• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 2942 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 2915 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 2895 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 2895 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 2890 Kali

  • Home
  • Opini

Bahaya laten klientelisme Mengintai kinerja tim satgas terpadu penertiban perkebunan ilegal Provinsi

Redaksi Radarpku

Jumat, 17 Januari 2020 11:06:47 WIB
Cetak
Bahaya laten klientelisme Mengintai kinerja tim satgas terpadu penertiban perkebunan ilegal Provinsi

RADARPEKANBARU.COM - Ward Berenschot , Dalam Artikel Ilmiah yang berjudul The Political Economy of Clientelism: A Comparative Study of Indonesia’s Patronage Democracy berfokus secara sempit pada pembelian suara dalam proses pemilu demokratis. Di sisi lain Ward mengembangkan perspektif alternatif pada hubungan antara pembangunan ekonomi dan klientelisme politik. Pada perpektif itu Ward Menekankan konsentrasi kontrol atas kegiatan ekonomi akan menumbuhkan klientelisme, Implikasinya akan menghambat ruang publik dan menghambat pengawasan yang efektif dan pendisiplinan elit politik bisnis.

 

Berpijak pada perspektif itu, relevan kiranya untuk mengulik fenomena lingkungan hidup di Indonesia. Yang mana Relasi negara, masyarakat dan arus modal merupakan komponen yang tidak mungkin bisa di pisahkan. Katakanlah Bencana, Argumentasinya merupakan konsekwensi dari kerusakan lingkungan akibat peran sistemik negara dalam melakukan eksploitasi SDA guna menggulirkan kepentingan Ekonomi. Dalih Investasi kemudian menguat dalam rangka pendistribusian kesejahteraan, dengan menciptakan Iklim birokrasi yang di atur berpola longgar. Baru-baru ini Ancaman "Gigit"  santer mengesankan Kegarangan Presiden Jokowi jika dalam praktiknya Investasi di persulit.

 

Bagi Riau, Angin segar pola investasi "ala Jokowi" itu berpotensi menciptakan Wahana baru bagi oligarkian ekonomi yang telah beranak pinak dengan Merk-merk perusahaan pada bidang Perkebunan di Provinsi Riau. Pemanfaatan sumber daya alam, tampaknya akan semakin memperparah Kutukan Sumber daya alam bagi masyarakat Provinsi Riau. Yang mana Kebakaran hutan dan lahan, Banjir serta dampak kerusakan lingkungan hidup lainnya akan semakin mengalahkan Alokasi kesejahteraan yang diperoleh rakyat Riau.

 

Realita sebelum pola investasi itu di giring, tata kelola SDA Perkebunan Di provinsi riau pun telah mewariskan rekam yang buruk. Bagi Elviriadi, pakar lingkungan asal riau ini  menyebutkan  kerusakan ekologis di provinsi Riau terdampak pada aspek pengelolaan SDA yang salah arah, Pada praktiknya tidak ada pembatasan eksploitasi alam berdasarkan topografi,lanskap,budaya dan indikator-indikator keberlangsungan lingkungan hidup sejak orde baru.

 

Jikalahari (Jaringan Kerja Sama Penyelamat Hutan Riau) Merilis bahwa Pola ruang dalam Peraturan Daerah (Perda) No 10 Tahun 2018 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Provinsi Riau 2018 -2038, Tercatat dari 8.908.254,14 Ha luas Riau, diatur seluas 7.967.083,51 Ha atau setara 89 % dari luas Riau untuk budidaya. Pola ruang budidaya tersebut telah dikuasai oleh korporasi sebanyak 78 % atau seluas 6.238.868,85 Ha untuk hutan produksi, kawasan industri, tambang dan perkebunan besar. Sementara Kawasan lindung hanya seluas 941.170,63 Ha atau setara dengan 11 % luas Riau. Sehingga Tersisa 1.728.214,66 ha atau 22 % yang diperuntukkan untuk hutan adat, hutan rakyat, ruang terbuka hijau, pariwisata, perkebunan rakyat, kawasan pertanian dan pemukiman.

 

Pada sektor perkebunan kelapa sawit, berdasarkan publikasi data statistik Direktorat Jenderal Perkebunan pada tahun 2019, tercatat seluas 2.806.349 Ha area perkebunan yang diklasifikasikan seluas 1.577.783 Ha perkebunan rakyat, Seluas 67.380 Ha perkebunan negara, dan Seluas 1.161.187 Ha perkebunan swasta,dengan akumulasi produksi sebesar 8.864.883 Ton.

 

Yoga Setia Permana (Dalam Tirto.id, 26 Juni 2019) menuturkan masifnya industri sawit tidak lepas dari kesepakatan rahasia antara dinasti lokal yang berkuasa di daerah tersebut dengan oligarki nasional di Jakarta. Kemudahan memperoleh izin investasi untuk perkebunan sawit sudah dikondisikan oleh kerjasama dengan elite lokal setempat. Elite oligarki  mempunyai modal besar mampu mengondisikan untuk memperoleh konsesi pengelolaan sumber daya alam tanpa melewati mekanisme dan prosedur yang terjamin integritasnya. Klientelisme lewat praktik rente mengakibatkan kegiatan eksploitasi sumber daya alam tidak tersentuh oleh pengawasan negara baik pusat dan terutama pemerintah daerah.

 

Kuatnya jejaring klientelistik tersebut dapat dibenarkan pada kasus Korupsi Mantan Gubernur Riau Rusli Zainal dan Annas Maamun, atas tindak pidana korupsi pada aspek pemanfaatan  status kawasan Hutan. Selain itu, temuan Pansus Monitoring Lahan Bermasalah DPRD Provinsi Riau dan Data yang di beberkan KPK mencatat seluas 1,2 Juta Ha Lahan Bermasalah di Provinsi Riau dapat disebut sebagai virus-virus klientelisme.

 

Mereaksi hal tersebut, 12 Agustus 2019 lalu Gubernur Riau membentuk Tim Satgas Penertiban Perkebunan Illegal di provinsi riau, Satgas tersebut di klasifikasikan menjadi 3 Kelompok yang terdiri atas Tim Pengendali , Tim Operasi  dan Tim Yustisi yang dioperasikan oleh Unsur OPD Pemprov Riau dan jaringan Lembaga Vertikal seperti POLRI,TNI,Kejaksaan ,BPN dan lain-lain.

 

Asa terhadap kinerja tim tersebut memang harus dibungkus dengan semangat Optimistik, hanya saja keran-keran klientelisme pada aktifitas tata kelola sumber daya alam di provinsi riau telah terformulasi secara regulatif dan praktis massif menyentuh aspek Birokrasi yang koruptif, dan didukung oleh penegakan Hukum yang cenderung lemah. Kecolongan atas identifikasi Luas perkebunan illegal tersebut sebagai bukti penguat, Bahwa masalah itu telah Bermula pada proses perizinan hingga pengawasan yang notabene berpangku pada wewenang instansi Negara di tingkat pusat hingga daerah.

 

Peristiwa Langka Negara Vs Korporasi ini mesti di terjemahkan melalui Integrasi peran Presiden hingga Bupati dengan Garansi Integritas dalam proses aplikasi nya. Menengok Komposisi Tim yang terkesan lemah ini, umpama menonton Sinetron yang terbaca sebagai agenda setting untuk sekedar mengejar Ratting kinerja Negara. Realitanya, Jajaran pemerintah provinsi dan lembaga vertikal sejajar yang tergabung dalam tim tersebut, tidak aktif bersinergi mengikutsertakan Unsur-unsur Presiden dan Unsur-unsur Bupati yang ongkang-ongkang kaki melihat Intransparansi Tim yang enggan mempublikasikan hasil kerjanya secara komprehensif.  Terakhir, Satgas Terpadu telah melakukan pengukuran terhadap lahan perkebunan milik perusahaan seluas 80.885,59 Ha, Dari jumlah itu, Seluas 58.350,97 Ha lahan perkebunan masuk dalam kawasan hutan. Pengukuran lahan perkebunan itu, telah dilakukan di 9 kabupaten sejak November 2019 lalu, Terbilang sebanyak 32 Perusahaan yang di inventarisir.

 

Skema tindakan yang cenderung konservatif ini  pertanda Agen-agen Klientelisme sedang meliak-liuk hilir mudik menemukan solusi guna mengamankan Misi Ekonomi dan Politik nya. Tidak tertutup kemungkinan, Agen-agen tersebut adalah Oknum pejabat publik dan/atau kelompok  rakus dari Unsur-unsur warisan Satgas Itu sendiri. Pada kondisi kompleksitas persoalan tata kelola SDA Terkhusus aspek perkebunan Di provinsi riau ini, mencerahkan kita bahwa Praktik Klientelisme yang mengiringinya telah sampai pada level Laten. Spirit integritas kolektif menjadi kebutuhan dalam menyikapinya. Satgas mesti clean and clear dalam menjalankan amanahnya, tahapan-tahapan kinerja Tim ini harus diselenggarakan secara profesional, partisipatif (Melibatkan Unsur Akademisi dan NGO Profesional), Aspiratif dan mengukur skema akhir Penindakan yang menjunjung tinggi marwah Hukum dan keberlangsungan Lingkungan Hidup serta kesejahteraan rakyat secara komprehensif.(zr)

 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Opini

Be Happy: Era Digital Pajak Indonesia Menuju Masa Depan yang Cemerlang

Senin, 11 Agustus 2025 - 16:43:12 WIB

Oleh Ahmad ZayyadiMahasiswa Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Suska.

Opini

RUU Perampasan Aset: Menanti Pedang Keluar dari Sarung

Ahad, 04 Mei 2025 - 07:31:35 WIB

Oleh: Azmi bin RozaliDi tengah kian merosotnya kepercayaan publik terhada.

Opini

Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan Digital

Rabu, 30 April 2025 - 20:18:01 WIB

Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan DigitalOl.

Opini

Harmonis Kepala Daerah dan Wakil

Sabtu, 15 Maret 2025 - 07:12:10 WIB

Harmonis Kepala Daerah dan WakilOleh: Azmi bin RozaliDalam .

Opini

Tantangan dan Peluang Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi di Kelas

Senin, 10 Juni 2024 - 22:41:34 WIB

Pendidikan merupakan kunci kemajuan bangsa. Kualitas pendidikan yan.

Opini

Model pembelajaran diferensiasi dalam konteks kurikulum merdeka menawarkan pendidikan yang lebih adaptif, Inklusif, dan berdaya saing.

Senin, 10 Juni 2024 - 19:47:18 WIB

KURIKULUM MERDEKA HADIR DENGAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI, MENDORONG PENDIDIKAN YANG LEBIH INKL.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Berantas Penambangan Ilegal, Polisi Tertibkan Aktivitas PETI di Sepanjang Sungai Kuantan
15 Juli 2026
Orang Tua Diminta Lapor Jika Ada Perpeloncoan Saat MPLS di Pekanbaru
15 Juli 2026
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Dasar Kebijakan Pembangunan di Provinsi Riau
15 Juli 2026
Apa Kebahagiaan yang Sebenarnya di Dunia?
15 Juli 2026
Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas
15 Juli 2026
AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz
15 Juli 2026
Pemprov Riau Percepat Tindak Lanjut Rekomendasi BPK dan Benahi Tata Kelola BUMD
14 Juli 2026
Gelombang Kedua, Ratusan Pegawai Lama di Sekretariat DPRD Riau Dimutasi
14 Juli 2026
Polda dan Kejati Riau Perkuat Sinergi, Komitmen Wujudkan Penegakan Hukum Berintegritas
14 Juli 2026
Seberapa Sering Kita Merasakan Waktu Berjalan Begitu Cepat? Ini Penjelasan Ulama
14 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Berantas Penambangan Ilegal, Polisi Tertibkan Aktivitas PETI di Sepanjang Sungai Kuantan
  • 2 Orang Tua Diminta Lapor Jika Ada Perpeloncoan Saat MPLS di Pekanbaru
  • 3 Sensus Ekonomi 2026 Jadi Dasar Kebijakan Pembangunan di Provinsi Riau
  • 4 Apa Kebahagiaan yang Sebenarnya di Dunia?
  • 5 Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas
  • 6 AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz
  • 7 Pemprov Riau Percepat Tindak Lanjut Rekomendasi BPK dan Benahi Tata Kelola BUMD

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com