PILIHAN +INDEKS
Annas Maamun Sebut Banyak Obat tak 'Paten' Diberikan ke Masyarakat
Obat-obatan
Pekanbaru, (radarpekanbaru.com) - Selain mendapat laporan terkait pelayanan RSUD Arifin Ahmad yang kurang baik, Gubernur Riau, H Annas Maamun mengaku bahwa banyak obat yang tidak 'paten' diterima kabupaten/kota di Riau, termasuk Rokan Hilir.
Menurutnya, pasokan obat ke RSUD kabupaten/kota dan beberapa rumash sakit swasta lainnya banyak yang tidak sesuai kebutuhan masyarakat. Dirinya cukup kesal dengan kejadian tersebut, karena Annas pernah mendapatkannya saat berobat di Rokan Hilir.
"Jadi kalau gedung bagus, pelayanan bagus dan fasilitas bagus, tetapi obatnya tidak paten ya percuma saja. Banyak obat yang tidak paten itu dikirim ke kabupaten/kota," tandasnya.
Annas menegaskan, semuanya akan dipantau sejak dirinya mulai aktif sebagai Gubernur Riau. Karena katanya, masyarakat sudah jauh-jauh berobat, namun obat yang diberikan biasa-biasa saja, tetapi harganya mahal, namun hasilnya tidak ada. "Kasihan masyarakatnya," ujar Annas.
"Saya akan pantau terus, terutama provinsi. Karena banyak obat yang dipasok ke kabupaten/kota tidak paten," sambung pria kelahiran 1940 ini.
Untuk itu, saat dirinya masih menjadi Bupati Rokan Hilir, sudah banyak apoteker dan rumah sakit kecil yang didirikannya, terutama di daerah pinggiran. Dimana hal yang utama ia terapkan adalah pelayanan yang baik dengan obat yang paten.
Ditegaskan Annas, jika memang pengadaan obat dalam negeri tidak bagus, dirinya siap memasok obat dari luar. "Biar mahal, tapi masyarakat puas," pungkasnya.(rp/gr)
Menurutnya, pasokan obat ke RSUD kabupaten/kota dan beberapa rumash sakit swasta lainnya banyak yang tidak sesuai kebutuhan masyarakat. Dirinya cukup kesal dengan kejadian tersebut, karena Annas pernah mendapatkannya saat berobat di Rokan Hilir.
"Jadi kalau gedung bagus, pelayanan bagus dan fasilitas bagus, tetapi obatnya tidak paten ya percuma saja. Banyak obat yang tidak paten itu dikirim ke kabupaten/kota," tandasnya.
Annas menegaskan, semuanya akan dipantau sejak dirinya mulai aktif sebagai Gubernur Riau. Karena katanya, masyarakat sudah jauh-jauh berobat, namun obat yang diberikan biasa-biasa saja, tetapi harganya mahal, namun hasilnya tidak ada. "Kasihan masyarakatnya," ujar Annas.
"Saya akan pantau terus, terutama provinsi. Karena banyak obat yang dipasok ke kabupaten/kota tidak paten," sambung pria kelahiran 1940 ini.
Untuk itu, saat dirinya masih menjadi Bupati Rokan Hilir, sudah banyak apoteker dan rumah sakit kecil yang didirikannya, terutama di daerah pinggiran. Dimana hal yang utama ia terapkan adalah pelayanan yang baik dengan obat yang paten.
Ditegaskan Annas, jika memang pengadaan obat dalam negeri tidak bagus, dirinya siap memasok obat dari luar. "Biar mahal, tapi masyarakat puas," pungkasnya.(rp/gr)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Sambut Hari Raya Idul Adha, PT Musim Mas Salurkan Hewan Qurban di Desa Sekitar Perusahaan
Radarpekanbaru.com – PT Musim Mas kembali menunjuk.
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
JAKARTA — Perempuan muda asal Riau, , sukses mencuri perhatian di ajang nasion.
Bupati Pelalawan Desak Penanganan Cepat Kelangkaan BBM di Pangkalan Kerinci
Radarpekanbaru.com - Bupati Pelalawan, Zukri Misran,.
BBM Langka, Ketua DPRD kabupaten Pelalawan Siap Panggil Pertamina, Pertamina Umumkan Stok BBM Riau Aman
Radarpekanbaru.com - Kelangkaan BBM di Riau kian par.
Dari Wisata ke Harapan: Z-Park Kerinci Skyland Hidupkan Asa 420 Mustahik
Radarpekanbaru.com – Di sudut Pangkalan Kerinci, s.
Tidak Hanya Z - Park, Pengurus MD KAHMI Pelalawan Dorong Baznas Untuk Bangun Pabrik Kelapa Sawit Untuk Fakir Miskin
Radarpekanbaru.com - Inovasi yang dilakukan oleh Baz.
TULIS KOMENTAR +INDEKS








