PILIHAN +INDEKS
Raja Bumi Serambi Mekah
Dugaan Pencucian Uang Jefry Noer
Jefry Noer (int)
PEKANBARU, RADARPEKANBARU.COM - Dugaan Pencucian Uang Bupati Kampar Jefry Noer atas kepemilikan sejumlah aset dan property. Menurut sumber Radar, selama menjabat bupati Kekayaan Jefry Noer fantastis bertambah.
Di kecamatan Siak Hulu di komplek yang dinamakan komplek pelatihan P4S berdiri megah sebuah bangunan menyerupai hotel yang telah rampung pembangunannya. Bangunan megah yang sering disebut masyarakat sebagai hotel Tiga Dara ini sering dilakukan pertemuan para petinggi negara, pejabat, jendral, pengusaha dan kalangan investor.
Di lokasi P4S ini, kegiatan pemda kampar digadang-gadangkan Jefry sebagai pusat pemberantasan kemiskinan masyarakat Kampar yang tertuang dalam program lima pilar bupati Kampar yaitu 'zero' kemiskinan, banyak pihak juga mempertanyakan keseriusan Jefry.
Sebagaimana diketehui, Jefry mempercayakan anaknya Jevary Juni Ardo alias Aldo untuk menjalankan sejumlah proyek pelatihan dan jual beli sapi melalui dana bergulir BPR Sarimadu, dana pembayaran jual beli sapi langsung ditransfer ke rekening Aldo.
Dari pantauan radarpekanbaru.com 2013 yang lalu, sapi yang diperjualbelikan melalui modal pinjaman dana bergulir, banyak yang kurus dan tidak layak untuk dijadikan sapi peliharaan.
Belakangan diketahui berdasarkan informasi dari narasumber radar, ternyata pengadaan sapi ke P4S tidak memiliki dokumen resmi, Aldo selaku penanggung jawab P4S yang langsung di SK-kan bupati kampar, ternyata menggunakan dokumen sapi 'bodong' yaitu dokumen salah satu pemda Aceh.
"Selama ini menggunakan dokumen pengadaan sapi, salah satu pemda Aceh". jelas narasumber.
Narasumber juga menginformasikan bahwa ternyata Jefry juga selaku pemilik salah satu hotel di Pekanbaru, "yang kalian tau hanya hotel Tiga Dara di Kubang, ada lagi hotel Arowana, yang mengatas namakan orang lain serta sekarang Jefry Noer juga mempersiapkan pembangunan hotel di Pariaman kampung istrinya yang akan menelan biaya sekitar Rp. 200 Milyar." katanya.
Jefry Noer yang dikonfirmasi melalui Sabaruddin Kabag Humas pemda Kampar, mengaku tidak mengetahui atas adanya kepemilikan hotel Arowana dan rencana pembangunan hotel di Pariaman.
"Saya, gak tau itu pak, baru dengar saya,.kebetulan saya lagi di luar ini, nanti telpon lagi, atau datang aja langsung ke kantor Humas untuk wawancara." Sabaruddin.(ram)
Editor: Alamsah
Di kecamatan Siak Hulu di komplek yang dinamakan komplek pelatihan P4S berdiri megah sebuah bangunan menyerupai hotel yang telah rampung pembangunannya. Bangunan megah yang sering disebut masyarakat sebagai hotel Tiga Dara ini sering dilakukan pertemuan para petinggi negara, pejabat, jendral, pengusaha dan kalangan investor.
Di lokasi P4S ini, kegiatan pemda kampar digadang-gadangkan Jefry sebagai pusat pemberantasan kemiskinan masyarakat Kampar yang tertuang dalam program lima pilar bupati Kampar yaitu 'zero' kemiskinan, banyak pihak juga mempertanyakan keseriusan Jefry.
Sebagaimana diketehui, Jefry mempercayakan anaknya Jevary Juni Ardo alias Aldo untuk menjalankan sejumlah proyek pelatihan dan jual beli sapi melalui dana bergulir BPR Sarimadu, dana pembayaran jual beli sapi langsung ditransfer ke rekening Aldo.
Dari pantauan radarpekanbaru.com 2013 yang lalu, sapi yang diperjualbelikan melalui modal pinjaman dana bergulir, banyak yang kurus dan tidak layak untuk dijadikan sapi peliharaan.
Belakangan diketahui berdasarkan informasi dari narasumber radar, ternyata pengadaan sapi ke P4S tidak memiliki dokumen resmi, Aldo selaku penanggung jawab P4S yang langsung di SK-kan bupati kampar, ternyata menggunakan dokumen sapi 'bodong' yaitu dokumen salah satu pemda Aceh.
"Selama ini menggunakan dokumen pengadaan sapi, salah satu pemda Aceh". jelas narasumber.
Narasumber juga menginformasikan bahwa ternyata Jefry juga selaku pemilik salah satu hotel di Pekanbaru, "yang kalian tau hanya hotel Tiga Dara di Kubang, ada lagi hotel Arowana, yang mengatas namakan orang lain serta sekarang Jefry Noer juga mempersiapkan pembangunan hotel di Pariaman kampung istrinya yang akan menelan biaya sekitar Rp. 200 Milyar." katanya.
Jefry Noer yang dikonfirmasi melalui Sabaruddin Kabag Humas pemda Kampar, mengaku tidak mengetahui atas adanya kepemilikan hotel Arowana dan rencana pembangunan hotel di Pariaman.
"Saya, gak tau itu pak, baru dengar saya,.kebetulan saya lagi di luar ini, nanti telpon lagi, atau datang aja langsung ke kantor Humas untuk wawancara." Sabaruddin.(ram)
Editor: Alamsah
BERITA LAINNYA +INDEKS
Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru
PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.
287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar
Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.
Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata
RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.
Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau
RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.
Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum
KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.
Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus
KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .
TULIS KOMENTAR +INDEKS








