PILIHAN +INDEKS
Berantas Peti, Polisi Luka-luka Dilempari Massa Terduga Penambang Emas Ilegal Kuansing
Penambangan Emas Ilegal
Pekanbaru, (radarpekanbaru.com) - Sejumlah aparat dikabarkan mengalami luka-luka terkena batu yang dilempari oleh massa terduga para penambang emas ilegal di Kabupaten Kuantan Singingi.
Dalam kasus ini, Kepolisian Daerah Riau menahan lima dari 22 terduga pelaku penambang emas ilegal itu. "Saat ini lima orang sudah ditahan di Polda Riau dan yang 17 orang lainnya diperbolehkan pulang karena alat bukti kurang," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau, Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo kepada pers di Pekanbaru, Minggu siang (16/2/2014).
Sementara itu, kata dia, untuk barang bukti yang menguatkan penetapan sebagai orang yang disangkan yakni ada beberapa peralatan mesin dompeng, satu pisau jenis badik, dan satu alat yang bentuknya menyerupai pistol, kemudian satu pisau dapur, satu parang dan beberapa batu yg dipergunakan saat melempar para petugas yang menjalan operasi pada Jumat (14/2/2014).
Ketika itu, kata dia, ada tiga orang petugas yang terkena lemparan batu saat kejadian, yakni satu orang anggota Brimob Polda Riau terkena lemparan pada bagian kaki, satu orang security PT DPN terkena lemparan di bagian dada, serta satu orang anggota Satreskrim Polres Kuansing terkena lempran batu pada bagian perut dengan kondisi luka ringan.
Menurut Guntur, saat ini situasi di lokasi kejadian sudah aman terkendali, namun masih ada beberapa annggota polisi bersama security perusahaan pam berjaga-jaga untuk mengantisipasi jika terjadi kerusuhan susulan.
Sementara itu, demikian Guntur, kelima tersangka masih terus menjalani proses pemeriksaan intensif di Mapolda Riau.
Untuk 17 orang yang sempat dicurigai juga sebagai penambang emas ilegal namun di bebaskan, kata dia, juga akan menjalani wajib lapor di Polres Kuantan Singingi. "Perkaranya masih terus dikembangkan untuk memberantas penambangan emas tanpa izin di Kuantan Singingi yang memang telah mendatangkan kerugian besar bagi lingkungan, pemerintah dan masyarakat banyak," katanya.(ram/gr)
Dalam kasus ini, Kepolisian Daerah Riau menahan lima dari 22 terduga pelaku penambang emas ilegal itu. "Saat ini lima orang sudah ditahan di Polda Riau dan yang 17 orang lainnya diperbolehkan pulang karena alat bukti kurang," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau, Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo kepada pers di Pekanbaru, Minggu siang (16/2/2014).
Sementara itu, kata dia, untuk barang bukti yang menguatkan penetapan sebagai orang yang disangkan yakni ada beberapa peralatan mesin dompeng, satu pisau jenis badik, dan satu alat yang bentuknya menyerupai pistol, kemudian satu pisau dapur, satu parang dan beberapa batu yg dipergunakan saat melempar para petugas yang menjalan operasi pada Jumat (14/2/2014).
Ketika itu, kata dia, ada tiga orang petugas yang terkena lemparan batu saat kejadian, yakni satu orang anggota Brimob Polda Riau terkena lemparan pada bagian kaki, satu orang security PT DPN terkena lemparan di bagian dada, serta satu orang anggota Satreskrim Polres Kuansing terkena lempran batu pada bagian perut dengan kondisi luka ringan.
Menurut Guntur, saat ini situasi di lokasi kejadian sudah aman terkendali, namun masih ada beberapa annggota polisi bersama security perusahaan pam berjaga-jaga untuk mengantisipasi jika terjadi kerusuhan susulan.
Sementara itu, demikian Guntur, kelima tersangka masih terus menjalani proses pemeriksaan intensif di Mapolda Riau.
Untuk 17 orang yang sempat dicurigai juga sebagai penambang emas ilegal namun di bebaskan, kata dia, juga akan menjalani wajib lapor di Polres Kuantan Singingi. "Perkaranya masih terus dikembangkan untuk memberantas penambangan emas tanpa izin di Kuantan Singingi yang memang telah mendatangkan kerugian besar bagi lingkungan, pemerintah dan masyarakat banyak," katanya.(ram/gr)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru
PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.
287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar
Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.
Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata
RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.
Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau
RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.
Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum
KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.
Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus
KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .
TULIS KOMENTAR +INDEKS








