• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2009 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4352 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4355 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4309 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4424 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Mengapa Manusia Membenci Kematian, Padahal Semua akan Mengalaminya?

Redaksi Radarpku

Jumat, 02 Oktober 2026 10:18:42 WIB
Cetak
Mengapa Manusia Membenci Kematian, Padahal Semua akan Mengalaminya?

RADARPEKANBARU.COM - Kematian merupakan sesuatu yang pasti akan dialami setiap manusia, tetapi manusia pada dasarnya memiliki tabiat untuk membencinya.

Rasa cinta terhadap kehidupan dan keengganan terhadap kematian merupakan naluri yang diberikan Allah SWT, yang kemudian diarahkan agar manusia dapat menjalani kehidupan sekaligus mempersiapkan bekal untuk akhirat.

Syaikh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam bukunya Al-Mautu wa alamul barzakh, al-hisab wal aidhu alal-latu al-mizan-al-mushaf -ashshirath-anwa'us syafa'ah menerangkan bahwa Allah SWT menciptakan manusia dengan tabiat membenci kematian.

Kebencian minimal adalah manusia tidak mementingkan kematian daripada kehidupan.

Dalam hadis riwayat Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Allah telah berfirman dalam hadits qudsi:

"Aku tidak pernah ragu untuk melakukan sesuatu yang Aku perbuat, seperti keraguan-Ku untuk mewafatkan (mencabut nyawa) seorang Muslim. Ia pasti membenci kematian, padahal Aku tidak ingin menyakitinya." (HR Imam Ahmad, Al-Hakim, Ath-Thabrani dan Abu Na’im)

Agar manusia bisa memakmurkan alam semesta dan mengisi kehidupannya, Allah memberikan mereka rasa cinta hidup.

Allah pun memberikan rezeki dan anak dalam kehidupan ini, sehingga mereka semakin senang untuk hidup dan terus berusaha mencari rezeki untuk anak mereka.

Allah telah menjadikan usaha manusia sebagai sebuah keharusan. Manusia harus mencari makan, tempat tinggal yang bisa melindungi dari panas dan dingin, serta menjaga tubuh agar tidak terserang penyakit.

Di samping itu, Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan manusia agar selalu berusaha di dunia tanpa merasa pesimis dan sedih.

Ibnu Malik menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Jika hari kiamat datang sedangkan di tangan kalian ada biji kurma, jika bisa untuk menanamnya, tanamlah ia." (HR Imam Ahmad)

Karena Allah memberikan insting kepada manusia untuk mempertahankan hidup, Allah juga tidak menekan insting tersebut, tetapi mengarahkannya, agar manusia bisa mendapatkan dunia dan akhirat sekaligus.

Jika Allah telah memberi manusia rasa cinta kepada dunia, harta dan anak, Allah juga memberikan penjelasan bahwa amal saleh lebih baik dan lebih kekal dari semua itu.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, sedangkan amal kebajikan yang abadi (pahalanya) adalah lebih baik balasannya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (QS Al-Kahf Ayat 46)

Maksudnya adalah ketaatan, ibadah, bertasbih, dan berzikir mengingat Allah. Karena amalan-amalan tersebut kekal, sedangkan yang selainnya akan rusak.

Beberapa ayat Alquran telah menegaskan tentang keseimbangan terbesar bagi orang-orang mukmin di dalam kehidupan dunia.

Sebab orang-orang beriman mengetahui, ketika kembali kepada Allah mereka akan kembali dengan penuh keridhaan dan ketenangan, sesuai dengan apa yang telah dijanjikan Allah kepada mereka di akhirat. Mereka akan selalu mengingat firman Allah.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku. (QS Al-Fajr Ayat 27-30)

Orang-orang beriman tidak takut dan tidak merasa benci untuk bertemu Allah. Karena seluruh perbuatan yang mereka lakukan bukan perbuatan yang akan dimurkai Allah dan mengundang azab.

Sementara orang-orang yang merugikan diri sendiri di dunia dan akhirat dengan melakukan kemaksiatan dan kekafiran, serta merasa nyaman dengan kehidupan dunia, adalah orang-orang yang sangat membenci kematian. Mereka benci untuk bertemu Allah.

Sebagaimana diterangkan firman Allah dalam hadits qudsi, "Jika hamba-Ku mencintai pertemuan dengan-Ku, Aku pun merasa senang untuk bertemu dengannya. Jika ia membenci bertemu dengan-Ku, Aku pun benci untuk bertemu dengannya." (HR Imam Al-Bukhari)

Jiwa mereka akan meninggalkan dunia dengan merasa benci dan takut dengan murka Allah yang telah menantinya.

Mereka adalah orang-orang yang melupakan Allah, hingga Allah pun melupakan mereka. Akal dan hati mereka telah sesat.

Mereka bisa berupa orang-orang kafir atau orang-orang Islam yang durhaka karena senantiasa melakukan maksiat. Mereka pun benci untuk bertemu Allah hingga Allah pun benci untuk bertemu mereka. Dengan demikian, mereka telah merugikan diri sendiri karena tenggelam dalam lumuran dosa, maksiat, dan kufur terhadap nikmat-nikmat Allah.

Jika jiwa yang suci kembali kepada Allah dalam keadaan ridha dan diridhai, pemilik hati tersebut pun tidak akan merasakan ketakutan. Malaikat akan menjamunya dengan penuh gembira dan Allah tidak akan melupakan kemuliaannya.

Sementara jiwa yang kotor akan kembali kepada Allah dalam keadaan benci. Allah akan melupakan kemurahan-Nya dan tidak akan memberikan kebaikan akhirat. Jiwa seperti itu akan kembali dalam keadaan hina dan kotor.(rep)

 

 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Kunci Mempertahankan Rumah Tangga di Tengah Merebaknya Pancaroba

Kamis, 01 Oktober 2026 - 11:27:41 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Mempertahankan keutuhan rumah tangga dalam masa sekarang ad.

Dakwatuna

Rasulullah Ungkap Perbedaan Nasib Ruh Orang Beriman dan Kafir Setelah Mati

Rabu, 30 September 2026 - 06:15:05 WIB

Rasulullah SAW menjelaskan perbedaan nasib.

Dakwatuna

Hakikat Rumah Tangga Ladang Ibadah

Senin, 28 September 2026 - 10:53:47 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Berumah tangga bagi seorang Mus.

Dakwatuna

Mengapa Allah Menyukai Hamba yang Berdoa? Ini Penjelasan Imam Al-Ghazali

Sabtu, 26 September 2026 - 09:59:19 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Doa bukan sekadar permohonan se.

Dakwatuna

Salah Satunya Pahala Syahid, Ini 5 Hukum Khusus Terkait Korban Jiwa Tenggelam Menurut Islam

Jumat, 25 September 2026 - 09:46:43 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Di antara bentuk kemurahan dan .

Dakwatuna

Jangan Terlalu Memuji Orang , Lalu Harus Bagaimana? Ingat Selalu Pesan Rasulullah SAW Ini

Kamis, 24 September 2026 - 09:03:00 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Seringkali kita mendengar seseo.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Riyan Ade Putra, S.IP Resmi Mendaftar Calon Kepala Desa Lubuk Terap,: "Kades Harus Kreatif Mencari Anggaran Diluar Dana Desa Agar Pembangunan Tak Terhenti"
02 Oktober 2026
Deretan Pejabat Negara Dilantik Prabowo, Bahlil Rangkap Jadi Menko
02 Oktober 2026
Mengapa Manusia Membenci Kematian, Padahal Semua akan Mengalaminya?
02 Oktober 2026
38 Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Kanwil Kemenhaj Riau Periksa Travel BMW
02 Oktober 2026
Jaringan Listrik Masjid Nabawi Ikut Hancur Akibat Serangan Drone Houthi
02 Oktober 2026
APBD-P Kuansing 2026 Ketok Palu Rp1,6 Triliun
01 Oktober 2026
Hujan Berpeluang Guyur Hampir Seluruh Riau Siang hingga Sore
01 Oktober 2026
Kejati Riau-KPU Sepakati Kerja Sama Tata Kelola dan Kepastian Hukum
01 Oktober 2026
Kunci Mempertahankan Rumah Tangga di Tengah Merebaknya Pancaroba
01 Oktober 2026
Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence
01 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Riyan Ade Putra, S.IP Resmi Mendaftar Calon Kepala Desa Lubuk Terap,: "Kades Harus Kreatif Mencari Anggaran Diluar Dana Desa Agar Pembangunan Tak Terhenti"
  • 2 Deretan Pejabat Negara Dilantik Prabowo, Bahlil Rangkap Jadi Menko
  • 3 Mengapa Manusia Membenci Kematian, Padahal Semua akan Mengalaminya?
  • 4 38 Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Kanwil Kemenhaj Riau Periksa Travel BMW
  • 5 Jaringan Listrik Masjid Nabawi Ikut Hancur Akibat Serangan Drone Houthi
  • 6 APBD-P Kuansing 2026 Ketok Palu Rp1,6 Triliun
  • 7 Hujan Berpeluang Guyur Hampir Seluruh Riau Siang hingga Sore

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com