PILIHAN +INDEKS
Merasa Ditipu, Calon Jamaah Umroh Lapor Polisi
Ilustrasi
RADARPEKANBARU.COM - Harapan Susiyah bersama dua saudaranya pergi ke tanah suci, Mekkah untuk menunaikan ibadah umroh berujung ke proses hukum. Warga Jalan Pala Pekanbaru tersebut terpaksa melaporkan biro perjalanan karena merasa tertipu. Sejak tahun lalu sudah membayar Rp68 juta, namun sampai sekarang tak jelas kapan bisa berangkat.
"Saya sudah bayar lunas untuk biaya umroh tiga orang dari tahun lalu, tapi sampai sekarang tidak jelas kapan bisa berangkat," keluh Susiyah kepada wartawan usai membuat laporan di Mapolresta Pekanbaru, Sabtu (22/3/14).
Dijelaskan Susiyah, setelah melunasi biaya umroh untuk tiga orang Rp68 juta, pihak travel menjadwalkan keberangkatan pada 22 Februari 2014. Namun jadwal tersebut ternyata tak terlaksana dan dijadwal ulang pada 6 Maret.
Namun lagi-lagi 6 Maret tak jadi berangkat. Padahal Susiyah dan keluarganya ketika itu sudah berangkat ke Bandara Sultan Syarif Kasim (SKK) II dan bersiap berangkat, namun pihak biro perjalanan malah tak muncul. Ketika itu, Susiyah dan keluarga sudah menggelar syukuran sebelum berangkat.
Bahkan, sampai saat ini tidak ada kejelasan kapan dirinya bersama keluarga bisa menunaikan ibadah umroh. Lebih membuat Susiyah kecewa adalah sikap direktur travel yang mendadak memutus komunikasi.
"Sekarang HP direktur travel tak bisa dihubungi. Nomornya mati. Karena itu, saya terpaksa membuat laporan ke polisi," demikian penjelasannya.
Kasatreskrim Polresta Pekanbaru Kompol Arief Fajar Satria membenarkan adanya laporan tersebut dan segera melakukan proses hukum sebagaimana mestinya.(ram/rtc)
"Saya sudah bayar lunas untuk biaya umroh tiga orang dari tahun lalu, tapi sampai sekarang tidak jelas kapan bisa berangkat," keluh Susiyah kepada wartawan usai membuat laporan di Mapolresta Pekanbaru, Sabtu (22/3/14).
Dijelaskan Susiyah, setelah melunasi biaya umroh untuk tiga orang Rp68 juta, pihak travel menjadwalkan keberangkatan pada 22 Februari 2014. Namun jadwal tersebut ternyata tak terlaksana dan dijadwal ulang pada 6 Maret.
Namun lagi-lagi 6 Maret tak jadi berangkat. Padahal Susiyah dan keluarganya ketika itu sudah berangkat ke Bandara Sultan Syarif Kasim (SKK) II dan bersiap berangkat, namun pihak biro perjalanan malah tak muncul. Ketika itu, Susiyah dan keluarga sudah menggelar syukuran sebelum berangkat.
Bahkan, sampai saat ini tidak ada kejelasan kapan dirinya bersama keluarga bisa menunaikan ibadah umroh. Lebih membuat Susiyah kecewa adalah sikap direktur travel yang mendadak memutus komunikasi.
"Sekarang HP direktur travel tak bisa dihubungi. Nomornya mati. Karena itu, saya terpaksa membuat laporan ke polisi," demikian penjelasannya.
Kasatreskrim Polresta Pekanbaru Kompol Arief Fajar Satria membenarkan adanya laporan tersebut dan segera melakukan proses hukum sebagaimana mestinya.(ram/rtc)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru
PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.
287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar
Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.
Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata
RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.
Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau
RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.
Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum
KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.
Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus
KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .
TULIS KOMENTAR +INDEKS








