - Pemko Pekanbaru telah men.








