Menyesali Penurunan Iman

Dibaca: 4690 kali  Senin,22 Januari 2018
Menyesali Penurunan Iman
Ket Foto :

RADARPEKANBARU.COM.Allah berfirman dalam Surat Al-Qiyamah (75) ayat 2, “Dan aku bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali (dirinya sendiri).” Fluktuasi iman itu adalah bagian dari realitas keseharian kebanyakan kita.

Naik-turunnya iman sesungguhnya merupakan kewajaran jika naiknya melejit dan turunnya tidak meluncur. Fluktuasi iman ini penting dan prioritas untuk kita rasakan, agar naiknya iman sangat membahagiakan kita; dan turunnya iman benar benar sangat menyedihkan kita.

Merasakan naik-turunnya iman ini memerlukan kesadaran imani, sensitivitas jiwa, serta efektivitas amal ibadah.

Sungguh masih banyak saudara kita yang tidak menyesal jika tidak shalat fardhu di masjid, tanpa halangan. Lebih banyak lagi saudara kita yang tidak menyesal kalau tidak shalat sunnah rawatib, tidak shalat Dhuha, tidak shalat Tahajjud. L

ebih banyak lagi saudara kita yang tidak menyesal karena tidak mengamalkan zikir pagi dan sore. Bahkan banyak sekali saudara kita yang belum mengetahui apa itu zikir pagi dan sore.

Masih banyak saudara kita yang tidak menyesal kalau tidak membaca Alquran sepanjang siang, sepanjang malam. Bahkan masih sangat banyak saudara kita yang belum mengetahui pentingnya membaca Surah As-Sajadah dan Surah Al-Mulk setiap malam, ditambah dengan Surah Al-Kahfi pada setiap malam Jumat dan hari Jum'at.

Selain menyesali amal ibadah yang ditinggalkan, kita juga mesti menyesali dosa-dosa yang kita perbuat, seperti dosa dosa mata, dosa dosa telinga, dosa dosa mulut, dosa dosa tangan dan kaki, dosa dosa berpakaian, dosa dosa dalam mencari nafkah, dosa dosa politik, dosa dosa medsos, dosa tidak bernasehat, dosa bosan berda'wah, dan lain-lain.

Penyesalan imani itu hanyalah efektif jika benar benar melejitkan peningkatan iman dan mencegah penurunan iman yang bersifat drastis.(rep)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »