PILIHAN +INDEKS
Sabaruddin alias TABE Suami Nova Linda, Caleg Partai Nasdem Kampar Diduga Pelaku Trafficking
ABG digauli berkali-kali oleh sang Kades Asal Tapung Kab.Kampar Riau
Sa (18) didampingi keluarganya, saat melapor ke P2TP2A Riau.
PEKANBARU,(radarpekanbaru.com)-Sabaruddin alias TABE, Kepala Desa Suram Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar, suami dari Nova Linda Caleg DPRD Kampar dengan No urut 1 dari Partai Nasdem wilayah VI Kampar, ternyata diduga sebagai otak pelaku dan yang pertama kali menggarap ABG berinisial Sa (18) warganya sendiri yang kini hamil tujuh bulan.
Tak cuma sekali, Sabaruddin alias TABE selama sebulan penuh menikmati tubuh molek Sa yang disekapnya di sebuah kamar di lokalisasi Bukit Mas Desa Gading Sari, Kecamatan Tapung Hulu, Kampar.
Bukannya melindungi warganya, dari pengakuan Sa, Kepala Desa ini dengan bringasnya memaksa Sa untuk melayaninya melakukan hubungan badan layaknya suami istri.
"Saya dipukuli agar mau melayaninya berhubungan badan, padahal saya warganya sendiri. Saya disekap didalam kamar yang ada dilokalisasi itu selama satu bulan dan diharuskan memenuhi nafsu syahwatnya," ujar Sa yang trauma dengan peristiwa itu.
Puas menikmati tubuh Sa, sang Kepala Desa lantas menyerahkannya kepada Sihombing, seorang centeng yang bertugas menjaga keamanan lokalisasi Bukit Mas, Desa Gading, Kecamatan Tapung Hulu tersebut.
Lagi-lagi Sa, dengan kekerasan, dirinya dipaksa untuk melayani nafsu bejat Sihombing. Usai dinikmati Tabe dan Sihombing, Sa lalu dijadikan pelacur dan dipaksa untuk melayani para pria hidung belang, walaupun dirinya sedang hamil tujuh bulang.
Beruntung, selang berjalan delapan bulan kemudian, seorang pria bernama David dan mengenal korban, melihat keberadaan Sa disana. Karena merasa iba melihat penderitaan Sa, dirinya pun nekad melarikan Sa dari lokalisasi tersebut dan membawanya ke pihak keluarga.
Namun belakangan, setelah dilaporkan ke Polsek Tapung Hulu pada Jumat (24/1) lalu, pihak keluarga mengaku kurang mendapat perhatian dari pihak kepolisian Polsek Tapung Hulu.
Merasa laporannya kurang diperhatikan oleh pihak Polsek Tapung Hulu, keluarga Sa pun lalu membawa permasalahan ini ke P2TP2A Provinsi Riau, untuk melaporkan tindakan oknum kepala desa yang tak bermoral tersebut.
Ditempat terpisah, Dra Risdayati MSi yang dihubungi melalui telepon selulernya, Jum'at (07/2) siang, mengatakan akan menindak lanjuti laporan korban dan kasusnya.
"Saat ini kita pelajari dulu laporan korban, guna mengetahui secara pasti tindakan-tindakan yang telah diterima korban. Apabila terbukti kita akan berkoordinasi dengan pihak Polda Riau untuk mengusut tuntas kasus ini," ujar Dra Risdayati.(sumber riaueditor)
Tak cuma sekali, Sabaruddin alias TABE selama sebulan penuh menikmati tubuh molek Sa yang disekapnya di sebuah kamar di lokalisasi Bukit Mas Desa Gading Sari, Kecamatan Tapung Hulu, Kampar.
Bukannya melindungi warganya, dari pengakuan Sa, Kepala Desa ini dengan bringasnya memaksa Sa untuk melayaninya melakukan hubungan badan layaknya suami istri.
"Saya dipukuli agar mau melayaninya berhubungan badan, padahal saya warganya sendiri. Saya disekap didalam kamar yang ada dilokalisasi itu selama satu bulan dan diharuskan memenuhi nafsu syahwatnya," ujar Sa yang trauma dengan peristiwa itu.
Puas menikmati tubuh Sa, sang Kepala Desa lantas menyerahkannya kepada Sihombing, seorang centeng yang bertugas menjaga keamanan lokalisasi Bukit Mas, Desa Gading, Kecamatan Tapung Hulu tersebut.
Lagi-lagi Sa, dengan kekerasan, dirinya dipaksa untuk melayani nafsu bejat Sihombing. Usai dinikmati Tabe dan Sihombing, Sa lalu dijadikan pelacur dan dipaksa untuk melayani para pria hidung belang, walaupun dirinya sedang hamil tujuh bulang.
Beruntung, selang berjalan delapan bulan kemudian, seorang pria bernama David dan mengenal korban, melihat keberadaan Sa disana. Karena merasa iba melihat penderitaan Sa, dirinya pun nekad melarikan Sa dari lokalisasi tersebut dan membawanya ke pihak keluarga.
Namun belakangan, setelah dilaporkan ke Polsek Tapung Hulu pada Jumat (24/1) lalu, pihak keluarga mengaku kurang mendapat perhatian dari pihak kepolisian Polsek Tapung Hulu.
Merasa laporannya kurang diperhatikan oleh pihak Polsek Tapung Hulu, keluarga Sa pun lalu membawa permasalahan ini ke P2TP2A Provinsi Riau, untuk melaporkan tindakan oknum kepala desa yang tak bermoral tersebut.
Ditempat terpisah, Dra Risdayati MSi yang dihubungi melalui telepon selulernya, Jum'at (07/2) siang, mengatakan akan menindak lanjuti laporan korban dan kasusnya.
"Saat ini kita pelajari dulu laporan korban, guna mengetahui secara pasti tindakan-tindakan yang telah diterima korban. Apabila terbukti kita akan berkoordinasi dengan pihak Polda Riau untuk mengusut tuntas kasus ini," ujar Dra Risdayati.(sumber riaueditor)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru
PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.
287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar
Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.
Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata
RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.
Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau
RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.
Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum
KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.
Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus
KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .
TULIS KOMENTAR +INDEKS








