• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3069 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3043 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3026 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3026 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3025 Kali

  • Home
  • Riau

WWF Klaim Kematian Gajah Di Riau Tahun 2016 Menurun

Redaksi Radarpku

Selasa, 03 Januari 2017 12:02:26 WIB
Cetak
WWF Klaim Kematian Gajah Di Riau Tahun 2016 Menurun

RADARPEKANBARU.COM - Organisasi perlindungan satwa "World Wildlife Fund (WWF)" menyatakan telah terdeteksi empat kasus kematian gajah Sumatera di Provinsi Riau selama 2016, dan jumlahnya menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

"Tahun 2015 ada 10 kasus kematian gajah, sedangkan pada 2016 menurun tinggal empat kematian," kata Humas WWF Program Riau, Syamsidar, di Pekanbaru, Selasa.

Ia mengatakan empat kasus tersebut kuat dugaan akibat konflik dengan manusia. Pada Februari 2016, tim ekspedisi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) menemukan gajah Sumatera yang mati dan sudah menjadi bangkai di kawasan tersebut di Kabupaten Pelalawan. Kemudian, ada juga yang mati akibat jerat di konsesi hutan tanaman industri, meski sempat diobati namun tak bisa diselamatkan.

Pada September tahun lalu juga terjadi kematian, kali ini seekor anak gajah yang badannya penuh luka dan terjebak disebuah parit di konsesi hutan tanaman industri.

"Ada juga kematian gajah akibat sentrum listrik di daerah Duri dekat dengan permukiman," kata Syamsidar.

Meski jumlahnya menurun, dari empat kematian satwa dilindungi itu tidak ada satu pun pelaku yang bisa diidentifikasi.

Gajah Sumatera (elaphas maximus sumatranus) merupakan satwa bongsor yang dilindungi karena keberadaan mereka mulai punah. WWF memprediksi jumlah mereka dialam liar hanya seratusan ekor saja.

Ancaman bagi kelestarian satwa bongsor ini adalah konflik dengan manusia karena hutan sebagai habitat alami gajah terus berkurang. Alih fungsi lahan menjadi permukiman, perkebunan kelapa sawit dan hutan tanaman industri, membuat konflik manusia dengan satwa liar tidak bisa dielakan.

Namun, dari sekian banyak konsesi perusahaan kehutanan dan perkebunan di Riau, Syamsidar mengatakan baru segelintir pelaku usaha yang yang melakukan aksi nyata dengan mitigasi konflik gajah Sumatera dengan manusia secara berkelanjutan.

"Masih sangat sedikit, hanya ada tiga perusahaan, dan tidak dibandingkan dengan jumlah perusahaan yang ada," katanya.

Dari jumlah perusahaan yang bisa dihitung dengan jari itu, Syamsidar menyebutkan korporasinya antara lain PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan Asian Agri dari April Grup, dan satu lagi adalah PT Musim Mas. Ia menjelaskan, RAPP mengadopsi sistem mitigasi konflik gajah yang sudah dilakukan WWF bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, yakni membentuk tim "flying squad".

Menurut dia, tim "flying squad" RAPP memiliki setidaknya empat gajah dewasa dan dua anak gajah.  Perusahaan tersebut mendapat tanggung jawab melakukan mitigasi terhadap satwa dilindungi seperti gajah dan harimau, karena sejak awal mereka mendapatkan izin untuk mengelola konsesi hutan tanaman industri yang cukup luas di Riau.

Konsesi perusahaan tersebut termasuk didalamnya adalah daerah jelajah gajah Sumatera liar, sehinga sangat rawan terjadi konflik.

Tugas utama mereka adalah melakukan patroli bersama, mencegah konflik gajah dan manusia, serta membantu menghalau apabila gajah liar masuk ke permukiman warga.

"Yang perlu diperbaiki dari tim mereka (RAPP) adalah operasionalnya harus lebih aktif di wilayah operasional yang sudah ditentukan," ujarnya.

Kemudian, Syamsidar mengatakan perusahaan sawit Asian Agri juga memiliki program mitigasi konflik gajah meski tidak menggunakan gajah jinak. "Mereka melakukan patroli secara manual, tanpa gajah dengan tetap mengadopsi cara yang sudah diterapkan WWF seperti menggunakan meriam karbit untuk menghalau gajah," katanya.

Ia menambahkan, perusahaan sawit Musim Mas melakukan komitmen mereka dengan membantu pendanaan untuk operasional "flying squad" WWF-BBKSDA Riau.

Keterlibatan sektor swasta yang lebih besar sangat penting untuk mengurangi konflik gajah dan manusia, mengingat konflik kerap menjadi penyebab jatuhnya korban jiwa dan kerugian bagi manusia, juga kematian gajah Sumatera yang kini terancam punah.(*)

 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Riau

Mahasiswa FBN Unri Ajarkan Public Speaking dan Kesadaran Keuangan di SMPN 37 Pekanbaru

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:40:33 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Ma.

Riau

11 Tersangka, 22 Motor: Polisi Bongkar Komplotan Curanmor di Pekanbaru

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:33:25 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Personel Satuan Reserse Krimina.

Riau

Demokrat Kampar Rayakan HUT ke-25 dengan Kemah dan Aksi Peduli Lingkungan di Sungai Subayang

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:17:55 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Dalam rangka menyambut Hari Ula.

Riau

Jadwal Pembangunan Flyover Simpang Panam Belum Ada Kepastian

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:13:05 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Rencana pembangunan Flyover Sim.

Riau

Momen Kapolda Riau Dampingi Putra Ferdy Sambo Usai Dilantik Jadi Perwira Polri

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:49:25 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Momen kebersamaan Kapolda Riau .

Riau

PUPR Pekanbaru Gesa Normalisasi Drainase Awal Bross, Genangan Ditargetkan Berkurang

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:28:36 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Mahasiswa FBN Unri Ajarkan Public Speaking dan Kesadaran Keuangan di SMPN 37 Pekanbaru
24 Juli 2026
11 Tersangka, 22 Motor: Polisi Bongkar Komplotan Curanmor di Pekanbaru
24 Juli 2026
Demokrat Kampar Rayakan HUT ke-25 dengan Kemah dan Aksi Peduli Lingkungan di Sungai Subayang
24 Juli 2026
Jadwal Pembangunan Flyover Simpang Panam Belum Ada Kepastian
24 Juli 2026
Begini Islam Mengajarkan Umat Mencintai Lingkungan dan Seluruh Makhluk
24 Juli 2026
Usut TPPU Febrie Adriansyah hingga Lingkaran Kekuasaan
24 Juli 2026
Max Blumenthal Soroti Ancaman Kebebasan Pers akibat Kemitraan AS-Israel
24 Juli 2026
Momen Kapolda Riau Dampingi Putra Ferdy Sambo Usai Dilantik Jadi Perwira Polri
23 Juli 2026
Islam Memandang Pelestarian Alam sebagai Upaya Menyelamatkan Nyawa Manusia
23 Juli 2026
PUPR Pekanbaru Gesa Normalisasi Drainase Awal Bross, Genangan Ditargetkan Berkurang
23 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Mahasiswa FBN Unri Ajarkan Public Speaking dan Kesadaran Keuangan di SMPN 37 Pekanbaru
  • 2 11 Tersangka, 22 Motor: Polisi Bongkar Komplotan Curanmor di Pekanbaru
  • 3 Demokrat Kampar Rayakan HUT ke-25 dengan Kemah dan Aksi Peduli Lingkungan di Sungai Subayang
  • 4 Jadwal Pembangunan Flyover Simpang Panam Belum Ada Kepastian
  • 5 Begini Islam Mengajarkan Umat Mencintai Lingkungan dan Seluruh Makhluk
  • 6 Usut TPPU Febrie Adriansyah hingga Lingkaran Kekuasaan
  • 7 Max Blumenthal Soroti Ancaman Kebebasan Pers akibat Kemitraan AS-Israel

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com