• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 2611 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 2550 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 2578 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 2551 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 2552 Kali

  • Home
  • Opini

LGBT dari Perspektif Psikologis

Redaksi Radarpku

Sabtu, 06 Januari 2018 14:36:12 WIB
Cetak
LGBT dari Perspektif Psikologis
Anggia Kargenti Eva Nurul Marettih, S.Psi., M.Si ahli Psikologi Klinis

Keberadaan kaum Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender atau yang popular dengan istilah LGBT ini masih mengundang pro dan kontra dari berbagai pihak di kalangan masyarakat Indonesia. Istilah tersebut digunakan pada tahun 1990 silam untuk menggantikan frasa komunitas gay atau komunitas yang memiliki orientasi seks terhadap sesama jenis khususnya laki-laki. Perlu diketahui kaum LGBT memiliki sebuah lambang berupa bendera pelangi yang menjadi cikal bakal mereka untuk bergerak, atau yang dikenal dengan sebutan Gerakan Pelangi. 

Jika Gay adalah sebutan khusus untuk laki-laki yang memiliki orientasi seks terhadap sesama jenis, Lesbian adalah sebutan untuk perempuan yang menyukai sesama jenis. Sedangkan Biseksual adalah sebutan untuk orang yang bisa tertarik kepada laki-laki atau perempuan. Transgender sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk orang yang cara berperilaku dan berpenampilan berbeda atau tidak sesuai dengan jenis kelaminnya. Bisa menyerupai laki-laki ataupun perempuan. 

Lalu seperti apa pandangan dari segi psikologi terkait keberadaan kaum LGBT? Dosen Psikologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, Anggia Kargenti Eva Nurul Marettih, S.Psi., M.Si ahli Psikologi Klinis yang ditemui oleh BEM UR di Kampus UIN SUSKA Riau pada Jumat (05/01/2018) kemarin menerangkan, bahwa pada tahun 2015 pengidap LGBT di wilayah Pekanbaru, Riau sudah mencapai 1500 orang. 

Angka ini termasuk ke dalam angka yang tinggi pada saat itu. Pada masa sekarang ini dikhawatirkan angka tersebut akan terus meningkat dan pengidap LGBT semakin meluas, namun Bu Anggia menjelaskan, memang belum adanya suatu data untuk saat ini, tetapi fenomena sosial tersebut dapat dilihat berdasarkan fakta dilapangan, dan meningkatnya klien dari Bu Anggia yang semakin bertambah untuk berkonsultasi.

Berdasarkan tinjauan psikologis, manusia di dunia ini diciptakan oleh Sang Maha Cipta hanya ada dua jenis, yaitu laki-laki dan perempuan, pria dan wanita. Maka keduanya akan menjadi suatu pasangan yang saling melengkapi dalam menjalin hubungan. 

Jika ada seorang manusia yang lebih tertarik dan menyukai juga memilih pasangan hidup yang sama dengan jenis kelaminnya, maka seseorang tersebut dapat dikatakan tidak normal terhadap kejiwaannya dan dianggap sebagai perilaku seks yang menyimpang. Umumnya LGBT paling banyak dialami oleh usia remaja yang memiliki keterpurukan latar belakang. Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang menjadi LGBT. 

Berikut penjelasan Bu Anggia terkait beberapa faktor yang menjadi penyebab LGBT, yaitu :

1. Keluarga/Pola Asuh

Peran kedua orang tua sangat penting dalam mengasuh dan mendidik anak dari kecil, remaja hingga beranjak dewasa, salah satunya dari pendidikan yang diberikan di rumah. Keluarga yang sehat adalah keluarga yang bisa menciptakan kedamaian dan ketentraman melalui kasih sayang yang diberikan kedua orang tua kepada sang anak. Ketika seorang anak mendapatkan perlakuan kasar atau perlakuan yang tidak baik lainnya, maka akan bisa menyebabkan setres pada anak, sehingga dengan banyaknya beban pikiran, sang anak akan menjadi cenderung memilih LGBT sebagai pilihan hidupnya. Pada dasarnya pendidikan secara seksual dan ketertarikan lawan jenis telah dipelajari secara tidak langsung di dalam sebuah keluarga, contohnya saja anak perempuan yang lebih cenderung dekat dan sayang kepada ayahnya atau sebaliknya anak laki-laki yang lebih cenderung dekat dan sayang kepada ibunya. Hal ini merupakan suatu pembelajaran bagi anak. Tetapi ketika perilaku kekerasan yang diberikan oleh seorang ayah kepada anak perempuannya atau sebaliknya dengan berbagai konflik yang berbeda dapat menciptakan perasaan trauma bagi anak tersebut. Akibatnya timbullah perasaan benci kepada sosok ayahnya dan nantinya anak perempuan tersebut bisa membenci semua laki-laki, dan ia lebih memilih untuk menyukai sesama jenisnya.

2. Lingkungan dan Pergaulan 

Faktor lingkungan dan dengan siapa seseorang tersebut bergaul serta gaya hidup yang dipakai menjadi salah satu faktor penyebab yang paling dominan terhadap keputusan seseorang untuk menjadi bagian dari komunitas LGBT. Dalam hal ini LGBT dapat dianalogikan sebagai sebuah virus yang dapat menyerang siapa saja. Kembali lagi kepada sistem kekebalan tubuh seseorang tersebut untuk dapat menerima virus LGBT ini atau tidak, sebab sistem imun seseorang itu berbeda-beda. Apabila tidak dilandasi dengan keimanan yang kuat, maka lingkungan tersebut akan bisa mempengaruhi, ditambah lagi hubungan pergaulan yang terkesan bebas dan tidak dengan aturan akan semakin memperkuat virus LGBT masuk ke dalam tubuh seseorang. 

3. Genetik 

Berdasarkan hasil penelitian, dikatakan LGBT memiliki sifat yang bisa menurun dari anggota keluarga sebelumnya. Dalam dunia kesehatan, pada umumnya seorang laki-laki normal memiliki kromosom XY, sedangkan perempuan normal memiliki kromosom XX. Akan tetapi dalam berbagai kasus ditemukan bahwa seseorang pria bisa saja memiliki kromosom XXY, yang artinya kelebihan satu kromosom. Akibatnya lelaki tersebut memiliki perilaku yang mirip dengan perempuan. Kasus ini sering diyakini oleh si pengidap LGBT sebagai ada sesuatu yang salah dalam dirinya, yakni ia telah terjebak dan terperangkap dalam tubuh yang salah. Tak jarang hal tersebut membuat si pengidap LGBT akan melakukan operasi kelamin dan merubah total hidupnya. Jika diteliti lebih lanjut, untuk faktor genetik ini hanya berlaku pada transgender, sebab untuk Gay dan Lesbian secara kesehatan dan fisik mereka adalah normal, namun  yang bermasalah adalah pada kejiwaan mereka.

Menurut Anggia, kini kaum LGBT telah berhasil dengan perlahan mulai menampakkan diri mereka, istilah ini biasa disebut dengan “Coming Out”. Mereka sudah berani keluar dari zona aman, walaupun masih terkesan takut-takut, karena mereka sebenarnya tahu, bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah, menyimpang dan tidak dibenarkan dari segi agama. 

Sebagai kaum minoritas, mereka ingin dilindungi dan mengatasnamakan Hak Asasi Manusia (HAM). Banyak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang kini tengah sibuk untuk membela kaum LGBT, salah satunya ialah LSM Arus Pelangi yang menyatakan kaum LGBT di Indonesia telah mengalami diskriminasi. Alasan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tersebut mendukung kaum LGBT ialah mereka menganggap, bahwa Indonesia merupakan negara yang demokratis dan LGBT bukanlah suatu penyakit, mereka menganggap itulah suatu keberagaman. LSM tersebutlah yang menjadi poros terhadap LSM lainnya untuk mendukung gerakan LGBT.

“Baik pemerintah, masyarakat, tenaga pendidik, maupun peran keluarga seluruhnya harus turut andil dalam hal ini dan dituntut sebagai pengontrol lingkungan. Apabila LGBT disahkan di negara ini, mau jadi apa generasi penerus bangsa?, yang ada hanyalah kehancuran yang perlahan menghantui. Kita semua punya potensi untuk bisa terjangkit virus LGBT ini, secara psikologis ini hal yang wajar. Contohnya saja ketika saya melihat perempuan yang lebih cantik, saya akan mengungkapkannya dan merasa suka. Tetapi tidak dalam hal nafsu seksual dan ingin menikahinya. Potensi yang ada pada diri kita tersebut bisa dikembangkan jika kita mau, itulah yang bisa membawa kita kepada sifat LGBT”, ungkap Anggia.

Diakhir sesi tanya jawab tersebut, Ibu Anggia menghimbau kepada masyarakat, khususnya masyarakat Pekanbaru untuk sama-sama merangkul kaum LGBT ke jalan yang benar. Karena sesungguhnya LGBT itu bisa untuk disembuhkan. Kita harus memastikan bahwa generasi penerus bangsa adalah generasi yang sehat secara lahir dan batin. 

Penulis : Retno Ningrum (Sekretaris Kementerian Komunikasi dan Informasi BEM UR)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Opini

Be Happy: Era Digital Pajak Indonesia Menuju Masa Depan yang Cemerlang

Senin, 11 Agustus 2025 - 16:43:12 WIB

Oleh Ahmad ZayyadiMahasiswa Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Suska.

Opini

RUU Perampasan Aset: Menanti Pedang Keluar dari Sarung

Ahad, 04 Mei 2025 - 07:31:35 WIB

Oleh: Azmi bin RozaliDi tengah kian merosotnya kepercayaan publik terhada.

Opini

Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan Digital

Rabu, 30 April 2025 - 20:18:01 WIB

Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan DigitalOl.

Opini

Harmonis Kepala Daerah dan Wakil

Sabtu, 15 Maret 2025 - 07:12:10 WIB

Harmonis Kepala Daerah dan WakilOleh: Azmi bin RozaliDalam .

Opini

Tantangan dan Peluang Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi di Kelas

Senin, 10 Juni 2024 - 22:41:34 WIB

Pendidikan merupakan kunci kemajuan bangsa. Kualitas pendidikan yan.

Opini

Model pembelajaran diferensiasi dalam konteks kurikulum merdeka menawarkan pendidikan yang lebih adaptif, Inklusif, dan berdaya saing.

Senin, 10 Juni 2024 - 19:47:18 WIB

KURIKULUM MERDEKA HADIR DENGAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI, MENDORONG PENDIDIKAN YANG LEBIH INKL.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Mau Daftar SMP dan SD Negeri di Pekanbaru? Cek Link Resmi SPMB di Sini!
20 Juni 2026
Pendaftaran SPMB SMA/SMK Riau Ditutup, 79.350 Calon Siswa Berebut Kursi Sekolah Negeri
20 Juni 2026
Hari Jadi ke-242 Pekanbaru, Pemko Gratiskan Parkir di Seluruh Mal dan Rumah Sakit
20 Juni 2026
Tertidur saat Khatib Menyampaikan Khutbah, Apakah Shalat Jumat Tetap Sah?
20 Juni 2026
Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter
20 Juni 2026
Iran Siap Lanjutkan Kesepakatan dengan AS, Asal Israel Hentikan Serangan di Lebanon
20 Juni 2026
Menjaga Kemabruran Ibadah Haji
19 Juni 2026
Walikota Pekanbaru Apresiasi Kinerja LPS, 95 Persen Warga Terlibat Pengelolaan Sampah
19 Juni 2026
Enam Perusak Pos Satgas PKH di Tesso Nilo Divonis 6 Bulan Penjara
19 Juni 2026
Plt Gubri Dorong Percepatan Data TORA dan Akses Ekonomi
19 Juni 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Mau Daftar SMP dan SD Negeri di Pekanbaru? Cek Link Resmi SPMB di Sini!
  • 2 Pendaftaran SPMB SMA/SMK Riau Ditutup, 79.350 Calon Siswa Berebut Kursi Sekolah Negeri
  • 3 Hari Jadi ke-242 Pekanbaru, Pemko Gratiskan Parkir di Seluruh Mal dan Rumah Sakit
  • 4 Tertidur saat Khatib Menyampaikan Khutbah, Apakah Shalat Jumat Tetap Sah?
  • 5 Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter
  • 6 Iran Siap Lanjutkan Kesepakatan dengan AS, Asal Israel Hentikan Serangan di Lebanon
  • 7 Menjaga Kemabruran Ibadah Haji

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com