Pemko Pekanbaru Alokasikan Rp35 Miliar Tangani Stunting
RADARPEKANBARU.COM - Pemkot Pekanbaru mengalokasikan Rp35 miliar dalam APBD tahun 2021 untuk mendukung upaya penanganan kasus stunting pada balita dan alokasi anggaran terbanyak adalah membiayai kegiatan di bidang kesehatan.
"Di bidang kesehatan alokasi anggaran dominan itu adalah untuk membiayai layanan akses kesehatan bagi ibu dan balita, sebab cara terbaik mencegah kasus stunting yakni meningkatkan layanan gizi bagi ibu hamil dan balita. Mereka juga mesti mendapat akses bahan pangan hingga layanan kesehatan," kata Wali Kota Pekanbaru, Firdaus, di Pekanbaru, Kamis.
Dia mengatakan, melalui alokasi anggaran sebesar itu, sekaligus mendongkrak capaian pada tahun 2022 Pekanbaru sudah zero stunting kendati dinilai juga bahwa Pekanbaru masih memilik keterbatasan anggaran.
Untuk itu, katanya, perlu urun rembuk lagi untuk bisa mengajak semua pihak agar ikut serta dalam upaya mencegah kasus stunting tersebut
"Untuk mendukung ketersediaan anggaran yang memadai dalam mendukung percepatan penuntasan stunting di Pekanbaru, bisa saja berasal dari lembaga dan berbagai pihak lainnya ikut membantu penyediaan anggarannya bisa bersumber dari CSR perusahaan, berupa hibah, infak, wakaf dan kegiatan lainnya, khususnya dalam meningkatkan akses layanan kesehatan dan layanan sanitasi," katanya.
Tahun 2022, katanya lagi, Pemerintah Kota Pekanbaru mengalokasikan anggaran sebesar Rp82 miliar untuk mencegah kasus stunting dan tentunya upaya pencegahan stunting ini harus melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Untuk OPD yang terlibat, katanya, yakni Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas PUPR dan Dinas Perkim. Selain itu juga Dinas Sosial, Disdalduk KB, DP3AM, Bappeda dan Disdukcapil.
"Perlu komitmen bersama dalam menurunkan kasus stunting yang di Kota Pekanbaru tahun 2019 tercatat sebesar 18,58 persen, sedangkan tahun 2020 sebesar 2,24 persen. Disamping itu 15 kelurahan di Kota Pekanbaru bakal menjadi fokus penanganan stunting dan kelurahan tersebut berstatus zona merah stunting," katanya.(antr)
Kerugian Korupsi CSR PT SPRH Lebih Rp13 Miliar, Polda Riau segera Tetapkan Tersangka
RADARPEKANBARU.COM - Penyidikan dugaan korupsi penya.
Kesbangpol Riau: 12 Kabupaten/Kota Telah Lampaui Target Responden IHaI 2026
RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Provinsi Riau melalu.
JPU KPK Tuntut Arief Setiawan 5,5 Tahun Penjara, Lebih Ringan dari Abdul Wahid
RADARPEKANBARU.COM - Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Pe.
Sidang Pembacaan Tuntutan Abdul Wahid CS Digelar Hari Ini
RADARPEKANBARU.COM - Perkara dugaan korupsi yang men.
Percepat Pembangunan Daerah, Pemko Pekanbaru Gandeng Pemerintah Kota Bandung
RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanba.
Dua Waste Station di Pekanbaru Sudah Bisa Penukaran Sampah
RADARPEKANBARU.COM - Pemko Pekanbaru telah men.








