• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3068 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3041 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3024 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3020 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3025 Kali

  • Home
  • Nasional

Pukat Korupsi UGM: Hak Angket DPR Langgar UU

Redaksi Radarpku

Sabtu, 29 April 2017 09:52:16 WIB
Cetak
Pukat Korupsi UGM: Hak Angket DPR Langgar UU
Ketua Fraksi Partai Gerindra Ahmad Muzani melakukan interupsi kepada pimpinan DPR untuk menolak hak angket KPK saat rapat paripurna di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 28 April 2017. (Antara)

RADARPEKANBARU.COM - Pusat Kajian Anti-Korupsi (Pukat Korupsi) UGM menegaskan disetujuinya hak angket DPR untuk membuka berkas pemeriksaan politisi Hanura Miryam S Haryani sebagai tindakan melawan hukum.

Peneliti Pukat Korupsi, Hifdzil Alim mengatakan membuka rekaman pemeriksaan kasus di KPK bertentangan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi yang antara lain menyebutkan hasil pemeriksaan merupakan dokumen dikecualikan.

Tak hanya itu, penggunaan hak angket oleh DPR terhadap KPK juga dinilai melanggar UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, lantaran ditujukan kepada lembaga independen di luar pemerintahan.

"Dokumen pemeriksaan dan penyidikan adalah salah satu dokumen yang dikecualikan, termasuk dokumen yang berkaitan dengan pertahanan,” katanya di kantor Pukat Korupsi UGM, Jumat (28/4).

Lebih jauh dikatakan, hak angket tersebut juga akan menghambat penyelesaian kasus dugaan korupsi KTP elektronik yang sedang bergulir di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Para politisi di DPR merasa terancam oleh kasus korupsi megaproyek pengadaan KTP elektronik, setelah sejumlah nama disebut menerima uang dari proyek tersebut. Penggunaan hak angket merupakan akal-akalan untuk mengetahui posisi politisi di DPR pada perkara KTP elektronik.

"Ini ibarat nabok nyilih tangan, pinjam tangan KPK untuk membuka berkas penyidikan itu. Kalau sudah terjadi begitu, maka yang akan disalahkan karena membuka BAP adalah KPK. Risiko dialihkan ke KPK, bukan anggota Dewan. Ini akal-akalan," tegas Hifdzil.

Menurutnya, penggunaan hak angket oleh politisi di DPR terhadap KPK salah alamat dan KPK bisa mengajukan sengketa kewenangan ke Mahkamah Konstitusi.

"Ini adalah serangan balik dari DPR karena diduga ada yang tersangkut korupsi kasus KTP elektronik. Kerja KPK direcoki terus,” ujarnya.

Lebih lanjut Hifdzil mengungkapkan jika rekaman penyidikan Miryam S Haryani dibuka di hadapan DPR akan ada beberapa implikasi yang dapat merugikan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

Pertama, dikhawatirkan akan ada tindakan-tindakan yang termasuk dalam obstruction of justice (tindakan menghalangi proses hukum).

Kedua, nama-nama yang disebut dalam rekaman Miryam dapat melarikan diri ke luar negeri.

“Kalau ini terjadi, maka akan mengancam keselamatan para penyidik dan jaksa yang menangani kasus KTP elektronik dan sangat mungkin, sebelum diproses, pelaku melarikan diri ke negara-negara yang tidak memiliki kerja sama bidang hukum (mutual legal asistence) dengan Indonesia," katanya.

Menurutnya, KPK tidak perlu menaati perintah DPR, karena tidak ada dasar hukum yang menyatakan KPK harus tunduk pada DPR.

Peneliti lain dari Pukat Korupsi UGM, Zaenur Rohman menyatakan penggunaan hak angket oleh DPR memperlihatkan tekanan politik pengusutan megakorupsi kasus KTP elektronik yang diduga melibatkan anggota dan pimpinan DPR. Oleh karena itu, KPK sebaiknya tidak tunduk kepada DPR dengan membuka berkas pemeriksaan tersangka kasus KTP elektronik.

“Hentikan intervensi politik yang menghambat kinerja KPK dalam mengungkap kasus KTP elektronik dan kasus lainnya,” ucapnya.


Fuska Sani Evani/AB

Suara Pembaruan
 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Usut TPPU Febrie Adriansyah hingga Lingkaran Kekuasaan

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:03:29 WIB

Pengusutan skandal korupsi dan dugaan Tindak Pidana Pencucian .

Nasional

Nanik Mundur, Sudaryono Dikabarkan Dilantik Jadi Kepala BGN Siang Ini

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:19:45 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Wakil Menteri Pertanian (Wament.

Nasional

Prabowo ke Perwira TNI-Polri: Pangkat adalah Amanah dan Kepercayaan Rakyat

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:15:51 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Presiden Prabowo Subianto mengi.

Nasional

Kejagung Harus Tangkap Febrie Adriansyah Demi Marwah Penegakan Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:48:12 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Grand Launching Buku "Berlibur Ke Candi Muara Takus" Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:30:00 WIB

Radarpekanbaru - Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar Ister.

Nasional

KPK Usul Negara Biayai Alat Kampanye Pemilu

Senin, 20 Juli 2026 - 10:29:33 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Mahasiswa FBN Unri Ajarkan Public Speaking dan Kesadaran Keuangan di SMPN 37 Pekanbaru
24 Juli 2026
11 Tersangka, 22 Motor: Polisi Bongkar Komplotan Curanmor di Pekanbaru
24 Juli 2026
Demokrat Kampar Rayakan HUT ke-25 dengan Kemah dan Aksi Peduli Lingkungan di Sungai Subayang
24 Juli 2026
Jadwal Pembangunan Flyover Simpang Panam Belum Ada Kepastian
24 Juli 2026
Begini Islam Mengajarkan Umat Mencintai Lingkungan dan Seluruh Makhluk
24 Juli 2026
Usut TPPU Febrie Adriansyah hingga Lingkaran Kekuasaan
24 Juli 2026
Max Blumenthal Soroti Ancaman Kebebasan Pers akibat Kemitraan AS-Israel
24 Juli 2026
Momen Kapolda Riau Dampingi Putra Ferdy Sambo Usai Dilantik Jadi Perwira Polri
23 Juli 2026
Islam Memandang Pelestarian Alam sebagai Upaya Menyelamatkan Nyawa Manusia
23 Juli 2026
PUPR Pekanbaru Gesa Normalisasi Drainase Awal Bross, Genangan Ditargetkan Berkurang
23 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Mahasiswa FBN Unri Ajarkan Public Speaking dan Kesadaran Keuangan di SMPN 37 Pekanbaru
  • 2 11 Tersangka, 22 Motor: Polisi Bongkar Komplotan Curanmor di Pekanbaru
  • 3 Demokrat Kampar Rayakan HUT ke-25 dengan Kemah dan Aksi Peduli Lingkungan di Sungai Subayang
  • 4 Jadwal Pembangunan Flyover Simpang Panam Belum Ada Kepastian
  • 5 Begini Islam Mengajarkan Umat Mencintai Lingkungan dan Seluruh Makhluk
  • 6 Usut TPPU Febrie Adriansyah hingga Lingkaran Kekuasaan
  • 7 Max Blumenthal Soroti Ancaman Kebebasan Pers akibat Kemitraan AS-Israel

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com