PILIHAN +INDEKS
Sudah Tiga Wanita Ungkap Kelakuan Gubri
Anak Kandungnya Dilecehkan, Sumardi Taher Tuding Gubri Bermoral Bejat
ILustrasi
RADARPEKANBARU.COM - Ketiga kalinya, pelecehan seksual dilakukan oleh Annas Maamun, yang merupakan orang nomor satu di Provinsi Riau terjadi.
Kali ini, korbannya adalah seorang wanita berinisial 'W' yang juga dikenal sebagai putri kandung dari Sumardi Taher, sang tokoh pendidikan cukup tersohor di Bumi Melayu Lancang Kuning.
Putri Sumardi Taher itu, kini trauma setelah mengalami perlakuan keji dan bejat dari seorang kakek yang umurnya pun sudah mencapai 75 tahun lebih. Masyarakat Riau yang saat ini semakin merasa jijik melihat seorang Gubernur Riau berprilaku tak obahnya seperti iblis, mulai bersuara untuk menurunkan Annas Maamun.
Perbuatan bejat sangat memalukan yang dilakukan oleh Gubernur Riau Annas Maamun kepada 'W' putri kandung Sumardi Taher, ternyata peristiwanya masih juga terjadi dalam rumah pribadi Annas Maamun dan Latifah yang berada di Jalan Belimbing No. 18, Pekanbaru, Riau in.
Bahkan, kini angat banyak dari masyarakat Riau yang sengaja datang walaupun hanya untuk sekedar melihat-lihat rumah pribadi Gubernur Riau itu, yang oleh banyak warga pula disebut sebagai rumah tempat Annas Maamun melampiaskan nafsu seks bejatnya.
Sementara, mantan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Riau, Sumardi Taher, seperti dilansir politikriau mengatakan, dirinya terkejut dan mengutuk keras tindakan amoral seorang pemimpin yang seharusnya menjadi panutan bagi rakyatnya, apalagi di 'Tanah Melayu Riau' ini.
Untuk itu, Sumardi Taher meminta agar laporan yang telah dibuatnya kepada Kepolisian dan Kerjaksaan terkait tindakan pelecehan seksual menimpa putrinya, yang dituding dilakukan Annas Maamun, seorang Gubernur Riau dan juga Ketua Partai Golkar Riau.
"Semoga laporan kita kepada polisi dan Kajati agar tidak dipelintir dan akan dapat menjaga anak saya. Selan itu saya tegaskan, saya juga tidak berniat untuk memeras orang terhormat seperti dia (Annaqs Mamun, red). Begitu bejatnya (Annas Maamun, red) hanya sekedar uang, tapi anak saya dikorbankan. Masalah ini sudah luar biasa," ucap Sumardi Taher.
Mantan Anggota Dewan Pertimbanan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) ini menyebutkan, putrinya tidak mungkin berani berbuat macam-macam dan tak pernah terpikir sedikitpun kalau ternyata Annas Maamun yang usianya sudah 75 tahun lebih itu masih memiliki prilaku perbuatan setan.
"Karena putri saya orang yang terpelajar. Perlakuan Gubernur Riau itu sama artinya dia telah merusak keturunan, keluarga dan kerabat keluarga kami," pungkas Sumardi Taher.
"Ini sudah pembunuhan karakter. Pasalnya, orang yang melakukan itu merupakan orang yang terhormat di Riau. Saya mohon kepada Allah, anak saya dapat menahan gelombong biadab yang dilakukan Gubernur Riau," sambungnya
Ia pun mengaku kesal dengan tingkah laku Annas Maamun yang sekarang adalah Gubernur Riau. Kendati demikian, Sumardi Taher masih dapat meredam rasa amarahnya. Padahal, tidak sedikit dari berbagai kalangan maupun kerlompok masyarakat di Riau yang menyatakan dukungan untuk melawan pemimpin bejat.
"Namun, saya masih bisa bersabar dan terus bermohon pada Allah supaya putri saya tersebut mampu menahan gelombang biadab yang telah dilakukan Gubernur Riau," ucap Sumardi Taher, dengan suara terbata-bata.
Ketika kasus amoral Gubernur Riau Annas Maamun yang kembali mencoreng marwah Bumi Melayu Lancang Kuning ini akan dikonfirmasi kepadanya secara langsung, sepertinya ibarat pungghuk merindukan bulan.
Sebabnya, Annas Maamun tidak mau berkantor di Kantor Gubernur Riau. Dia lebih memilih berada di dalam rumah dinas gubernur bersama dengan para 'hulubalangnya' yang saat ini sudah sangat kesohor tindak tanduk dari mereka itu.(rp/prc)
Kali ini, korbannya adalah seorang wanita berinisial 'W' yang juga dikenal sebagai putri kandung dari Sumardi Taher, sang tokoh pendidikan cukup tersohor di Bumi Melayu Lancang Kuning.
Putri Sumardi Taher itu, kini trauma setelah mengalami perlakuan keji dan bejat dari seorang kakek yang umurnya pun sudah mencapai 75 tahun lebih. Masyarakat Riau yang saat ini semakin merasa jijik melihat seorang Gubernur Riau berprilaku tak obahnya seperti iblis, mulai bersuara untuk menurunkan Annas Maamun.
Perbuatan bejat sangat memalukan yang dilakukan oleh Gubernur Riau Annas Maamun kepada 'W' putri kandung Sumardi Taher, ternyata peristiwanya masih juga terjadi dalam rumah pribadi Annas Maamun dan Latifah yang berada di Jalan Belimbing No. 18, Pekanbaru, Riau in.
Bahkan, kini angat banyak dari masyarakat Riau yang sengaja datang walaupun hanya untuk sekedar melihat-lihat rumah pribadi Gubernur Riau itu, yang oleh banyak warga pula disebut sebagai rumah tempat Annas Maamun melampiaskan nafsu seks bejatnya.
Sementara, mantan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Riau, Sumardi Taher, seperti dilansir politikriau mengatakan, dirinya terkejut dan mengutuk keras tindakan amoral seorang pemimpin yang seharusnya menjadi panutan bagi rakyatnya, apalagi di 'Tanah Melayu Riau' ini.
Untuk itu, Sumardi Taher meminta agar laporan yang telah dibuatnya kepada Kepolisian dan Kerjaksaan terkait tindakan pelecehan seksual menimpa putrinya, yang dituding dilakukan Annas Maamun, seorang Gubernur Riau dan juga Ketua Partai Golkar Riau.
"Semoga laporan kita kepada polisi dan Kajati agar tidak dipelintir dan akan dapat menjaga anak saya. Selan itu saya tegaskan, saya juga tidak berniat untuk memeras orang terhormat seperti dia (Annaqs Mamun, red). Begitu bejatnya (Annas Maamun, red) hanya sekedar uang, tapi anak saya dikorbankan. Masalah ini sudah luar biasa," ucap Sumardi Taher.
Mantan Anggota Dewan Pertimbanan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) ini menyebutkan, putrinya tidak mungkin berani berbuat macam-macam dan tak pernah terpikir sedikitpun kalau ternyata Annas Maamun yang usianya sudah 75 tahun lebih itu masih memiliki prilaku perbuatan setan.
"Karena putri saya orang yang terpelajar. Perlakuan Gubernur Riau itu sama artinya dia telah merusak keturunan, keluarga dan kerabat keluarga kami," pungkas Sumardi Taher.
"Ini sudah pembunuhan karakter. Pasalnya, orang yang melakukan itu merupakan orang yang terhormat di Riau. Saya mohon kepada Allah, anak saya dapat menahan gelombong biadab yang dilakukan Gubernur Riau," sambungnya
Ia pun mengaku kesal dengan tingkah laku Annas Maamun yang sekarang adalah Gubernur Riau. Kendati demikian, Sumardi Taher masih dapat meredam rasa amarahnya. Padahal, tidak sedikit dari berbagai kalangan maupun kerlompok masyarakat di Riau yang menyatakan dukungan untuk melawan pemimpin bejat.
"Namun, saya masih bisa bersabar dan terus bermohon pada Allah supaya putri saya tersebut mampu menahan gelombang biadab yang telah dilakukan Gubernur Riau," ucap Sumardi Taher, dengan suara terbata-bata.
Ketika kasus amoral Gubernur Riau Annas Maamun yang kembali mencoreng marwah Bumi Melayu Lancang Kuning ini akan dikonfirmasi kepadanya secara langsung, sepertinya ibarat pungghuk merindukan bulan.
Sebabnya, Annas Maamun tidak mau berkantor di Kantor Gubernur Riau. Dia lebih memilih berada di dalam rumah dinas gubernur bersama dengan para 'hulubalangnya' yang saat ini sudah sangat kesohor tindak tanduk dari mereka itu.(rp/prc)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru
PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.
287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar
Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.
Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata
RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.
Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau
RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.
Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum
KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.
Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus
KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .
TULIS KOMENTAR +INDEKS








