• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2653 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4999 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 5028 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4964 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 5121 Kali

  • Home
  • Riau

WWF Klaim Kematian Gajah Di Riau Tahun 2016 Menurun

Redaksi Radarpku

Selasa, 03 Januari 2017 12:02:26 WIB
Cetak
WWF Klaim Kematian Gajah Di Riau Tahun 2016 Menurun

RADARPEKANBARU.COM - Organisasi perlindungan satwa "World Wildlife Fund (WWF)" menyatakan telah terdeteksi empat kasus kematian gajah Sumatera di Provinsi Riau selama 2016, dan jumlahnya menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

"Tahun 2015 ada 10 kasus kematian gajah, sedangkan pada 2016 menurun tinggal empat kematian," kata Humas WWF Program Riau, Syamsidar, di Pekanbaru, Selasa.

Ia mengatakan empat kasus tersebut kuat dugaan akibat konflik dengan manusia. Pada Februari 2016, tim ekspedisi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) menemukan gajah Sumatera yang mati dan sudah menjadi bangkai di kawasan tersebut di Kabupaten Pelalawan. Kemudian, ada juga yang mati akibat jerat di konsesi hutan tanaman industri, meski sempat diobati namun tak bisa diselamatkan.

Pada September tahun lalu juga terjadi kematian, kali ini seekor anak gajah yang badannya penuh luka dan terjebak disebuah parit di konsesi hutan tanaman industri.

"Ada juga kematian gajah akibat sentrum listrik di daerah Duri dekat dengan permukiman," kata Syamsidar.

Meski jumlahnya menurun, dari empat kematian satwa dilindungi itu tidak ada satu pun pelaku yang bisa diidentifikasi.

Gajah Sumatera (elaphas maximus sumatranus) merupakan satwa bongsor yang dilindungi karena keberadaan mereka mulai punah. WWF memprediksi jumlah mereka dialam liar hanya seratusan ekor saja.

Ancaman bagi kelestarian satwa bongsor ini adalah konflik dengan manusia karena hutan sebagai habitat alami gajah terus berkurang. Alih fungsi lahan menjadi permukiman, perkebunan kelapa sawit dan hutan tanaman industri, membuat konflik manusia dengan satwa liar tidak bisa dielakan.

Namun, dari sekian banyak konsesi perusahaan kehutanan dan perkebunan di Riau, Syamsidar mengatakan baru segelintir pelaku usaha yang yang melakukan aksi nyata dengan mitigasi konflik gajah Sumatera dengan manusia secara berkelanjutan.

"Masih sangat sedikit, hanya ada tiga perusahaan, dan tidak dibandingkan dengan jumlah perusahaan yang ada," katanya.

Dari jumlah perusahaan yang bisa dihitung dengan jari itu, Syamsidar menyebutkan korporasinya antara lain PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan Asian Agri dari April Grup, dan satu lagi adalah PT Musim Mas. Ia menjelaskan, RAPP mengadopsi sistem mitigasi konflik gajah yang sudah dilakukan WWF bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, yakni membentuk tim "flying squad".

Menurut dia, tim "flying squad" RAPP memiliki setidaknya empat gajah dewasa dan dua anak gajah.  Perusahaan tersebut mendapat tanggung jawab melakukan mitigasi terhadap satwa dilindungi seperti gajah dan harimau, karena sejak awal mereka mendapatkan izin untuk mengelola konsesi hutan tanaman industri yang cukup luas di Riau.

Konsesi perusahaan tersebut termasuk didalamnya adalah daerah jelajah gajah Sumatera liar, sehinga sangat rawan terjadi konflik.

Tugas utama mereka adalah melakukan patroli bersama, mencegah konflik gajah dan manusia, serta membantu menghalau apabila gajah liar masuk ke permukiman warga.

"Yang perlu diperbaiki dari tim mereka (RAPP) adalah operasionalnya harus lebih aktif di wilayah operasional yang sudah ditentukan," ujarnya.

Kemudian, Syamsidar mengatakan perusahaan sawit Asian Agri juga memiliki program mitigasi konflik gajah meski tidak menggunakan gajah jinak. "Mereka melakukan patroli secara manual, tanpa gajah dengan tetap mengadopsi cara yang sudah diterapkan WWF seperti menggunakan meriam karbit untuk menghalau gajah," katanya.

Ia menambahkan, perusahaan sawit Musim Mas melakukan komitmen mereka dengan membantu pendanaan untuk operasional "flying squad" WWF-BBKSDA Riau.

Keterlibatan sektor swasta yang lebih besar sangat penting untuk mengurangi konflik gajah dan manusia, mengingat konflik kerap menjadi penyebab jatuhnya korban jiwa dan kerugian bagi manusia, juga kematian gajah Sumatera yang kini terancam punah.(*)

 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Riau

Polda Riau Selidiki Akun TikTok Catut Nama Plt Gubernur Riau

Sabtu, 07 November 2026 - 09:11:45 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Kepala Kepolisian Daerah (Kapol.

Riau

Soal Putusan PTUN Tentang HGB 133 Ruko di STC, Pemko Pekanbaru Segera Konsultasi ke Kemendagri

Sabtu, 07 November 2026 - 09:09:35 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanba.

Riau

PPPK Paruh Waktu Pemko Pekanbaru Segera Diusulkan Jadi Penuh Waktu

Sabtu, 07 November 2026 - 09:07:45 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Kabar baik bagi Pegawai Pemerin.

Riau

Polda Riau Sita 45,8 Ton Pupuk Diduga Palsu di Siak, Selamatkan Petani dari Ancaman Gagal Panen

Jumat, 06 November 2026 - 09:41:57 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Ancaman serius bagi kelangsunga.

Riau

Ekonomi Riau Tumbuh 4,65 Persen pada Triwulan III-2026

Jumat, 06 November 2026 - 09:38:38 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Perekonomian Provinsi Riau tumb.

Riau

Pertumbuhan Ekonomi Riau Tetap Positif, Industri Pengolahan hingga Pertanian Jadi Penopang

Jumat, 06 November 2026 - 09:36:30 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Perekonomian Provinsi Riau menu.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Polda Riau Selidiki Akun TikTok Catut Nama Plt Gubernur Riau
07 November 2026
Soal Putusan PTUN Tentang HGB 133 Ruko di STC, Pemko Pekanbaru Segera Konsultasi ke Kemendagri
07 November 2026
PPPK Paruh Waktu Pemko Pekanbaru Segera Diusulkan Jadi Penuh Waktu
07 November 2026
Mengenal Istilah Makar dalam Islam
07 November 2026
Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional
07 November 2026
Palestina dan Percaturan Imperium Global
07 November 2026
Polda Riau Sita 45,8 Ton Pupuk Diduga Palsu di Siak, Selamatkan Petani dari Ancaman Gagal Panen
06 November 2026
Ekonomi Riau Tumbuh 4,65 Persen pada Triwulan III-2026
06 November 2026
Pertumbuhan Ekonomi Riau Tetap Positif, Industri Pengolahan hingga Pertanian Jadi Penopang
06 November 2026
Siapa Lebih Utama Utsman bin Affan atau Ali bin Abi Thalib Menurut Imam Hanafi?
06 November 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Polda Riau Selidiki Akun TikTok Catut Nama Plt Gubernur Riau
  • 2 Soal Putusan PTUN Tentang HGB 133 Ruko di STC, Pemko Pekanbaru Segera Konsultasi ke Kemendagri
  • 3 PPPK Paruh Waktu Pemko Pekanbaru Segera Diusulkan Jadi Penuh Waktu
  • 4 Mengenal Istilah Makar dalam Islam
  • 5 Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional
  • 6 Palestina dan Percaturan Imperium Global
  • 7 Polda Riau Sita 45,8 Ton Pupuk Diduga Palsu di Siak, Selamatkan Petani dari Ancaman Gagal Panen

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com