Pemprov Riau Klaim Masih Kekurangan 441.020,9 Ton Kebutuhan Beras 2017

Dibaca: 6891 kali  Jumat,04 Agustus 2017
Pemprov Riau Klaim Masih Kekurangan 441.020,9 Ton Kebutuhan Beras 2017
Ket Foto : Anak Gelandangan Makan Nasi Kotor ( Ilustrasi)

RADARPEKANBARU.COM- Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau menyebutkan produksi beras Riau merujuk tahun 2016 baru mencapai 236.074,8 ton atau Riau masih kekurangan beras sebesar 441.020,9 ton untuk memenuhi kebutuhan beras pada 2017 sebesar 677.095,6 ton.

"Selama ini kekurangan tersebut dicukupkan melalui pembelian beras berasal dari produksi sendiri dan dari daerah lain, karena Riau belum swasembada," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau Ferry HC Ernaputra di Pekanbaru, Jumat.

Menurut Ferry, pemenuhan kebutuhan beras untuk Riau didatangkan dari Sumatera Barat, Pulau Jawa, Sumatera Utara, dan sejumlah daerah lainnya.

Ia mengatakan, untuk mencapai kebutuhan swasembada pangan, perlu dukungan dari berbagai sektor dan sub sektor,  terutama berkaitan dengan prasarana dan sarana (lahan, air, jalan), jaminan pasar, serta sejumlah kebijakan.

"Pasokan dan harga beras di Riau masih normal seperti biasa. Masyarakat masih membeli beras sesuai dengan selera dan kemampuannya masing-masing," katanya.

Untuk meningkatkan produksi bahan pangan saat ini di Riau, Pemerintah menggencarkan program Upaya Khusus Peningkatan Produksi   Padi,   Jagung   dan   Kedelai   (UPSUS  PAJALE), yang dilakukan melalui  kegiatan-kegiatan perluasan   areal  (cetak   sawah baru, dan optimasi lahan).

Program kedua dalam meningkatkan produksi bahan pangan adalah melalui peningkatan produktivitas, ketiga pengamanan produksi, dan keempat peningkatan mutu manajemen.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas TPHP Provinsi Riau, Gusriani menyebutkan, produksi padi (Gabah Kering Giling =GKG) di Provinsi   Riau   pada   tahun   2016   tercatat sebesar 373.536 ton atau sebesar 256.193,5  ton beras.

"Bila dibandingkan dengan jumlah penduduk dan ketersediaan beras, maka provinsi Riau masih kekurangan beras berkisar 68,38 persen," katanya.

Berdasarkan   perkiraan/prognosa   produksi   padi   (GKG)   pada   tahun   2017   tercatat sebesar  408.341,5  ton   atau   256.193,5   ton   beras   dan   diperkiraan   kekurangan   beras   sebesar  66,34 persen. Produksi padi periode Januari-April 2017 tercatat sebesar 176.672,7 ton GKG (110.844 ton beras).

Ia menambahkan daya beli beras di Riau cukup bagus  kendati masih mendatangkan beras dari sentra produksi beras Jambi, Sumbar dan Sumut. Untuk Riau sendiri sentra  produksi beras berasal dari  Kabupaten Rokan Hilir,  Kabupaten Inderagiri Hilir, Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, Pelalawan, Siak .

"Tahun 2017,  di Kabupaten Meranti Provinsi Riau sudah dilakukan cetak sawah baru seluas 730 hektare, guna menekan ketergantungan beras asal provinsi lain," katanya. (ant)

 

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »