Kepala Dibacok dan Jari Putus ,Tiga Pelajar Inhil Jadi Korban Penganiayaan Berat
RADARPEKANBARU.COM-Tiga pelajar di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi korban Tindak Pidana Penganiayaan Berat (TP Anirat) di rumah kos mereka. Senin (1/2/2016) sekira pukul 02.20 WIB.
Akibat peristiwa tersebut, korban YF (17) menderita dua luka bacokan di kepala bagian depan sebelah kiri, serta jari manis dan jari tengah tangan sebelah kiri putus.
"Sedangkan korban Su (17) menderita luka bacok senjata tajam pada bagian kening sebelah kiri," tutur Kapolres Inhil, AKBP Hadi Wicaksono melalui Paur Humas, IPTU Warno kepada awak media.
Untuk korban lainnya, yakni AH (17) menderita luka akibat senjata tajam di bagian atas kepala korban dan ke kepala bagian kiri atau tepatnya di atas telinga."Saat ini, ketiga korban dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan," terangnya.
Dugaan sementara, kasus tersebut merupakan TP Anirat dan untuk motif selanjutnya masih dalam penyelidikan pihak kepolisian, karena hingga saat ini korban belum bisa diajak berkomunikasi."Perkara masih ditangani oleh Polsek Pelangiran," imbuhnya.(lipo)
Be Happy: Era Digital Pajak Indonesia Menuju Masa Depan yang Cemerlang
Oleh Ahmad ZayyadiMahasiswa Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Suska.
RUU Perampasan Aset: Menanti Pedang Keluar dari Sarung
Oleh: Azmi bin RozaliDi tengah kian merosotnya kepercayaan publik terhada.
Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan Digital
Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan DigitalOl.
Tantangan dan Peluang Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi di Kelas
Pendidikan merupakan kunci kemajuan bangsa. Kualitas pendidikan yan.
Model pembelajaran diferensiasi dalam konteks kurikulum merdeka menawarkan pendidikan yang lebih adaptif, Inklusif, dan berdaya saing.
KURIKULUM MERDEKA HADIR DENGAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI, MENDORONG PENDIDIKAN YANG LEBIH INKL.








.jpg)