PILIHAN +INDEKS
Banggar DPRD Riau Kecolongan
Dana Siluman Lolos di Pembahasan RAPBD Riau 2013
Johar Firdaus Ketua DPRD Riau
PEKANBARU-Dana Tipu-tipu,seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprov Riau bakal menikmati tunjangan pendapatan kondisi kerja (TPKK) yang bervariasi dari Rp5 juta hingga Rp50 juta. Total dana untuk tunjangan itu mencapai Rp500 miliar. Ketua Banggar DPRD Riau Johar Firdaus menduga anggaran tersebut 'dibungkus' saat pembahasan dengan DPRD sehingga bisa lolos.
Hal itu dikatakan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Johar Firdaus, Jumat (29/11/2013). Johar mengatakan selama pembahasan RAPBD Perubahan tahun 2013 berlangsung, pihaknya sama sekali tidak pernah membahas anggaran tersebut.
''Bisa jadi hal itu terbungkus dalam dana aparatur yang masuk dalam belanja tidak langsung. Kita kemarin itu hanya membahas dana belanja langsung," katanya.
Dikatakan Johar meski dana tunjangan itu sudah dibuat Peraturan Gubernurnya, pihaknya akan mempelajarinya lagi. "Pergubnya sudah ada, cuma saya belum mempelajarinya. Kalau memang ada (dana tunjangan tersebut), besar kali itu,''kata Johar Firdaus yang juga Ketua DPRD Riau ini.
Menurut informasi yang berkembang, katanya, dari anggaran Rp500 miliar tersebut, masing-masing pejabat di lingkungan Pemrov Riau akan mendapatkan anggaran tunjangan yang bervariasi. "Ada yang Rp20 juta, Rp30 juta bahkan ada yang Rp50 juta per orangnya. Yang jelas, sebelum pembahasan APBD Murni tahun 2014 nanti kita akan minta penjelasan kepada pihak Pemrov terkait hal ini,'' tukas Johar.
Sementara itu anggota DPRD Riau dari Partai Keadilan Sejahtera, H Mansyur HS mengaku kaget dengan anggaran tunjangan PNS Pemprov yang nilainya luar biasa tersebut. ''Kita merasa tidak pernah membahas anggaran untuk pembayaran tunjangan pendapatan kondisi kerja itu, tapi tadi tiba-tiba mendengar tunjangan itu segera dibayarkan," sergah Mansyur.
Anggota DPRD Riau asal Dapil Kota Pekanbaru itu terhera-heran begitu mendapatkan Pergub yang menerangkan angka yang akan dibayarkan untuk setiap pegawai Pemprov. ''Nilainya besar, ada yang Rp20 juta per orang per bulan, ada yang Rp30 juta hingga Rp50 juta dan terkecil Rp5 juta. Semua akan dibayarkan rapel pada bulan Desember,'' ungkap Mansyur. (hrc)
Editor : Ramli
Hal itu dikatakan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Johar Firdaus, Jumat (29/11/2013). Johar mengatakan selama pembahasan RAPBD Perubahan tahun 2013 berlangsung, pihaknya sama sekali tidak pernah membahas anggaran tersebut.
''Bisa jadi hal itu terbungkus dalam dana aparatur yang masuk dalam belanja tidak langsung. Kita kemarin itu hanya membahas dana belanja langsung," katanya.
Dikatakan Johar meski dana tunjangan itu sudah dibuat Peraturan Gubernurnya, pihaknya akan mempelajarinya lagi. "Pergubnya sudah ada, cuma saya belum mempelajarinya. Kalau memang ada (dana tunjangan tersebut), besar kali itu,''kata Johar Firdaus yang juga Ketua DPRD Riau ini.
Menurut informasi yang berkembang, katanya, dari anggaran Rp500 miliar tersebut, masing-masing pejabat di lingkungan Pemrov Riau akan mendapatkan anggaran tunjangan yang bervariasi. "Ada yang Rp20 juta, Rp30 juta bahkan ada yang Rp50 juta per orangnya. Yang jelas, sebelum pembahasan APBD Murni tahun 2014 nanti kita akan minta penjelasan kepada pihak Pemrov terkait hal ini,'' tukas Johar.
Sementara itu anggota DPRD Riau dari Partai Keadilan Sejahtera, H Mansyur HS mengaku kaget dengan anggaran tunjangan PNS Pemprov yang nilainya luar biasa tersebut. ''Kita merasa tidak pernah membahas anggaran untuk pembayaran tunjangan pendapatan kondisi kerja itu, tapi tadi tiba-tiba mendengar tunjangan itu segera dibayarkan," sergah Mansyur.
Anggota DPRD Riau asal Dapil Kota Pekanbaru itu terhera-heran begitu mendapatkan Pergub yang menerangkan angka yang akan dibayarkan untuk setiap pegawai Pemprov. ''Nilainya besar, ada yang Rp20 juta per orang per bulan, ada yang Rp30 juta hingga Rp50 juta dan terkecil Rp5 juta. Semua akan dibayarkan rapel pada bulan Desember,'' ungkap Mansyur. (hrc)
Editor : Ramli
BERITA LAINNYA +INDEKS
Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru
PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.
287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar
Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.
Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata
RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.
Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau
RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.
Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum
KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.
Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus
KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .
TULIS KOMENTAR +INDEKS








